alexametrics
27.1 C
Madura
Thursday, June 30, 2022

DLH Lepas Pengelolaan Taman

PAMEKASAN – Pengelolaan Taman Kowel dan Gladak Anyar resmi ditangani Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM). Pekan lalu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan sudah melakukan penandatanganan serah terima kepada BKM.

Kepala DLH Pamekasan Amin Jabir mengatakan, secara administrasi pengelolaan taman sudah menjadi kewenangan BKM. Itu dilakukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan dan pengelolaan taman. ”Dengan diserahkan kepada BKM, diharapkan pengelolaan dan pemanfaatan taman bisa dirasakan masyarakat sekitar,” katanya kemarin (16/2).

BKM wajib menjaga ketertiban dari warga yang menyalahgunakan taman. Selama ini banyak laporan dari tokoh masyarakat tentang penyalahgunaan taman. BKM harus bisa memastikan agar hal itu tidak terjadi.

”Jangan sampai citra taman sebagai ruang terbuka hijau tidak dimanfaatkan dengan baik. Hal itu berpengaruh terhadap masyarakat sekitar,” ujarnya.

Baca Juga :  KPU Himbau Warga Pamekasan Gunakan Hak Pilih Sesuai Nurani

BKM juga harus mempunyai peraturan jam buka dan tutup serta tindakan bagi pemanfaat yang menyalahi aturan. Jika ada pengunjung yang melanggar, harus diberi tindakan agar tidak terulang.

Perawatan tumbuh kembang pohon dan bunga harus diperhatikan. Stabilisasi pohon juga harus terawat dengan baik. Jika ada yang rusak, DLH bersedia membantu. ”Agar tetap hijau. BKM juga bisa mengelola beberapa sarpras agar bisa dijadikan sumber pendapatan. Seperti memanfaatkan lahan parkir dan WC umum,” tuturnya.

Kendati demikian, pihaknya akan tetap memantau untuk mengetahui perkembangan taman. DLH meminta BKM untuk memberi laporan periodik terkait perkembangan dan sumber pendapatan taman kepada DLH. ”Kami tetap melakukan pendampingan hingga BKM biss mengelola secara mandiri,” ujar Jabir.

Baca Juga :  Gelar Pelatihan E-Commerce, Disperindag Akan Gagas Marketplace

Ketua Komisi III DPRD Pamekasan Hosnan Ahmadi menuturkan, meski sudah dilimpahkan ke BKM, harus ada pengawasan secara intensif dari dinas terkait. Dengan begitu pengelolaan taman tetap berfungsi sebagai RTH yang bisa dinikmati oleh masyarakat umum. ”DLH jangan sampai lepas tangan,” pintanya. (bil)

PAMEKASAN – Pengelolaan Taman Kowel dan Gladak Anyar resmi ditangani Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM). Pekan lalu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan sudah melakukan penandatanganan serah terima kepada BKM.

Kepala DLH Pamekasan Amin Jabir mengatakan, secara administrasi pengelolaan taman sudah menjadi kewenangan BKM. Itu dilakukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan dan pengelolaan taman. ”Dengan diserahkan kepada BKM, diharapkan pengelolaan dan pemanfaatan taman bisa dirasakan masyarakat sekitar,” katanya kemarin (16/2).

BKM wajib menjaga ketertiban dari warga yang menyalahgunakan taman. Selama ini banyak laporan dari tokoh masyarakat tentang penyalahgunaan taman. BKM harus bisa memastikan agar hal itu tidak terjadi.


”Jangan sampai citra taman sebagai ruang terbuka hijau tidak dimanfaatkan dengan baik. Hal itu berpengaruh terhadap masyarakat sekitar,” ujarnya.

Baca Juga :  Pasca Lebaran, Mahfud MD Nilai Suhu Politik Sudah Reda

BKM juga harus mempunyai peraturan jam buka dan tutup serta tindakan bagi pemanfaat yang menyalahi aturan. Jika ada pengunjung yang melanggar, harus diberi tindakan agar tidak terulang.

Perawatan tumbuh kembang pohon dan bunga harus diperhatikan. Stabilisasi pohon juga harus terawat dengan baik. Jika ada yang rusak, DLH bersedia membantu. ”Agar tetap hijau. BKM juga bisa mengelola beberapa sarpras agar bisa dijadikan sumber pendapatan. Seperti memanfaatkan lahan parkir dan WC umum,” tuturnya.

Kendati demikian, pihaknya akan tetap memantau untuk mengetahui perkembangan taman. DLH meminta BKM untuk memberi laporan periodik terkait perkembangan dan sumber pendapatan taman kepada DLH. ”Kami tetap melakukan pendampingan hingga BKM biss mengelola secara mandiri,” ujar Jabir.

Baca Juga :  Asta Batu Ampar Tak Pernah Sepi dari Pangkhatam Alquran

Ketua Komisi III DPRD Pamekasan Hosnan Ahmadi menuturkan, meski sudah dilimpahkan ke BKM, harus ada pengawasan secara intensif dari dinas terkait. Dengan begitu pengelolaan taman tetap berfungsi sebagai RTH yang bisa dinikmati oleh masyarakat umum. ”DLH jangan sampai lepas tangan,” pintanya. (bil)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/