alexametrics
25.4 C
Madura
Monday, May 16, 2022

Petugas Imigrasi Kantongi Identitas Dua Oknum Penyalahguna Paspor

PAMEKASAN – Pembuatan paspor di Kantor Imigrasi rawan disalahgunakan. Terbukti, Kantor Imigrasi kelas III Pamekasan mengantongi dua oknum yang diduga memalsukan persyaratan pembuatan paspor. Keduanya terancam diseret ke meja hijau. 

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Subseksi Teknologi Informasi, Intelijen dan Pendidikan Kantor Imigrasi kelas III Pamekasan, Redi Restuanto. Dikatakan jika pihaknya sudah mengantongi nama dua oknum pemalsu persyaratan pembuatan paspor. “Kami sudah mengantongi dua nama. Tapi masih dirahasiakan untuk diseret ke pengadilan” katanya.

Dijelaskan, berkas dan semua data terduga pelaku pemalsu persyaratan pembuatan paspor sudah dimiliki oleh Kantor Imigrasi Kelas III Pamekasan. Direncanakan, akhir bulan ini keduanya akan diproses hukum.

Baca Juga :  Dua Oknum LSM Divonis Setahun Setengah

Diungkapkan, jika animo masyarakat untuk bekerja di luar negeri cukup tinggi. Itu terbukti dengan angka pembuatan paspor yang terus meningkat. Bahkan, tidak jarang paspor dipalsukan. Sehingga, banyak yang ke luar negeri lewat cara yang tidak prosedural.

Laki – laki yang akrab disapa Redi itu mengungkapkan, jika tahun ini sudah 700 pemohon paspor ditolak. Sebab pemohon tidak melengkapi persyaratan yang ditentukan. Seperti, tidak mempunyai surat traning pengalaman bekerja, tidak bisa melampirkan surat rekomendasi Kemenag dan rekomendasi travel.

“Kami bukan mempersulit. Tapi mengikuti prosedur yang ada. Hal ini juga untuk menghindari calo / tekong yang masih bergiat  dalam pembuatan berkas-berkas. Dan kami tidak tebang pilih, meskipun pejabat tetap ditolak jika tidak prosedural,” katanya. (rm4)

Baca Juga :  Zainal Abidin Komitmen Berdayakan KKKS

PAMEKASAN – Pembuatan paspor di Kantor Imigrasi rawan disalahgunakan. Terbukti, Kantor Imigrasi kelas III Pamekasan mengantongi dua oknum yang diduga memalsukan persyaratan pembuatan paspor. Keduanya terancam diseret ke meja hijau. 

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Subseksi Teknologi Informasi, Intelijen dan Pendidikan Kantor Imigrasi kelas III Pamekasan, Redi Restuanto. Dikatakan jika pihaknya sudah mengantongi nama dua oknum pemalsu persyaratan pembuatan paspor. “Kami sudah mengantongi dua nama. Tapi masih dirahasiakan untuk diseret ke pengadilan” katanya.

Dijelaskan, berkas dan semua data terduga pelaku pemalsu persyaratan pembuatan paspor sudah dimiliki oleh Kantor Imigrasi Kelas III Pamekasan. Direncanakan, akhir bulan ini keduanya akan diproses hukum.

Baca Juga :  Nasabah Puas dengan Layanan Bank Jatim

Diungkapkan, jika animo masyarakat untuk bekerja di luar negeri cukup tinggi. Itu terbukti dengan angka pembuatan paspor yang terus meningkat. Bahkan, tidak jarang paspor dipalsukan. Sehingga, banyak yang ke luar negeri lewat cara yang tidak prosedural.

Laki – laki yang akrab disapa Redi itu mengungkapkan, jika tahun ini sudah 700 pemohon paspor ditolak. Sebab pemohon tidak melengkapi persyaratan yang ditentukan. Seperti, tidak mempunyai surat traning pengalaman bekerja, tidak bisa melampirkan surat rekomendasi Kemenag dan rekomendasi travel.

“Kami bukan mempersulit. Tapi mengikuti prosedur yang ada. Hal ini juga untuk menghindari calo / tekong yang masih bergiat  dalam pembuatan berkas-berkas. Dan kami tidak tebang pilih, meskipun pejabat tetap ditolak jika tidak prosedural,” katanya. (rm4)

Baca Juga :  Lahan Parkir Pasar Keppo Tak Memadai

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/