alexametrics
21.9 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Cakades Luar Desa Boleh Bertarung

PAMEKASAN – Sejumlah warga Desa Tlonto Ares, Kecamatan Waru, Pamekasan, memasang sejumlah spanduk terkait pemilihan kepala desa (pilkades) kemarin (15/7). Spanduk tersebut berisi tentang penolakan terhadap calon kepala desa (cakades) dari luar daerah. Namun, pemerintah memastikan calon dari luar desa boleh mencalonkan diri.

Hilal Alwahed, pemuda setempat, mengatakan, masyarakat menolak calon Kades dari luar daerah. Kedatangan calon tersebut dianggap mengganggu kondusivitas di tengah masyarakat. Sejauh ini kondisi masyarakat sangat kondusif.

Awalnya ada dua calon yang akan merebut simpati masyarakat. Namun, belakangan ada informasi akan ada calon dari luar daerah. Kedatangan calon tersebut diduga kuat untuk menjegal salah satu calon dari desa setempat.

Demi kondusivitas, masyarakat menolak cakades dari luar daerah tersebut. Harapannya, pesta demokrasi lima tahunan itu berjalan lancar, aman, dan kondusif tanpa adanya konflik.

Hilal berharap pemerintah mendengarkan aspirasi masyarakat. Meski secara aturan diperbolehkan, tetapi calon Kades luar daerah itu hanya akan mengganggu kondusivitas masyarakat. ”Desa kami sudah aman, sudah kondusif. Calon dari luar daerah sangat mengganggu kondusivitas,” katanya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pamekasan Ach. Faisol mengatakan, cakades tidak harus dari desa setempat. Tetapi, boleh dari desa mana pun. Ketentuan tersebut berdasar keputusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Baca Juga :  Realisasi BOS Tahap Tiga Abu-Abu

Pemerintah harus mengikuti putusan tersebut. Jika menggelar pilkades di luar ketentuan perundang-undangan bisa bermasalah secara hukum. ”Pilkades harus digelar sesuai aturan,” katanya.

Mengenai penolakan masyarakat, Faisol hanya bisa memberikan penjelasan secara persuasif. Dia memastikan tidak mungkin mengabulkan permintaan itu. Sebab, aturan pilkades sudah diputuskan. ”Aturan pilkades kami sosialisasikan kepada masyarakat sejak beberapa waktu lalu,” tandas pria berkumis itu.

Sementara itu, Komisi I DPRD Pamekasan memanggil seluruh camat yang menggelar pilkades serentak kemarin. Pemanggilan itu terkait rapat koordinasi menjelang pesta demokrasi tingkat desa. Pada kesempatan itu, Kepala DPMD Pamekasan Ach. Faisol menyimulasikan skema penilaian pada seleksi tambahan.

Ketua Komisi I DPRD Pamekasan Ismail mengatakan, seleksi tambahan melalui mekanisme skoring belum dipahami secara utuh oleh masyarakat. Akibatnya, banyak warga mempertanyakan mekanisme itu. Dengan demikian, dewan memanggil seluruh camat yang bakal menggelar pilkades serentak.

Harapannya, simulasi yang dilakukan DPMD Pamekasan bisa disampaikan kepada masyarakat. Ismail mengatakan, ada beberapa desa yang berpotensi memiliki cakades lebih dari lima orang. Sesuai regulasi harus ada seleksi tambahan. ”Tadi dijelaskan secara rinci di hadapan para camat,” katanya.

Baca Juga :  Diserbu Pengunjung, Menarik Wisatawan Mancanegara

Politikus Partai Demokrat itu menyampaikan, salah satu penilaian yang menjadi pertanyaan masyarakat adalah tes tulis. Sebab, dalam seleksi tambahan, ada tes tulis yang harus diikuti semua calon. Menurut penjelasan DPMD, tes tulis itu tidak dilakukan panitia pilkades. Tetapi, lembaga asesmen berkompeten yang berkantor di Surabaya.

Ismail mengatakan, dari 93 desa yang bakal menggelar pilkades, sebagian sudah membuka pendaftaran. Pendaftaran dibuka selama sembilan hari dari tanggal 8 Juli hingga 17 Juli. ”Semoga pilkades berjalan lancar,” katanya.

Faisol mengatakan, skoring dalam seleksi tambahan melalui tahap panjang. Kajian dan konsultasi kepada pemerintah provinsi dilakukan sehingga terbentuk perda dan perbup. Pelaksanaan tes tulis di Surabaya oleh lembaga independen yang bekerja sama dengan pemerintah. Lembaga tersebut dipastikan bekerja secara profesional.

Pria berkumis itu menyatakan, mekanisme skoring itu akan berlangsung sesuai aturan. Jika ada desa yang memiliki cakades lebih dari lima orang, seleksi tambahan akan tetap dilakukan. ”Pilkades akan dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku,” tandasnya.

- Advertisement -

PAMEKASAN – Sejumlah warga Desa Tlonto Ares, Kecamatan Waru, Pamekasan, memasang sejumlah spanduk terkait pemilihan kepala desa (pilkades) kemarin (15/7). Spanduk tersebut berisi tentang penolakan terhadap calon kepala desa (cakades) dari luar daerah. Namun, pemerintah memastikan calon dari luar desa boleh mencalonkan diri.

Hilal Alwahed, pemuda setempat, mengatakan, masyarakat menolak calon Kades dari luar daerah. Kedatangan calon tersebut dianggap mengganggu kondusivitas di tengah masyarakat. Sejauh ini kondisi masyarakat sangat kondusif.

Awalnya ada dua calon yang akan merebut simpati masyarakat. Namun, belakangan ada informasi akan ada calon dari luar daerah. Kedatangan calon tersebut diduga kuat untuk menjegal salah satu calon dari desa setempat.


Demi kondusivitas, masyarakat menolak cakades dari luar daerah tersebut. Harapannya, pesta demokrasi lima tahunan itu berjalan lancar, aman, dan kondusif tanpa adanya konflik.

Hilal berharap pemerintah mendengarkan aspirasi masyarakat. Meski secara aturan diperbolehkan, tetapi calon Kades luar daerah itu hanya akan mengganggu kondusivitas masyarakat. ”Desa kami sudah aman, sudah kondusif. Calon dari luar daerah sangat mengganggu kondusivitas,” katanya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pamekasan Ach. Faisol mengatakan, cakades tidak harus dari desa setempat. Tetapi, boleh dari desa mana pun. Ketentuan tersebut berdasar keputusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Baca Juga :  DPMD Galakkan Sosialisasi Pencegahan Rokok Ilegal

Pemerintah harus mengikuti putusan tersebut. Jika menggelar pilkades di luar ketentuan perundang-undangan bisa bermasalah secara hukum. ”Pilkades harus digelar sesuai aturan,” katanya.

Mengenai penolakan masyarakat, Faisol hanya bisa memberikan penjelasan secara persuasif. Dia memastikan tidak mungkin mengabulkan permintaan itu. Sebab, aturan pilkades sudah diputuskan. ”Aturan pilkades kami sosialisasikan kepada masyarakat sejak beberapa waktu lalu,” tandas pria berkumis itu.

Sementara itu, Komisi I DPRD Pamekasan memanggil seluruh camat yang menggelar pilkades serentak kemarin. Pemanggilan itu terkait rapat koordinasi menjelang pesta demokrasi tingkat desa. Pada kesempatan itu, Kepala DPMD Pamekasan Ach. Faisol menyimulasikan skema penilaian pada seleksi tambahan.

Ketua Komisi I DPRD Pamekasan Ismail mengatakan, seleksi tambahan melalui mekanisme skoring belum dipahami secara utuh oleh masyarakat. Akibatnya, banyak warga mempertanyakan mekanisme itu. Dengan demikian, dewan memanggil seluruh camat yang bakal menggelar pilkades serentak.

Harapannya, simulasi yang dilakukan DPMD Pamekasan bisa disampaikan kepada masyarakat. Ismail mengatakan, ada beberapa desa yang berpotensi memiliki cakades lebih dari lima orang. Sesuai regulasi harus ada seleksi tambahan. ”Tadi dijelaskan secara rinci di hadapan para camat,” katanya.

Baca Juga :  Nyalon Kades, BPD Wajib Mundur

Politikus Partai Demokrat itu menyampaikan, salah satu penilaian yang menjadi pertanyaan masyarakat adalah tes tulis. Sebab, dalam seleksi tambahan, ada tes tulis yang harus diikuti semua calon. Menurut penjelasan DPMD, tes tulis itu tidak dilakukan panitia pilkades. Tetapi, lembaga asesmen berkompeten yang berkantor di Surabaya.

Ismail mengatakan, dari 93 desa yang bakal menggelar pilkades, sebagian sudah membuka pendaftaran. Pendaftaran dibuka selama sembilan hari dari tanggal 8 Juli hingga 17 Juli. ”Semoga pilkades berjalan lancar,” katanya.

Faisol mengatakan, skoring dalam seleksi tambahan melalui tahap panjang. Kajian dan konsultasi kepada pemerintah provinsi dilakukan sehingga terbentuk perda dan perbup. Pelaksanaan tes tulis di Surabaya oleh lembaga independen yang bekerja sama dengan pemerintah. Lembaga tersebut dipastikan bekerja secara profesional.

Pria berkumis itu menyatakan, mekanisme skoring itu akan berlangsung sesuai aturan. Jika ada desa yang memiliki cakades lebih dari lima orang, seleksi tambahan akan tetap dilakukan. ”Pilkades akan dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/