alexametrics
25.1 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Capaian Vaksinasi Covid Baru Sepuluh Persen

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan harus lebih kerja ekstra agar sasaran vaksinasi lebih maksimal. Sebab, realisasi vaksinasi hingga pertengahan Juli masih sangat rendah.

”Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura, capaian vaksinasi Januari–Juli baru 10 persen dari target 650 ribu jiwa,” kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Pamekasan Nanang Suyanto kemarin (15/7).

Dia menjelaskan, penduduk Pamekasan berjumlah sekitar  900 ribu lebih. Target sasaran vaksinasi minimal 70 persen dari jumlah penduduk. Tujuannya agar tercapai kekebalan imunitas atau herd immunity.

”Sepuluh persen yang sudah divaksinasi tersebut merupakan kumpulan dari berbagai aspek. Mulai dari nakes, pelayan publik, masyarakat umum, lansia, guru, dan remaja,” ujarnya.

Baca Juga :  Gubernur Pantau Vaksinasi Nakes

Pria yang akrab disapa Nanang tersebut mengaku pihaknya menghadapi kendala dalam merealisasikan vaksinasi. Di antaranya, menghadapi masyarakat yang sudah termakan hoaks soal vaksinasi. ”Itu tantangan terbesar kita,”keluhnya.

Dia menjelaskan, banyak masyarakat yang tidak mau divaksin. Mereka mengaku takut jika divaksi akan meninggal dunia. ”Bahkan, ada yang tidak percaya bahwa Covid-19 itu ada, apalagi mau divaksin,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, sebelum melakukan vaksinasi tim medis terlebih dahulu melakukan screening kesehatan. Artinya, jika yang bersangkutan tidak memenuhi syarat untuk divaksin, pihaknya tidak bisa melakukan itu.

”Kita lakukan pemeriksaan kesehatan dan tentang penyakit yang diderita. Apakah memenuhi syarat, apakah bisa ditunda atau tidak. Masalah utamanya masyarakat tidak percaya tentang vaksin,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kantor Disegel, Pegawai Pemkab Jebol Pagar

Dia berharap agar masyarakat memiliki kesadaran untuk divaksin. Sebab, hal tersebut untuk meningkatkan imunitas warga.

            ”Ayo segara vaksin apalagi saat ini angka Covid-19 semakin meningkat. Jaga prokes jangan sampai abai,” tukasnya. 

- Advertisement -

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan harus lebih kerja ekstra agar sasaran vaksinasi lebih maksimal. Sebab, realisasi vaksinasi hingga pertengahan Juli masih sangat rendah.

”Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura, capaian vaksinasi Januari–Juli baru 10 persen dari target 650 ribu jiwa,” kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Pamekasan Nanang Suyanto kemarin (15/7).

Dia menjelaskan, penduduk Pamekasan berjumlah sekitar  900 ribu lebih. Target sasaran vaksinasi minimal 70 persen dari jumlah penduduk. Tujuannya agar tercapai kekebalan imunitas atau herd immunity.


”Sepuluh persen yang sudah divaksinasi tersebut merupakan kumpulan dari berbagai aspek. Mulai dari nakes, pelayan publik, masyarakat umum, lansia, guru, dan remaja,” ujarnya.

Baca Juga :  Perketat Lagi dengan PPKM Darurat

Pria yang akrab disapa Nanang tersebut mengaku pihaknya menghadapi kendala dalam merealisasikan vaksinasi. Di antaranya, menghadapi masyarakat yang sudah termakan hoaks soal vaksinasi. ”Itu tantangan terbesar kita,”keluhnya.

Dia menjelaskan, banyak masyarakat yang tidak mau divaksin. Mereka mengaku takut jika divaksi akan meninggal dunia. ”Bahkan, ada yang tidak percaya bahwa Covid-19 itu ada, apalagi mau divaksin,” ungkapnya.

Dia menjelaskan, sebelum melakukan vaksinasi tim medis terlebih dahulu melakukan screening kesehatan. Artinya, jika yang bersangkutan tidak memenuhi syarat untuk divaksin, pihaknya tidak bisa melakukan itu.

”Kita lakukan pemeriksaan kesehatan dan tentang penyakit yang diderita. Apakah memenuhi syarat, apakah bisa ditunda atau tidak. Masalah utamanya masyarakat tidak percaya tentang vaksin,” ungkapnya.

Baca Juga :  Peduli Pedagang, Malam-Malam Bupati Ra Latif Serahkan Bantuan

Dia berharap agar masyarakat memiliki kesadaran untuk divaksin. Sebab, hal tersebut untuk meningkatkan imunitas warga.

            ”Ayo segara vaksin apalagi saat ini angka Covid-19 semakin meningkat. Jaga prokes jangan sampai abai,” tukasnya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/