21.2 C
Madura
Tuesday, June 6, 2023

Sirkuat SGRP Hanya Bisa Digunakan Latihan

PAMEKASAN – Para pencinta balap motor di Kota Gerbang Salam harus bersabar. Mereka belum bisa menggunakan sirkuit di area Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP). Penyebabnya, hingga Minggu (16/7) pembangunan tahap tiga sirkuit di Desa Ceguk, Kecamatan Tlanakan, itu belum digelar.

Sirkuit SGRP selama ini hanya digunakan untuk latihan balap motor. Di area tersebut terpasang ban mobil bekas sebagai instrumen latihan. Belum digelarnya proyek lanjutan sirkuit itu menimbulkan banyak kekecewaan. Ketua Ikatan Motor Pamekasan (Impas) Sapto Wahyono mengaku heran pembangunan tidak kunjung digelar.

Padahal, para pencinta balap motor sudah lama menunggu ingin menyaksikan turnamen yang memacu adrenalin itu. ”Belum ada tanda-tanda bahwa proyek tahap ketiga pembangunan sirkuit akan digelar. Kami juga tidak tahu apa penyebabnya,” ujar Sapto. ”Sebagai pencinta balap motor, saya hanya berharap agar pemkab segera melaksanakan pembangunannya,” tegasnya.

Baca Juga :  Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Madura Deklarasi di IAIN Madura

Jika dilihat dari tahap pembangunan, tahun ini sirkuit SGRP masih tidak bisa dipakai untuk kejuaraan resmi. Sebab, proyek tersebut belum dilelang secara terbuka. Buktinya, di situs resmi Layanan Pengadaan secara Elektronik (LPSE) Pemkab Pamekasan, paket tersebut belum diunggah.

Sayangnya, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pamekasan Muhammad belum bisa dimintai keterangan. Saat dihubungi melalui telepon pribadinya, dia mengaku masih kurang sehat. ”Saya masih sakit. Besok saja ya,” katanya.

Sekadar diingat, pembangunan sirkuit sudah menelan dana miliaran rupiah. Tahap pertama digerojok Rp 1,4 miliar melalui APBD 2015. Kemudian, pada tahap kedua, pemkab kembali menggelontorkan Rp 4,8 miliar dalam APBD 2016. Jika tidak ada perubahan, anggaran untuk pembangunan sirkuit tahap tiga sekitar Rp 5 miliar.

Baca Juga :  Hakim Tidak Boleh Salah Menerapkan Hukum

PAMEKASAN – Para pencinta balap motor di Kota Gerbang Salam harus bersabar. Mereka belum bisa menggunakan sirkuit di area Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP). Penyebabnya, hingga Minggu (16/7) pembangunan tahap tiga sirkuit di Desa Ceguk, Kecamatan Tlanakan, itu belum digelar.

Sirkuit SGRP selama ini hanya digunakan untuk latihan balap motor. Di area tersebut terpasang ban mobil bekas sebagai instrumen latihan. Belum digelarnya proyek lanjutan sirkuit itu menimbulkan banyak kekecewaan. Ketua Ikatan Motor Pamekasan (Impas) Sapto Wahyono mengaku heran pembangunan tidak kunjung digelar.

Padahal, para pencinta balap motor sudah lama menunggu ingin menyaksikan turnamen yang memacu adrenalin itu. ”Belum ada tanda-tanda bahwa proyek tahap ketiga pembangunan sirkuit akan digelar. Kami juga tidak tahu apa penyebabnya,” ujar Sapto. ”Sebagai pencinta balap motor, saya hanya berharap agar pemkab segera melaksanakan pembangunannya,” tegasnya.


Baca Juga :  Satu Penyuluh Harus Tangani Lima Desa

Jika dilihat dari tahap pembangunan, tahun ini sirkuit SGRP masih tidak bisa dipakai untuk kejuaraan resmi. Sebab, proyek tersebut belum dilelang secara terbuka. Buktinya, di situs resmi Layanan Pengadaan secara Elektronik (LPSE) Pemkab Pamekasan, paket tersebut belum diunggah.

Sayangnya, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Pamekasan Muhammad belum bisa dimintai keterangan. Saat dihubungi melalui telepon pribadinya, dia mengaku masih kurang sehat. ”Saya masih sakit. Besok saja ya,” katanya.

Sekadar diingat, pembangunan sirkuit sudah menelan dana miliaran rupiah. Tahap pertama digerojok Rp 1,4 miliar melalui APBD 2015. Kemudian, pada tahap kedua, pemkab kembali menggelontorkan Rp 4,8 miliar dalam APBD 2016. Jika tidak ada perubahan, anggaran untuk pembangunan sirkuit tahap tiga sekitar Rp 5 miliar.

Baca Juga :  Parah! Pelajar di Pamekasan Ternyata Ada Yang Bolos Mulai Jam 07.00

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/