alexametrics
26.3 C
Madura
Wednesday, June 29, 2022

Hindari Calo, Satpas Polres Pamekasan Terapkan One Gate System

PAMEKASAN – Bagi yang memenuhi syarat, SIM wajib dimiliki pengemudi kendaraan. Baik pengendara roda dua maupun roda empat. Untuk mengantongi SIM, pemohon harus memenuhi syarat dan melewati sederet ujian. Baik uji teori maupun praktek.

Namun demikian, masih saja ada pemohon yang enggan mengikuti serangkaian ujian pembuatan SIM. Mereka cenderung memanfaatkan calo sebagai jalan pintas mendapatkan SIM dengan mudah.

Tapi, jangan coba-coba berharap begitu di Kota Gerbang Salam. Sebab, polisi serius memerangi calo. Apalagi, Satpas Polres Pamekasan sudah menerapkan one gate system. Hal ini, disampaikan Kanit Reg Ident Satlantas Polres Pamekasan, Iptu Ach Junaidi.

Ach. Junaidi mengatakan, one gate system merupakan upaya kepolisian mensterilkan kantor dari calo. “Jadi, di kantor kita pastikan sudah tidak ada calo lagi. Karena itu, kita memperketat keamanan. Masyarakat harus datang sendiri dan ikut ujian. Kalau bukan orangnya yang datang, kita larang masuk,” katanya.

Baca Juga :  Satlantas Polres Pamekasan Tanamkan Kedisipilinan pada Anak

Dijelaskan, SIM merupakan bukti sah seseorang diperbolehkan mengendarai kendaraan di jalan. Untuk itu, ujian SIM sangat penting mengukur kemampuan diri. Sebab diperlukan kompetensi yang mampuni untuk mendapatkannya.

“Kita ukur seberapa matang kemampuannya berkendara. Baik itu teori maupun praktek. Setelah dirasa mampu, kita kasih SIM, sebagai legitimasi pemohon mampu berkendara. Kalau pakai calo, pemohon yang rugi,” jelasnya.

Ach. Junaidi menekankan, selama ujian tidak dipungut biaya. Semuanya gratis. Bahkan yang tidak lulus ujian dan mau ikut ujian ulang, gratis. Mau ujian berkali-kali sampai lulus juga gratis. “Kita juga menyediakan ruangan bagi yang ingin belajar SIM agar lulus ujian. Tinggal belajar aja,” paparnya.

Baca Juga :  Pikap Muat Orang Bikin Waswas

Ach. Junaidi mengimbau kepada masyarakat tidak lewat calo. Sebab biayanya mahal, pemohon tidak bisa mengukur kemampuan diri. “Kalau ikut ujian trus gak lulus, dicoba lagi sampai lulus. Ada nilai kepuasan tersendiri,” tegasnya. (Herlina Trisukma)

PAMEKASAN – Bagi yang memenuhi syarat, SIM wajib dimiliki pengemudi kendaraan. Baik pengendara roda dua maupun roda empat. Untuk mengantongi SIM, pemohon harus memenuhi syarat dan melewati sederet ujian. Baik uji teori maupun praktek.

Namun demikian, masih saja ada pemohon yang enggan mengikuti serangkaian ujian pembuatan SIM. Mereka cenderung memanfaatkan calo sebagai jalan pintas mendapatkan SIM dengan mudah.

Tapi, jangan coba-coba berharap begitu di Kota Gerbang Salam. Sebab, polisi serius memerangi calo. Apalagi, Satpas Polres Pamekasan sudah menerapkan one gate system. Hal ini, disampaikan Kanit Reg Ident Satlantas Polres Pamekasan, Iptu Ach Junaidi.


Ach. Junaidi mengatakan, one gate system merupakan upaya kepolisian mensterilkan kantor dari calo. “Jadi, di kantor kita pastikan sudah tidak ada calo lagi. Karena itu, kita memperketat keamanan. Masyarakat harus datang sendiri dan ikut ujian. Kalau bukan orangnya yang datang, kita larang masuk,” katanya.

Baca Juga :  8 Bulan, 9.116 Pengguna Jalan di Pamekasan Ditilang Gara-Gara Ini

Dijelaskan, SIM merupakan bukti sah seseorang diperbolehkan mengendarai kendaraan di jalan. Untuk itu, ujian SIM sangat penting mengukur kemampuan diri. Sebab diperlukan kompetensi yang mampuni untuk mendapatkannya.

“Kita ukur seberapa matang kemampuannya berkendara. Baik itu teori maupun praktek. Setelah dirasa mampu, kita kasih SIM, sebagai legitimasi pemohon mampu berkendara. Kalau pakai calo, pemohon yang rugi,” jelasnya.

Ach. Junaidi menekankan, selama ujian tidak dipungut biaya. Semuanya gratis. Bahkan yang tidak lulus ujian dan mau ikut ujian ulang, gratis. Mau ujian berkali-kali sampai lulus juga gratis. “Kita juga menyediakan ruangan bagi yang ingin belajar SIM agar lulus ujian. Tinggal belajar aja,” paparnya.

Baca Juga :  Bansos Kewirausahaan Rp 1,025 Miliar Ngendon

Ach. Junaidi mengimbau kepada masyarakat tidak lewat calo. Sebab biayanya mahal, pemohon tidak bisa mengukur kemampuan diri. “Kalau ikut ujian trus gak lulus, dicoba lagi sampai lulus. Ada nilai kepuasan tersendiri,” tegasnya. (Herlina Trisukma)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/