alexametrics
25.3 C
Madura
Saturday, June 25, 2022

Anggarkan Rp 1,5 Miliar untuk Seribu Wifi

PAMEKASAN – Kota Pamekasan diproyeksikan menjadi smart city. Untuk merealisasikan rencana tersebut,Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pamekasan merancang seribu wifi di ruang publik sebagai penunjang.

Tahun ini Diskominfo Pamekasan menganggarkan Rp 1,5 miliar untuk merealisasikan seribu wifi di sejumlah area publik. Antara lain di Arek Lancor, stasiun, sejumlah taman di Kota Gerbang Salam, dan masjid.

Kasi Sistem Informasi Manajemen Informatika Diskominfo Pamekasan Frita Prasetya Rini mengatakan, tahun ini pihaknya menyiapkan beberapa dokumen untuk acuan kerja. Setelah kerangka dibuat, pihaknya akan menyurvei lokasi-lokasi wifi bagi publik.

”Insya Allah paling lama di triwulan kedua sudah terealisasi. Progres pelaksanaannya sudah kami mulai di triwulan pertama,” ucap Frita kepada Jawa Pos Radar Madura Minggu (18/2).

Menurut Frita, pemasangan seribu wifi untuk menunjang program smart city atau kota pintar. Di samping mempercepat birokrasi dan memangkas beberapa prosedur, pemasangan seribu wifi juga untuk kemudahan serta kesejahteraan masyarakat Pamekasan.

”Bahasanya, supaya lebih melek IT karena sekarang sudah serba online. Jadi kita bisa bikin corner dengan fasilitas wifi yang cukup besar,” katanya.

Dia menjelaskan, rencana lokasi wifi akan diletakkan di semua titik area publik. Terutama Arek Lancor, stasiun, taman, perpustakaan, tempat pelayanan, tempat perizinan, dan beberapa masjid di Pamekasan.

Baca Juga :  PPK Mundur, Program Smart City Tak Jalan

”Cuma, sambungan wifi yang kita pasang dibatasi. Tujuannya, agar konten negatif tidak bisa diakses. Kalau di masjid lebih banyak dititikberatkan pada konten islami. Wifi ini bisa diakses luas oleh masyarakat,” jelasnya.

Ruang lingkup sambungan wifi tersebut masih berada di wilayah perkotaan. Jadi belum merambah ke kecamatan dan desa. Tetapi, apabila program smart city sudah siap diluncurkan, semua kecamatan dan desa bisa menggunakan wifi secara gratis yang difasilitasi pemerintah.

”Untuk sementara di kota dulu. Tetapi, nanti ada rencana masuk ke kecamatan dan desa untuk pemberian wifi. Terutama di setiap masjid di Pamekasan yang jumlahnya ada ratusan,” sebutnya.

Menurut Frita, tahun ini kali pertama diskominfo melaksanakan pembangunan realisasi smart city. Untuk pengembangan kota pintar, pihaknya menggunakan wifi sebagai final project. ”Untuk pengembangan selanjutnya, insya Allah akan pasang wifi. Bahkan, ke desa nanti kita fasilitasi,” janjinya.

Pemkab, kata Frita, menjadikan Kabupaten Banyuwangi sebagai contoh. Frita mengaku, Banyuwangi saat ini sudah menerapkan smart kampung. Semua desa bisa mengakses fasilitas wifi gratis.

”Di Banyuwangi, seluruh desa ada wifinya. Sudah ada tempat yang menyediakan wifi. Nah, smart kampung dengan fasilitas wifi itu menjadi sasaran kami di 2019,” katanya. ”Kita ingin memudahkan. Dalam pembangunan, tujuan kami bukan hanya untuk e-government. Tetapi, untuk semua lapisan masyarakat,” imbuhnya.

Baca Juga :  Bupati Ajak Kian Mencintai Alquran

Romlah, 34, salah seorang pedagang yang biasa berjualan di Arek Lancor mengaku senang dengan kebijakan yang diambil Pemkab Pamekasan. Menurut dia, program pemasangan wifi bagi masyarakat sangat menguntungkan pedagang ataupun pelaku bisnis.

”Beberapa pedagang berlangganan wifi untuk menarik minat pengunjung. Dengan fasilitas wifi dari pemerintah, kami sangat diuntungkan,” ucapnya.

Dengan begitu, pedagang tidak perlu lagi mengeluarkan uang untuk berlangganan wifi. Sehingga modal yang biasa digunakan untuk berlangganan wifi bisa digunakan untuk kepentingan lainnya.

Akbar, 23, salah satu mahasiswa Unira menyambut baik rencana pemasangan seribu wifi oleh Pemkab Pamekasan. Menurut dia, aktivitas positif akan terbangun dengan adanya wifi di ruang publik.

Selain itu, ruang publik yang sudah disediakan pemerintah akan ramai dikunjungi masyarakat. ”Bagi mahasiswa, wifi gratis sangat membantu. Ruang publik bisa jadi tempat buat ngerjain tugas, diskusi, atau sekadar nongkrong. Kalau ada wifinya, kita jadi betah,” tukasnya.

PAMEKASAN – Kota Pamekasan diproyeksikan menjadi smart city. Untuk merealisasikan rencana tersebut,Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pamekasan merancang seribu wifi di ruang publik sebagai penunjang.

Tahun ini Diskominfo Pamekasan menganggarkan Rp 1,5 miliar untuk merealisasikan seribu wifi di sejumlah area publik. Antara lain di Arek Lancor, stasiun, sejumlah taman di Kota Gerbang Salam, dan masjid.

Kasi Sistem Informasi Manajemen Informatika Diskominfo Pamekasan Frita Prasetya Rini mengatakan, tahun ini pihaknya menyiapkan beberapa dokumen untuk acuan kerja. Setelah kerangka dibuat, pihaknya akan menyurvei lokasi-lokasi wifi bagi publik.


”Insya Allah paling lama di triwulan kedua sudah terealisasi. Progres pelaksanaannya sudah kami mulai di triwulan pertama,” ucap Frita kepada Jawa Pos Radar Madura Minggu (18/2).

Menurut Frita, pemasangan seribu wifi untuk menunjang program smart city atau kota pintar. Di samping mempercepat birokrasi dan memangkas beberapa prosedur, pemasangan seribu wifi juga untuk kemudahan serta kesejahteraan masyarakat Pamekasan.

”Bahasanya, supaya lebih melek IT karena sekarang sudah serba online. Jadi kita bisa bikin corner dengan fasilitas wifi yang cukup besar,” katanya.

Dia menjelaskan, rencana lokasi wifi akan diletakkan di semua titik area publik. Terutama Arek Lancor, stasiun, taman, perpustakaan, tempat pelayanan, tempat perizinan, dan beberapa masjid di Pamekasan.

Baca Juga :  Bupati Sumenep Teken MoU Gerakan Smart City

”Cuma, sambungan wifi yang kita pasang dibatasi. Tujuannya, agar konten negatif tidak bisa diakses. Kalau di masjid lebih banyak dititikberatkan pada konten islami. Wifi ini bisa diakses luas oleh masyarakat,” jelasnya.

Ruang lingkup sambungan wifi tersebut masih berada di wilayah perkotaan. Jadi belum merambah ke kecamatan dan desa. Tetapi, apabila program smart city sudah siap diluncurkan, semua kecamatan dan desa bisa menggunakan wifi secara gratis yang difasilitasi pemerintah.

”Untuk sementara di kota dulu. Tetapi, nanti ada rencana masuk ke kecamatan dan desa untuk pemberian wifi. Terutama di setiap masjid di Pamekasan yang jumlahnya ada ratusan,” sebutnya.

Menurut Frita, tahun ini kali pertama diskominfo melaksanakan pembangunan realisasi smart city. Untuk pengembangan kota pintar, pihaknya menggunakan wifi sebagai final project. ”Untuk pengembangan selanjutnya, insya Allah akan pasang wifi. Bahkan, ke desa nanti kita fasilitasi,” janjinya.

Pemkab, kata Frita, menjadikan Kabupaten Banyuwangi sebagai contoh. Frita mengaku, Banyuwangi saat ini sudah menerapkan smart kampung. Semua desa bisa mengakses fasilitas wifi gratis.

”Di Banyuwangi, seluruh desa ada wifinya. Sudah ada tempat yang menyediakan wifi. Nah, smart kampung dengan fasilitas wifi itu menjadi sasaran kami di 2019,” katanya. ”Kita ingin memudahkan. Dalam pembangunan, tujuan kami bukan hanya untuk e-government. Tetapi, untuk semua lapisan masyarakat,” imbuhnya.

Baca Juga :  Bupati Akan Jadi Peragawan Batik Pamekasan

Romlah, 34, salah seorang pedagang yang biasa berjualan di Arek Lancor mengaku senang dengan kebijakan yang diambil Pemkab Pamekasan. Menurut dia, program pemasangan wifi bagi masyarakat sangat menguntungkan pedagang ataupun pelaku bisnis.

”Beberapa pedagang berlangganan wifi untuk menarik minat pengunjung. Dengan fasilitas wifi dari pemerintah, kami sangat diuntungkan,” ucapnya.

Dengan begitu, pedagang tidak perlu lagi mengeluarkan uang untuk berlangganan wifi. Sehingga modal yang biasa digunakan untuk berlangganan wifi bisa digunakan untuk kepentingan lainnya.

Akbar, 23, salah satu mahasiswa Unira menyambut baik rencana pemasangan seribu wifi oleh Pemkab Pamekasan. Menurut dia, aktivitas positif akan terbangun dengan adanya wifi di ruang publik.

Selain itu, ruang publik yang sudah disediakan pemerintah akan ramai dikunjungi masyarakat. ”Bagi mahasiswa, wifi gratis sangat membantu. Ruang publik bisa jadi tempat buat ngerjain tugas, diskusi, atau sekadar nongkrong. Kalau ada wifinya, kita jadi betah,” tukasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/