alexametrics
21.2 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Jumlah Penyuluh KB Tidak Ideal

PAMEKASAN – Jumlah penyuluh program keluarga berencana (KB) di Pamekasan belum ideal. Data Dinas Permberdayaan Perlindungan Perempuan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Pamekasan menunjukkan, penyuluh KB hanya 58 orang. Mereka tersebar di 13 kecamatan.

Kabid KB DP3AKB Pamekasan Soerjati mengatakan, untuk merealisasikan program KB, pihaknya memiliki koordinator kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK). Di masing-maing kecamatan sudah dibangun balai penyuluh KKBPK.

”Di setiap kecamatan ada koordinator KKBPK yang membawahi penyuluh KB. Tapi belum merata. Masing-masing penyuluh pembagian desanya tidak sama. Satu penyuluh dibagi sesuai jumlah desa,” katanya kemarin (15/2).

Soerjati mencontohkan, di Kecamatan Tlanakan memiliki lima penyuluh yang dibagi ke 18 desa. Di kecamatan yang lain mengalami hal yang sama. Utamanya di daerah pantura seperti di Pasean yang hanya memiliki dua penyuluh KB.

Baca Juga :  Lindungi Sapi Bunting dan Partus dengan Sigap Sratus 369 Plus

”Kami kekurangan banyak penyuluh. Dengan jumlah penyuluh yang kurang ini kami tetap berupaya untuk memaksimalkan semua program. Dengan begitu, semua lapisan masyarakat dapat tersentuh dengan program kami,” ujarnya.

Saat ini jumlah penyuluh KB berkurang lima orang karena pensiun. Jika sebelumnya 58, kini menjadi 53 penyuluh. Hingga saat ini belum ada pengganti dari penyuluh yang pensiun.

Terkait rencana rekrutmen penyuluh KB, pihaknya tidak memberikan komentar. Sebab, hal itu merupakan kewenangan pemerintah pusat. Penyuluh KB tergolong ASN pusat.

”Rekrutmen penyuluh dilakukan pemerintah pusat. Kami hanya membantu administrasi saja,” katanya.

Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan Taufiqurrahman menyampaikan, meski kekurangan penyuluh, semua program harus dijalankan. Menurut dia, penyuluh KB memiliki peran penting dalam merealisasikan progam KB.

Baca Juga :  Telkomsel Beri Pelanggannya di Madura Sebuah Mobil

”Seharusnya kalau memang kurang tenaga penyuluh diajukan ke pemerintah pusat. Dengan begitu, jika ada peluang bisa dapat jatah penerimaan pegawai,” katanya. (bil)

PAMEKASAN – Jumlah penyuluh program keluarga berencana (KB) di Pamekasan belum ideal. Data Dinas Permberdayaan Perlindungan Perempuan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Pamekasan menunjukkan, penyuluh KB hanya 58 orang. Mereka tersebar di 13 kecamatan.

Kabid KB DP3AKB Pamekasan Soerjati mengatakan, untuk merealisasikan program KB, pihaknya memiliki koordinator kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK). Di masing-maing kecamatan sudah dibangun balai penyuluh KKBPK.

”Di setiap kecamatan ada koordinator KKBPK yang membawahi penyuluh KB. Tapi belum merata. Masing-masing penyuluh pembagian desanya tidak sama. Satu penyuluh dibagi sesuai jumlah desa,” katanya kemarin (15/2).


Soerjati mencontohkan, di Kecamatan Tlanakan memiliki lima penyuluh yang dibagi ke 18 desa. Di kecamatan yang lain mengalami hal yang sama. Utamanya di daerah pantura seperti di Pasean yang hanya memiliki dua penyuluh KB.

Baca Juga :  Biaya Operasi Novia Lunas Berkat Semangat Gotong Royong JKN - KIS

”Kami kekurangan banyak penyuluh. Dengan jumlah penyuluh yang kurang ini kami tetap berupaya untuk memaksimalkan semua program. Dengan begitu, semua lapisan masyarakat dapat tersentuh dengan program kami,” ujarnya.

Saat ini jumlah penyuluh KB berkurang lima orang karena pensiun. Jika sebelumnya 58, kini menjadi 53 penyuluh. Hingga saat ini belum ada pengganti dari penyuluh yang pensiun.

Terkait rencana rekrutmen penyuluh KB, pihaknya tidak memberikan komentar. Sebab, hal itu merupakan kewenangan pemerintah pusat. Penyuluh KB tergolong ASN pusat.

”Rekrutmen penyuluh dilakukan pemerintah pusat. Kami hanya membantu administrasi saja,” katanya.

Anggota Komisi IV DPRD Pamekasan Taufiqurrahman menyampaikan, meski kekurangan penyuluh, semua program harus dijalankan. Menurut dia, penyuluh KB memiliki peran penting dalam merealisasikan progam KB.

Baca Juga :  Pamekasan Unggul Sengketa KIP

”Seharusnya kalau memang kurang tenaga penyuluh diajukan ke pemerintah pusat. Dengan begitu, jika ada peluang bisa dapat jatah penerimaan pegawai,” katanya. (bil)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/