alexametrics
25.8 C
Madura
Thursday, August 11, 2022

Perpustakaan Puluhan SD Tak Layak

PAMEKASAN – Siswa-siswi di 97 sekolah dasar (SD) di Pamekasan belum bisa menikmati perpustakaan sesuai standar. Peserta didik harus memanfaatkan ruang baca seadanya.

Penyebabnya beragam. Misalnya, sekolah tak punya lahan memadai dan terkendala pembiayaan. Kepala Seksi Kelembagaan SD Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan Halidi menuturkan bahwa untuk dana pembangunan fasilitas sekolah bisa dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) dan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

”Di kabupaten Pamekasan kan APBD-nya sangat terbatas sekali, dan satu perpustakaan itu biaya tinggi juga,” terangnya.

Akibatnya, dengan berat hati, 97 SD yang belum memiliki perpustakaan layak harus bersabar menunggu pembangunannya. ”Sebetulnya semua sekolah punya perpustakaan, hanya belum standar,” ujarnya kemarin (17/11).

Baca Juga :  RadarMadura Berbagi Ilmu Jurnalistik

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Pamekasan Prama Jaya mengklaim, pihaknya telah mengupayakan pengadaan perpustakaan. ”Sekolah dasar yang tidak memiliki perpustakaan sesuai standar disebabkan tidak punya lahan,” terangnya.

Upaya untuk menanggulangi itu dilakukan dengan cara membeli lahan di sekitar sekolah. ”Sudah ada rancangan di 2020 untuk hal tersebut, dan siap dibahas oleh badan anggaran,” terangnya.

Menurut Prama, bila memang sekolah tidak punya ruang perpustakaan, pihak sekolah bisa memanfaatkan pojok-pojok ruang kelas untuk pojok baca. ”Perpustakaan tidak harus berwujud gedung perpustakaan,” tegasnya. (c2)

PAMEKASAN – Siswa-siswi di 97 sekolah dasar (SD) di Pamekasan belum bisa menikmati perpustakaan sesuai standar. Peserta didik harus memanfaatkan ruang baca seadanya.

Penyebabnya beragam. Misalnya, sekolah tak punya lahan memadai dan terkendala pembiayaan. Kepala Seksi Kelembagaan SD Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan Halidi menuturkan bahwa untuk dana pembangunan fasilitas sekolah bisa dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) dan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

”Di kabupaten Pamekasan kan APBD-nya sangat terbatas sekali, dan satu perpustakaan itu biaya tinggi juga,” terangnya.


Akibatnya, dengan berat hati, 97 SD yang belum memiliki perpustakaan layak harus bersabar menunggu pembangunannya. ”Sebetulnya semua sekolah punya perpustakaan, hanya belum standar,” ujarnya kemarin (17/11).

Baca Juga :  Pemerintah Pertimbangkan Pemasangan Wifi Masjid

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Pamekasan Prama Jaya mengklaim, pihaknya telah mengupayakan pengadaan perpustakaan. ”Sekolah dasar yang tidak memiliki perpustakaan sesuai standar disebabkan tidak punya lahan,” terangnya.

Upaya untuk menanggulangi itu dilakukan dengan cara membeli lahan di sekitar sekolah. ”Sudah ada rancangan di 2020 untuk hal tersebut, dan siap dibahas oleh badan anggaran,” terangnya.

Menurut Prama, bila memang sekolah tidak punya ruang perpustakaan, pihak sekolah bisa memanfaatkan pojok-pojok ruang kelas untuk pojok baca. ”Perpustakaan tidak harus berwujud gedung perpustakaan,” tegasnya. (c2)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/