alexametrics
21.2 C
Madura
Sunday, May 29, 2022

Pencurian Listrik Marak, PLN Rugi Rp 500 Juta

PAMEKASAN – Kasus pencurian listrik marak. Ratusan kasus ditemukan hanya dalam lima bulan. Akibatnya, Perusahaan Listrik Negara (PLN) harus menanggung rugi senilai Rp 500 juta.

Kepala Bagian Transaksi Energi UP3 PLN Pamekasan Umar Solehen mengatakan, perbuatan curang pelanggan ditemukan di Pamekasan. Selama periode Januari–Mei ditemukan 120 kasus pencurian arus listrik.

Pencurian itu diketahui melalui aplikasi yang dapat memantau penggunaan listrik. Salah satu indikasi adanya kecurangan, penggunaan listrik tidak normal. ”Pemakaian listrik yang tidak normal itu kadang penggunaannya sedikit atau karena pencurian,” katanya kemarin (18/6).

Rata-rata pencurian listrik untuk kepentingan pribadi. Jika pelanggan terbukti melakukan kecurangan, dilakukan sanksi tegas berupa pemutusan sambungan. Kemudian, yang bersangkutan diminta mengganti biaya penggunaan listrik dengan sistem normal.

Baca Juga :  JKN-KIS Buat Roni Tidak Deg-degan dengan Biaya Persalinan

Umar mengatakan, beberapa modus pencurian listrik ditemukan di lapangan. Salah satunya pelanggan memodifikasi kWh meter agar penghitungan penggunaan listrik sedikit. ”Dari semua (kecurangan) yang kami temukan, mau bertanggung jawab membayar administrasi,” paparnya.

Pencurian listrik paling banyak terjadi pada musim tembakau. Sebab, pada musim tanam daun emas itu, penggunaan listrik sangat tinggi. Perbuatan curang itu tidak hanya merugikan PLN.

Tapi, masyarakat juga rugi. Sebab, penyambungan listrik secara ilegal berpotensi mengakibatkan korsleting arus listrik dan menyebabkan kebakaran. ”Penertiban terus kami lakukan,” katanya.

Umar menyampaikan, meski ditemukan pelanggan curang, belum ada yang dibawa ke ranah hukum. Sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku di PLN, pelaku kecurangan itu hanya diwajibkan mengganti kerugian. ”Kalau tidak mau bayar, terpaksa kami pidanakan,” tegasnya. (jup)

Baca Juga :  Sandi Gelorakan Semangat Entrepreneur

PAMEKASAN – Kasus pencurian listrik marak. Ratusan kasus ditemukan hanya dalam lima bulan. Akibatnya, Perusahaan Listrik Negara (PLN) harus menanggung rugi senilai Rp 500 juta.

Kepala Bagian Transaksi Energi UP3 PLN Pamekasan Umar Solehen mengatakan, perbuatan curang pelanggan ditemukan di Pamekasan. Selama periode Januari–Mei ditemukan 120 kasus pencurian arus listrik.

Pencurian itu diketahui melalui aplikasi yang dapat memantau penggunaan listrik. Salah satu indikasi adanya kecurangan, penggunaan listrik tidak normal. ”Pemakaian listrik yang tidak normal itu kadang penggunaannya sedikit atau karena pencurian,” katanya kemarin (18/6).


Rata-rata pencurian listrik untuk kepentingan pribadi. Jika pelanggan terbukti melakukan kecurangan, dilakukan sanksi tegas berupa pemutusan sambungan. Kemudian, yang bersangkutan diminta mengganti biaya penggunaan listrik dengan sistem normal.

Baca Juga :  Erta Maulita Susanto Tak Pikirkan Mutasi, Fokus Bekerja

Umar mengatakan, beberapa modus pencurian listrik ditemukan di lapangan. Salah satunya pelanggan memodifikasi kWh meter agar penghitungan penggunaan listrik sedikit. ”Dari semua (kecurangan) yang kami temukan, mau bertanggung jawab membayar administrasi,” paparnya.

Pencurian listrik paling banyak terjadi pada musim tembakau. Sebab, pada musim tanam daun emas itu, penggunaan listrik sangat tinggi. Perbuatan curang itu tidak hanya merugikan PLN.

Tapi, masyarakat juga rugi. Sebab, penyambungan listrik secara ilegal berpotensi mengakibatkan korsleting arus listrik dan menyebabkan kebakaran. ”Penertiban terus kami lakukan,” katanya.

Umar menyampaikan, meski ditemukan pelanggan curang, belum ada yang dibawa ke ranah hukum. Sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku di PLN, pelaku kecurangan itu hanya diwajibkan mengganti kerugian. ”Kalau tidak mau bayar, terpaksa kami pidanakan,” tegasnya. (jup)

Baca Juga :  Pelaksana Proyek Gardu Induk Dikeluhkan
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/