alexametrics
22.2 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

Dinai Tak Sehat, Dewan Stop Penyertaan Modal PT AUMM

PAMEKASAN – Jalan terjal menerpa PT Aneka Usaha Mekasan Makmur (AUMM). Perusahaan yang didirikan pada 2010 itu sulit berkembang. Modal yang dimiliki terus menyusut. Sementara, legislatif enggan memberikan suntikan modal lantaran perusahaan tersebut dinilai tidak sehat.

Anggota Komisi II DPRD Pamekasan Harun Suyitno mengatakan, beberapa waktu lalu pihaknya menggelar rapat koordinasi dengan PT AUMM. Koordinasi itu untuk mengetahui kondisi riil perusahaan tersebut. Dari pertemuan itu diketahui tidak ada bisnis potensial yang dijalani. Bahkan, perusahaan tersebut kolaps dari sisi keuangan. Penyertaan modal Rp 1,7 miliar yang dicairkan pada 2012 lalu tersisa sekitar Rp 600 juta.

Karyawan PT AUMM juga sangat terbatas, yakni tersisa dua orang. Yakni, direktur dan seorang staf. Keterbatasan personel itu juga dinilai menjadi batu sandungan untuk pengembangan badan usaha milik daerah (BUMD) tersebut. ”Jadi, masalahnya sudah super komplet,” katanya Jumat (15/9).

Baca Juga :  APHT Kirim Bansos untuk Korban Semeru

Dengan kondisi itu, pihaknya berpikir realistis. Legislatif memberi usulan agar perusahaan tersebut dibubarkan. Menurutnya, Bupati (nonaktif) Achmad Syafii menyambut baik rencana itu. Bahkan, orang nomor satu di Pamekasan itu mengaku sudah lama berniat mengevaluasi perusahaan yang sempat ingin bergerak di bidang perbankan itu.

Nah, karena sampai sekarang pembubaran itu belum terealisasi, dewan mengambil kebijakan tegas. Yakni, menyetop penyertaan modal. Sebab, wakil rakyat khawatir, jika ada penyertaan modal kembali, tidak bermanfaat secara maksimal. Dewan membiarkan PT AUMM menjalankan usahanya dengan modal yang dimiliki.

”Andai saja rencana bisnis dan kajiannya jelas, mungkin kami pikir-pikir dulu (untuk memberikan penyertaan modal),” katanya.

Harun mengatakan, berkali-kali pemerintah memberi kesempatan bagi PT AUMM untuk bangkit. Namun, sampai sekarang belum ada hasil positif. Rencana kerja sama dengan BUMD Pemprov Jatim juga tidak jelas ujung pangkalnya. Dengan demikian, satu-satunya langkah yang dinilai paling bijak untuk menyelamatkan sisa uang rakyat adalah membubarkan perusahaan itu.

Baca Juga :  Genjot Rencana Pembubaran PT AUMM

Direktur PT AUMM Abd. Wahab belum bisa dihubungi. Di kantornya juga tidak ada. Upaya konfirmasi melalui nomor telepon selulernya juga tidak berhasil. Hanya, pada kesempatan sebelumnya, Wahab berjanji akan memaksimalkan kesempatan tersebut.

Mengenai kebijakan pembubaran atau penyertaan modal, dia menyerahkan kepada bupati. Namun, jika ada penyertaan modal kembali, dia yakin sangat membantu PT AUMM untuk bangkit.

- Advertisement -

PAMEKASAN – Jalan terjal menerpa PT Aneka Usaha Mekasan Makmur (AUMM). Perusahaan yang didirikan pada 2010 itu sulit berkembang. Modal yang dimiliki terus menyusut. Sementara, legislatif enggan memberikan suntikan modal lantaran perusahaan tersebut dinilai tidak sehat.

Anggota Komisi II DPRD Pamekasan Harun Suyitno mengatakan, beberapa waktu lalu pihaknya menggelar rapat koordinasi dengan PT AUMM. Koordinasi itu untuk mengetahui kondisi riil perusahaan tersebut. Dari pertemuan itu diketahui tidak ada bisnis potensial yang dijalani. Bahkan, perusahaan tersebut kolaps dari sisi keuangan. Penyertaan modal Rp 1,7 miliar yang dicairkan pada 2012 lalu tersisa sekitar Rp 600 juta.

Karyawan PT AUMM juga sangat terbatas, yakni tersisa dua orang. Yakni, direktur dan seorang staf. Keterbatasan personel itu juga dinilai menjadi batu sandungan untuk pengembangan badan usaha milik daerah (BUMD) tersebut. ”Jadi, masalahnya sudah super komplet,” katanya Jumat (15/9).

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Gelar Senam Sehat Kolosal

Dengan kondisi itu, pihaknya berpikir realistis. Legislatif memberi usulan agar perusahaan tersebut dibubarkan. Menurutnya, Bupati (nonaktif) Achmad Syafii menyambut baik rencana itu. Bahkan, orang nomor satu di Pamekasan itu mengaku sudah lama berniat mengevaluasi perusahaan yang sempat ingin bergerak di bidang perbankan itu.

Nah, karena sampai sekarang pembubaran itu belum terealisasi, dewan mengambil kebijakan tegas. Yakni, menyetop penyertaan modal. Sebab, wakil rakyat khawatir, jika ada penyertaan modal kembali, tidak bermanfaat secara maksimal. Dewan membiarkan PT AUMM menjalankan usahanya dengan modal yang dimiliki.

”Andai saja rencana bisnis dan kajiannya jelas, mungkin kami pikir-pikir dulu (untuk memberikan penyertaan modal),” katanya.

Harun mengatakan, berkali-kali pemerintah memberi kesempatan bagi PT AUMM untuk bangkit. Namun, sampai sekarang belum ada hasil positif. Rencana kerja sama dengan BUMD Pemprov Jatim juga tidak jelas ujung pangkalnya. Dengan demikian, satu-satunya langkah yang dinilai paling bijak untuk menyelamatkan sisa uang rakyat adalah membubarkan perusahaan itu.

Baca Juga :  Ajak Perangi Covid-19, Bea Cukai Madura Bagikan APD

Direktur PT AUMM Abd. Wahab belum bisa dihubungi. Di kantornya juga tidak ada. Upaya konfirmasi melalui nomor telepon selulernya juga tidak berhasil. Hanya, pada kesempatan sebelumnya, Wahab berjanji akan memaksimalkan kesempatan tersebut.

Mengenai kebijakan pembubaran atau penyertaan modal, dia menyerahkan kepada bupati. Namun, jika ada penyertaan modal kembali, dia yakin sangat membantu PT AUMM untuk bangkit.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/