alexametrics
24.4 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

PDAM Masih Kesulitan Cari Sumber Air

PAMEKASAN – Harapan masyarakat wilayah utara Pamekasan agar terbebas dari krisis air bersih saat musim kemarau sulit terwujud dalam waktu dekat. Sebab, pemkab sulit mencari sumber mata air yang layak dikelola.

Direktur PDAM Pamekasan Agoes Bachtiar menyatakan, pihaknya sudah menyurvei sejumlah lokasi. Meski jumlahnya banyak, sumber tersebut tidak potensial dikelola PDAM. ”Sayangnya, sumber mata air itu tidak berpotensi,” terangnya.

Sumbernya, jelas Agoes, terlalu kecil. Sementara sumber mata air baru bisa dikelola jika debitnya besar. ”Yang debitnya kecil 1–4 liter per detik dikelola masyarakat. Kalau debitnya 5–7,5 liter per detik bisa dikelola PDAM,” terangnya.

Namun, sumber tersebut bisa dikelola oleh dinas lain. Dengan catatan, jumlah kebutuhan masyarakat tidak begitu banyak. ”PDAM siap membantu berkaitan dengan perencanaan dan teknisnya bagaimana,” ujarnya.

Baca Juga :  Bu Hajah Terjaring Razia Gepeng

Sumber mata air yang berpotensi dikelola PDAM yaitu di Desa Sotabar dan Desa Kapong, Kecamatan Batumarmar. Sumber itu sudah dalam perencanaan PDAM dengan taksasi anggaran miliaran rupiah.

”Masih dalam proses. Kalau di sana dikelola PDAM, sedikit banyak bisa menyelesaikan persoalan kekeringan di wilayah pantura,” tegasnya.

Anggota DPRD Pamekasan Muksin Salim mengapresiasi upaya pemkab mengatasi masalah kekeringan di wilayah pantura. Sebab, hal tersebut menjadi masalah tahunan ketika musim kemarau. ”Semoga ada sumber yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat banyak,” tukasnya.

- Advertisement -

PAMEKASAN – Harapan masyarakat wilayah utara Pamekasan agar terbebas dari krisis air bersih saat musim kemarau sulit terwujud dalam waktu dekat. Sebab, pemkab sulit mencari sumber mata air yang layak dikelola.

Direktur PDAM Pamekasan Agoes Bachtiar menyatakan, pihaknya sudah menyurvei sejumlah lokasi. Meski jumlahnya banyak, sumber tersebut tidak potensial dikelola PDAM. ”Sayangnya, sumber mata air itu tidak berpotensi,” terangnya.

Sumbernya, jelas Agoes, terlalu kecil. Sementara sumber mata air baru bisa dikelola jika debitnya besar. ”Yang debitnya kecil 1–4 liter per detik dikelola masyarakat. Kalau debitnya 5–7,5 liter per detik bisa dikelola PDAM,” terangnya.


Namun, sumber tersebut bisa dikelola oleh dinas lain. Dengan catatan, jumlah kebutuhan masyarakat tidak begitu banyak. ”PDAM siap membantu berkaitan dengan perencanaan dan teknisnya bagaimana,” ujarnya.

Baca Juga :  Krisis Air Bersih, Warga di Bangkalan Manfaatkan Genangan Air Sungai

Sumber mata air yang berpotensi dikelola PDAM yaitu di Desa Sotabar dan Desa Kapong, Kecamatan Batumarmar. Sumber itu sudah dalam perencanaan PDAM dengan taksasi anggaran miliaran rupiah.

”Masih dalam proses. Kalau di sana dikelola PDAM, sedikit banyak bisa menyelesaikan persoalan kekeringan di wilayah pantura,” tegasnya.

Anggota DPRD Pamekasan Muksin Salim mengapresiasi upaya pemkab mengatasi masalah kekeringan di wilayah pantura. Sebab, hal tersebut menjadi masalah tahunan ketika musim kemarau. ”Semoga ada sumber yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat banyak,” tukasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Kamal Takkan Mati

Pembangunan Sampang Sport Center Molor

Diduga Curi Besi, Petani Masuk Bui

Pemenuhan RTH Belum Tercapai

Artikel Terbaru

/