alexametrics
19.7 C
Madura
Friday, May 27, 2022

Ibu Meninggal, Ditinggal Kawin Bapak, Hairul Anwar Bisa Sabet Prestasi

PAMEKASAN – Hairul Anwar tidak seberuntung teman sepantarannya. Remaja berusia 19 tahun itu hidup sebatang kara. Ibundanya yakni Zahrah sudah meninggal. Parahnya, Hairul ditinggal bapaknya yang kawin lagi.

Sejak umur 11 tahun, warga Desa Larangan Dalam, Kecamatan Larangan itu mandiri. Setiap hari, Hairul mencari rumput dan diupah Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu. Meski tidak mengemis, tapi tetangganya berbelas kasih.

Semangat Hairul bersekolah tidak pudar. Dia murid kelas XII MA Al-Huda Sumber Nangka. Bahkan, menyabet juara II Olimpiade PAI tingkat MTS Se-Pamekasan. “Pendidikan adalah cara saya memperbaiki keadaan,” ujarnya.

Hairul bercita-cita ingin menjadi guru mengaji, mengajari anak-anak. Dia ingin bermanfaat bagi orang lain, berbagi ilmu. “Saya tidak ingin anak-anak yang lain merasakan hal yang sama seperti saya,” katanya.

Baca Juga :  Pemekaran Dua Desa Terganjal

Saat ditanya apa yang diinginkannya saat ini, Hairul menjawab menginginkan sepeda. Sehingga, bisa dipakai ke sekolah dan mencari rumput. Selama ini, Hairul mengaku belum pernah dibantu pemerintah.

“Tidak apa-apa. Saya harus berusaha sendiri untuk makan. Yang penting, jangan menghentikan langkah saya menempuh pendidikan,” ungkapnya. (Santi Stia Wardani)

PAMEKASAN – Hairul Anwar tidak seberuntung teman sepantarannya. Remaja berusia 19 tahun itu hidup sebatang kara. Ibundanya yakni Zahrah sudah meninggal. Parahnya, Hairul ditinggal bapaknya yang kawin lagi.

Sejak umur 11 tahun, warga Desa Larangan Dalam, Kecamatan Larangan itu mandiri. Setiap hari, Hairul mencari rumput dan diupah Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu. Meski tidak mengemis, tapi tetangganya berbelas kasih.

Semangat Hairul bersekolah tidak pudar. Dia murid kelas XII MA Al-Huda Sumber Nangka. Bahkan, menyabet juara II Olimpiade PAI tingkat MTS Se-Pamekasan. “Pendidikan adalah cara saya memperbaiki keadaan,” ujarnya.


Hairul bercita-cita ingin menjadi guru mengaji, mengajari anak-anak. Dia ingin bermanfaat bagi orang lain, berbagi ilmu. “Saya tidak ingin anak-anak yang lain merasakan hal yang sama seperti saya,” katanya.

Baca Juga :  Bangun Pagar Makam Joko Tarub, Biaya Disumbang Peziarah Asal Bangkalan

Saat ditanya apa yang diinginkannya saat ini, Hairul menjawab menginginkan sepeda. Sehingga, bisa dipakai ke sekolah dan mencari rumput. Selama ini, Hairul mengaku belum pernah dibantu pemerintah.

“Tidak apa-apa. Saya harus berusaha sendiri untuk makan. Yang penting, jangan menghentikan langkah saya menempuh pendidikan,” ungkapnya. (Santi Stia Wardani)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/