alexametrics
22.3 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Desak Ungkap Jaringan Lintas Negara

PAMEKASAN – Penangkapan Sarintem alias IM, penerima paket 5 kilogram narkoba diharapkan menjadi pintu pembuka pemberantasan narkoba kelas kakap. Sejauh ini penyalah guna narkoba yang tertangkap baru kelas teri.

Aktivis Gerakan Pemuda Antinarkoba (Gerpana) Abd. Ghafur mengatakan, penangkapan penerima paket sabu itu harus menjadi atensi polisi. Barang bukti yang disita sangat banyak. Jika berhasil disebarkan, bisa ratusan orang terkena dampak. ”Harus ada tindak lanjut serius dari kepolisian,” katanya kemarin (16/6).

Ghafur mengatakan, ada beberapa hal menarik diselidiki dari penangkapan itu. Narkoba tersebut dikirim seseorang dari Malaysia. Tidak menutup kemungkinan, pengiriman barang haram itu bukan kali pertama.

Patut diduga bahwa pelaku bisnis haram itu terhubung langsung dengan jaringan narkoba negeri jiran. Kasus tersebut diharapkan menjadi pintu pembuka pemberantasan narkoba skala besar. Sejauh ini polisi hanya menangkap penyalah guna narkoba dengan barang bukti sedikit.

Baca Juga :  Perusahaan Siap Serap 15.600 Ton Tembakau

Ghafur meminta polisi lebih serius. Pengawasan terhadap peredaran barang haram itu harus lebih optimal. Dengan demikian, masyarakat Pamekasan terlindungi dari barang berbahaya itu.

Jika perlu, kata dia, Polres Pamekasan berkoordinasi dengan Polda Jatim untuk menindaklanjuti penangkapan yang dilakukan Ditreskoba Polda Metro Jaya itu. Harapannya, peredaran narkoba benar-benar diberantas.

Kasatnarkoba Polres Pamekasan AKP M. Sjaiful mengatakan, terkait penangkapan kurir tersebut, polres berkoordinasi dengan Ditreskoba Polda Jatim. Beberapa langkah ditempuh Korps Bhayangkara.

Bea Cukai dan Ditreskoba Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Ditreskoba Polda Jatim masih terus melakukan pemantauan. Yakni, dengan teknik delivery order dari pengirim paket yang berasal dari Malaysia.

Selanjutnya, Polda Metro Jaya akan bekerja sama dengan interpol untuk memastikan pengirim barang. Tujuannya, menangkap pengirim paket berisi narkoba itu. ”Sementara hanya ini yang bisa kami informasikan,” tandasnya.

Baca Juga :  Bacaleg Diduga Pakai Urine Orang Lain

Sebelumnya, IM alias Sarintem, warga asal Desa Kapong, Kecamatan Batumarmar, ditangkap Unit II Subdit II Polda Metro Jaya lantaran menerima kiriman sabu-sabu dari Malaysia. Penangkapan tersebut terjadi pada Selasa lalu (2/4) di Jalan Raya Tamberu, Kecamatan Batumarmar.

Pengirim paket berisi narkoba itu atas nama Sarimah dari Malaysia. Paket tersebut dikirim untuk Sarintem. Paket tersebut dikirim melalui jasa pengiriman barang PT Jasa Pengiriman Indonesia (JPI). Unit II Subdit II Polda Metro Jaya kemudian melakukan pemeriksaan menggunakan X-Ray. Hasilnya, ditemukan bungkusan yang didalamnya terdapat narkotika seberat 5,283 kilogram.

- Advertisement -

PAMEKASAN – Penangkapan Sarintem alias IM, penerima paket 5 kilogram narkoba diharapkan menjadi pintu pembuka pemberantasan narkoba kelas kakap. Sejauh ini penyalah guna narkoba yang tertangkap baru kelas teri.

Aktivis Gerakan Pemuda Antinarkoba (Gerpana) Abd. Ghafur mengatakan, penangkapan penerima paket sabu itu harus menjadi atensi polisi. Barang bukti yang disita sangat banyak. Jika berhasil disebarkan, bisa ratusan orang terkena dampak. ”Harus ada tindak lanjut serius dari kepolisian,” katanya kemarin (16/6).

Ghafur mengatakan, ada beberapa hal menarik diselidiki dari penangkapan itu. Narkoba tersebut dikirim seseorang dari Malaysia. Tidak menutup kemungkinan, pengiriman barang haram itu bukan kali pertama.


Patut diduga bahwa pelaku bisnis haram itu terhubung langsung dengan jaringan narkoba negeri jiran. Kasus tersebut diharapkan menjadi pintu pembuka pemberantasan narkoba skala besar. Sejauh ini polisi hanya menangkap penyalah guna narkoba dengan barang bukti sedikit.

Baca Juga :  Warga Patungan Perbaiki Jalan

Ghafur meminta polisi lebih serius. Pengawasan terhadap peredaran barang haram itu harus lebih optimal. Dengan demikian, masyarakat Pamekasan terlindungi dari barang berbahaya itu.

Jika perlu, kata dia, Polres Pamekasan berkoordinasi dengan Polda Jatim untuk menindaklanjuti penangkapan yang dilakukan Ditreskoba Polda Metro Jaya itu. Harapannya, peredaran narkoba benar-benar diberantas.

Kasatnarkoba Polres Pamekasan AKP M. Sjaiful mengatakan, terkait penangkapan kurir tersebut, polres berkoordinasi dengan Ditreskoba Polda Jatim. Beberapa langkah ditempuh Korps Bhayangkara.

Bea Cukai dan Ditreskoba Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Ditreskoba Polda Jatim masih terus melakukan pemantauan. Yakni, dengan teknik delivery order dari pengirim paket yang berasal dari Malaysia.

Selanjutnya, Polda Metro Jaya akan bekerja sama dengan interpol untuk memastikan pengirim barang. Tujuannya, menangkap pengirim paket berisi narkoba itu. ”Sementara hanya ini yang bisa kami informasikan,” tandasnya.

Baca Juga :  Tujuh Hari Polres Sampang Amankan 22 Tersangka

Sebelumnya, IM alias Sarintem, warga asal Desa Kapong, Kecamatan Batumarmar, ditangkap Unit II Subdit II Polda Metro Jaya lantaran menerima kiriman sabu-sabu dari Malaysia. Penangkapan tersebut terjadi pada Selasa lalu (2/4) di Jalan Raya Tamberu, Kecamatan Batumarmar.

Pengirim paket berisi narkoba itu atas nama Sarimah dari Malaysia. Paket tersebut dikirim untuk Sarintem. Paket tersebut dikirim melalui jasa pengiriman barang PT Jasa Pengiriman Indonesia (JPI). Unit II Subdit II Polda Metro Jaya kemudian melakukan pemeriksaan menggunakan X-Ray. Hasilnya, ditemukan bungkusan yang didalamnya terdapat narkotika seberat 5,283 kilogram.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

SMPN 3 Pademawu Jagokan Tarsun

Pemkab Sampang Belum Salurkan JPS

Biar Internetan Asik Terus, Pakai Axis

Artikel Terbaru

/