alexametrics
22.8 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Penerima BLT Harus Buat Rekening Baru

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Pemkab Pamekasan segera mencairkan bantuan langsung tunai (BLT) dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT). Pencairan tersebut dijadwalkan secara simbolis pada 21 Desember mendatang.

Pencairan BLT DBHCHT ini dibagi dua tahap. Tahap pertama 18 ribu calon penerima. Namun, BRI sebagai penyalur masih melakukan verifikasi data pembuatan rekening hingga kemarin (16/12).

Hasil verifikasi sementara untuk pembuatan rekening penerima ini, BRI menemukan ada 5.000 calon penerima yang sudah memiliki rekening BRI. Dengan demikian, perlu melakukan verifikasi lanjutan untuk pembuatan rekening baru.

Kasubbag SDA Bagian Perekonomian Setkab Pamekasan Iska Fitrati menerangkan, calon penerima yang sudah memiliki rekening tidak kemudian langsung bisa menerima BLT ke rekening yang sudah ada. ”Sebab, penerima harus memakai rekening baru, dan BRI nanti yang akan mencari jalan keluarnya.  Mereka yang 5.000 tetap akan menjadi penerima, namun perlu mekanisme lain nanti,” katanya.

Baca Juga :  Ripa’a, Janda Tua Hidup Sebatang Kara tanpa Bantuan Pemerintah

Dia mengatakan, harus rekening baru karena berhubungan dengan pemantauan atau pengawasan realisasi dana BLT yang masuk Rp 900 ribu selama tiga bulan ke penerima. ”Meski tersendat, yang 5.000 ribu itu juga akan diproses,” katanya.

Iska menerangkan, total data buruh tani dan buruh pabrik yang masuk sebagai calon penerima berkisar 23 ribu. Sementara yang sudah selesai verifikasi dan validasi NIK masuk ke pencairan tahap pertama, yakni 18 ribu orang.

Dari 18 ribu calon penerima ini masih diverifikasi lagi untuk kepentingan pembuatan rekening bantuan. ”Tahap dua juga tahun ini. Namun, data verifikasi belum masuk ke kami dari penyuluh, dan kami verval ulang,” katanya.

Baca Juga :  Jangan Hanya Bayar Iuran JKN Ketika Sakit

Karena data yang masuk 23 ribuan, kemungkinan tahap dua nanti 5.000 penerima itu yang akan diproses. ”Untuk tahap dua kita belum pastikan karena masih verifikasi, dan kami menemukan banyak NIK yang ganda,” katanya.

- Advertisement -

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Pemkab Pamekasan segera mencairkan bantuan langsung tunai (BLT) dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT). Pencairan tersebut dijadwalkan secara simbolis pada 21 Desember mendatang.

Pencairan BLT DBHCHT ini dibagi dua tahap. Tahap pertama 18 ribu calon penerima. Namun, BRI sebagai penyalur masih melakukan verifikasi data pembuatan rekening hingga kemarin (16/12).

Hasil verifikasi sementara untuk pembuatan rekening penerima ini, BRI menemukan ada 5.000 calon penerima yang sudah memiliki rekening BRI. Dengan demikian, perlu melakukan verifikasi lanjutan untuk pembuatan rekening baru.


Kasubbag SDA Bagian Perekonomian Setkab Pamekasan Iska Fitrati menerangkan, calon penerima yang sudah memiliki rekening tidak kemudian langsung bisa menerima BLT ke rekening yang sudah ada. ”Sebab, penerima harus memakai rekening baru, dan BRI nanti yang akan mencari jalan keluarnya.  Mereka yang 5.000 tetap akan menjadi penerima, namun perlu mekanisme lain nanti,” katanya.

Baca Juga :  Ribuan Nelayan Tolak PP 85/2021

Dia mengatakan, harus rekening baru karena berhubungan dengan pemantauan atau pengawasan realisasi dana BLT yang masuk Rp 900 ribu selama tiga bulan ke penerima. ”Meski tersendat, yang 5.000 ribu itu juga akan diproses,” katanya.

Iska menerangkan, total data buruh tani dan buruh pabrik yang masuk sebagai calon penerima berkisar 23 ribu. Sementara yang sudah selesai verifikasi dan validasi NIK masuk ke pencairan tahap pertama, yakni 18 ribu orang.

Dari 18 ribu calon penerima ini masih diverifikasi lagi untuk kepentingan pembuatan rekening bantuan. ”Tahap dua juga tahun ini. Namun, data verifikasi belum masuk ke kami dari penyuluh, dan kami verval ulang,” katanya.

Baca Juga :  Partai Demokrat Jatim Gelar Safari Ramadan

Karena data yang masuk 23 ribuan, kemungkinan tahap dua nanti 5.000 penerima itu yang akan diproses. ”Untuk tahap dua kita belum pastikan karena masih verifikasi, dan kami menemukan banyak NIK yang ganda,” katanya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/