alexametrics
23 C
Madura
Thursday, May 26, 2022

Kunjungan Mahasiswa ke Museum Minim

PAMEKASAN – Keberadaan benda-benda bersejarah di Museum Mandhilaras tidak diminati mahasiswa. Buktinya, kunjungan ke museum yaang dikelola Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pamekasan minim.

         Sejak 1 Agustus hingga 17 September, kunjungan terbanyak dari kalangan siswa. Yakni, SD 179 orang, SMP 46 orang, dan SMA 69 orang. Untuk pengunjung umum 69 orang. Sementara mahasiswa berada di posisi terendah. Yakni hanya 25 orang.

         Menurut Maulidi, salah seorang petugas inventaris museum, penyebab tidak minatnya mahasiswa beragam. Salah satunya karena di Pamekasan tidak ada jurusan sejarah. ”Kan, di sini tidak ada jurusan sejarah,” terangnya.

         Kabid Kebudayaan Disparbud Pamekasan Sonny Budiharto memberikan alasan berbeda. Di antaranya mereka kurang paham fungsi museum. Dengan begitu, museum dianggap tempat yang tidak punya arti.

Baca Juga :  13 Cakades Perempuan Unggul, Empat Calon Tidak Dapat Dukungan

         ”Bisa jadi karena ketidakpedulian mereka,” katanya kemarin (17/9) di kantornya. ”Mungkin dianggapnya barang-barang kuno dan usang sudah tidak ada artinya lagi,” imbuhnya. (c2)

PAMEKASAN – Keberadaan benda-benda bersejarah di Museum Mandhilaras tidak diminati mahasiswa. Buktinya, kunjungan ke museum yaang dikelola Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pamekasan minim.

         Sejak 1 Agustus hingga 17 September, kunjungan terbanyak dari kalangan siswa. Yakni, SD 179 orang, SMP 46 orang, dan SMA 69 orang. Untuk pengunjung umum 69 orang. Sementara mahasiswa berada di posisi terendah. Yakni hanya 25 orang.

         Menurut Maulidi, salah seorang petugas inventaris museum, penyebab tidak minatnya mahasiswa beragam. Salah satunya karena di Pamekasan tidak ada jurusan sejarah. ”Kan, di sini tidak ada jurusan sejarah,” terangnya.


         Kabid Kebudayaan Disparbud Pamekasan Sonny Budiharto memberikan alasan berbeda. Di antaranya mereka kurang paham fungsi museum. Dengan begitu, museum dianggap tempat yang tidak punya arti.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Tularkan Semangat Gotong Royong

         ”Bisa jadi karena ketidakpedulian mereka,” katanya kemarin (17/9) di kantornya. ”Mungkin dianggapnya barang-barang kuno dan usang sudah tidak ada artinya lagi,” imbuhnya. (c2)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/