alexametrics
24.9 C
Madura
Saturday, July 2, 2022

Minta Tambah Pasokan Air Bersih

PAMEKASAN – Kekeringan yang melanda wilayah Pamekasan berdampak pada menipisnya sumber mata air. Bantuan air bersih belum cukup. Warga terdampak meminta adanya tambahan dropping air.

Fatimah, 60, warga Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan menuturkan, sumur di sekitar rumahnya mulai mengering. Dia harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan air di sumur tersebut.

”Setelah airnya diambil, saya harus menunggu 2 hingga 4 jam untuk bisa mengambil lagi. Sebab, sekali diambil airnya pasti habis. Kalau mau mengambil lagi harus menunggu,” tuturnya Minggu (14/10).

Tetangganya juga mengambil air di sumur tersebut. Biasanya, air digunakan untuk mandi, minum, dan kebutuhan ibadah.

Menurut dia, bantuan air bersih dari pemerintah belum bisa memenuhi kebutuhan warga. Sebab, dalam seminggu, desanya hanya diberi jatah satu tangki. ”Tidak apa-apa, setidaknya bisa mengurangi beban kebutuhan air bersih,” ujarnya.

Baca Juga :  Cegah Peredaran Rokok ilegal, Ini yang Dilakukan Pemkab Pamekasan

Dia berharap bantuan air ditambah. ”Minimal dua kali seminggu agar masyarakat tidak kebingungan mencari air bersih,” harapnya.

Menanggapi itu, Supervisor Puldalops Penanggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan mengatakan, masyarakat yang meminta tambahan pengiriman air bersih tidak hanya di Desa Larangan Tokol. Hampir seluruh daerah yang terdampak kekeringan meminta tambahan dropping air.

Bahkan, desa yang sebelumnya tidak terdampak kekeringan, juga meminta bantuan air. ”Sekarang masyarakat sangat membutuhkan air. Banyak daerah yang minta tambahan,” ungkap dia.

Permintaan penambahan dropping air bersih bisa diberikan. Namun, kepala desa harus mengajukan permohonan tambahan air. ”Kalau memang kurang, Kadesnya harus mengirim surat ke kantor. Nanti biar cepat diproses,” katanya.

Baca Juga :  Mahasiswa Gelar Dramatikal Perjuangan Bung Tomo

PAMEKASAN – Kekeringan yang melanda wilayah Pamekasan berdampak pada menipisnya sumber mata air. Bantuan air bersih belum cukup. Warga terdampak meminta adanya tambahan dropping air.

Fatimah, 60, warga Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan menuturkan, sumur di sekitar rumahnya mulai mengering. Dia harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan air di sumur tersebut.

”Setelah airnya diambil, saya harus menunggu 2 hingga 4 jam untuk bisa mengambil lagi. Sebab, sekali diambil airnya pasti habis. Kalau mau mengambil lagi harus menunggu,” tuturnya Minggu (14/10).


Tetangganya juga mengambil air di sumur tersebut. Biasanya, air digunakan untuk mandi, minum, dan kebutuhan ibadah.

Menurut dia, bantuan air bersih dari pemerintah belum bisa memenuhi kebutuhan warga. Sebab, dalam seminggu, desanya hanya diberi jatah satu tangki. ”Tidak apa-apa, setidaknya bisa mengurangi beban kebutuhan air bersih,” ujarnya.

Baca Juga :  Dinas Pendidikan Pamekasan Kawal Pengelolaan Dana BOS yang Profesional

Dia berharap bantuan air ditambah. ”Minimal dua kali seminggu agar masyarakat tidak kebingungan mencari air bersih,” harapnya.

Menanggapi itu, Supervisor Puldalops Penanggulangan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan mengatakan, masyarakat yang meminta tambahan pengiriman air bersih tidak hanya di Desa Larangan Tokol. Hampir seluruh daerah yang terdampak kekeringan meminta tambahan dropping air.

Bahkan, desa yang sebelumnya tidak terdampak kekeringan, juga meminta bantuan air. ”Sekarang masyarakat sangat membutuhkan air. Banyak daerah yang minta tambahan,” ungkap dia.

Permintaan penambahan dropping air bersih bisa diberikan. Namun, kepala desa harus mengajukan permohonan tambahan air. ”Kalau memang kurang, Kadesnya harus mengirim surat ke kantor. Nanti biar cepat diproses,” katanya.

Baca Juga :  Geluti Bisnis Genting secara Turun Temurun, Ini Hasilnya

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/