alexametrics
21 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

Taget Produksi Garam Naik Sepuluh Ribu Ton

PAMEKASAN – Dinas Perikanan (Diskan) Pamekasan menargetkan produksi garam rakyat tahun ini mencapai 150 ribu ton. Target itu naik sepuluh ton dibandingkan tahun lalu yang hanya 140 ribu ton.

Kasi Pengelolaan dan Kawasan Budi Daya Diskan Pamekasan Muzanni mengatakan, angka 150 ribu ton merupakan target keseluruhan. ”Dalam perumusan target, kami tidak membedakan k-1, k-2, dan k-3,” ucapnya kemarin (18/5).

Muzanni optimistis target produksi bisa dicapai. Alasannya, sebagian besar petani garam di Pamekasan sudah menerapkan teknik yang dapat meningkatkan hasil produksi. Salah satunya dengan pemanfaatan geomembran.

”Kalau menggunakan geomembran, hasilnya lebih banyak dan kualitasnnya semakin bagus. Karena tambak garam yang menggunakan geomembran bersih,” imbuhnya.

Baca Juga :  10 Ribu Ton Garam Rakyat Belum Terserap

Diakui, tidak semua garam rakyat yang diproduksi menggunakan geomembran berkualitas bagus. Hal itu karena kesalahan yang disebabkan petani garam sendiri. Misalnya, ketika dipanen, garam tidak ditumpuk di tempat yang bersih.

”Kalau ingin tetap putih, tentunya harus dikasih alas. Yang terjadi sekarang, ketika dipanen, garam langsung ditumpuk di atas tanah,” imbuhnya.

Selain itu, tidak semua petani garam menggunakan geomembran. Alasannya beragam, yaitu tidak mampu membeli alat pendukungnya. Sebab, tidak bergabung dengan kelompok sehingga tidak mendapat bantuan. ”Sedangkan sekarang tidak ada lagi bantuan geomembran, kecuali untuk lahan integrasi,” kata dia.

Muzanni menuturkan, ada beberapa pekerjaan rumah dalam rangka mendorong peningkatan produksi garam. Seperti perawatan dan tata cara pemanfaatan geomemban. ”Garam itu tajam, sehingga bisa membuat geomembran sobet. Sehingga, petani perlu berhati-hati,” tukasnya. (jup)

Baca Juga :  Telan Anggaran Miliaran, Puskesmas Tak Beroperasi

 

 

PAMEKASAN – Dinas Perikanan (Diskan) Pamekasan menargetkan produksi garam rakyat tahun ini mencapai 150 ribu ton. Target itu naik sepuluh ton dibandingkan tahun lalu yang hanya 140 ribu ton.

Kasi Pengelolaan dan Kawasan Budi Daya Diskan Pamekasan Muzanni mengatakan, angka 150 ribu ton merupakan target keseluruhan. ”Dalam perumusan target, kami tidak membedakan k-1, k-2, dan k-3,” ucapnya kemarin (18/5).

Muzanni optimistis target produksi bisa dicapai. Alasannya, sebagian besar petani garam di Pamekasan sudah menerapkan teknik yang dapat meningkatkan hasil produksi. Salah satunya dengan pemanfaatan geomembran.

”Kalau menggunakan geomembran, hasilnya lebih banyak dan kualitasnnya semakin bagus. Karena tambak garam yang menggunakan geomembran bersih,” imbuhnya.

Baca Juga :  DPRD Pamekasan Adukan Persoalan Garam ke Kementerian BUMN

Diakui, tidak semua garam rakyat yang diproduksi menggunakan geomembran berkualitas bagus. Hal itu karena kesalahan yang disebabkan petani garam sendiri. Misalnya, ketika dipanen, garam tidak ditumpuk di tempat yang bersih.

”Kalau ingin tetap putih, tentunya harus dikasih alas. Yang terjadi sekarang, ketika dipanen, garam langsung ditumpuk di atas tanah,” imbuhnya.

Selain itu, tidak semua petani garam menggunakan geomembran. Alasannya beragam, yaitu tidak mampu membeli alat pendukungnya. Sebab, tidak bergabung dengan kelompok sehingga tidak mendapat bantuan. ”Sedangkan sekarang tidak ada lagi bantuan geomembran, kecuali untuk lahan integrasi,” kata dia.

Muzanni menuturkan, ada beberapa pekerjaan rumah dalam rangka mendorong peningkatan produksi garam. Seperti perawatan dan tata cara pemanfaatan geomemban. ”Garam itu tajam, sehingga bisa membuat geomembran sobet. Sehingga, petani perlu berhati-hati,” tukasnya. (jup)

Baca Juga :  Tim Gabungan Temukan Mamin Kedaluwarsa

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/