alexametrics
28.7 C
Madura
Thursday, May 19, 2022

KPP Pratama Siapkan Generasi Emas Sadar Pajak

PAMEKASAN – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Pamekasan mengelar kegiatan edukasi Pajak Bertutur kepada siswa SD, SMP, dan SMA di Kota Gerbang Salam, Jumat (11/8). Kegiatan ini mendapatkan penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) atas rekor Edukasi Pajak Bertutur secara serentak kepada 127.459 siswa di 2.182 sekolah mulai SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi se-nusantara.

Kepala KPP Pratama Pamekasan Teddy Heriyanto, B.E.M., M.Si. menjelaskan, kegiatan ini untuk memberikan penyadaran atau kepedulian bagi para siswa agar lebih memahami peran penting pajak dalam pembangunan kehidupan sehari-hari. Pajak menyumbang sekitar 75 persen dari total penerimaan negara.

Penerimaan ini digunakan untuk membiayai pembangunan dan 20 persen digunakan untuk anggaran pendidikan seperti rehabilitasi ruang kelas, tunjangan profesi guru, tunjangan khusus guru, sertifikasi dosen, Kartu Indonesia Pintar, Bantuan Bidikmisi serta bantuan operasional sekolah.

Baca Juga :  Persepam Pulangkan Stoper Asli Pamekasan

Menyongsong Indonesia Emas 2045, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menginisiasi untuk mengintegrasikan materi kesadaran pajak dengan kurikulum pendidikan. DJP berharap anak-anak yang sudah diperkenalkan dengan pajak dan manfaatnya sejak dini menjadi wajib pajak yang tertib. 

”Wajib pajak merupakan pahlawan karena dari merekalah negeri ini dapat terus maju melakukan perbaikan dan pembangunan,” kata Teddy Heriyanto.

- Advertisement -

PAMEKASAN – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Pamekasan mengelar kegiatan edukasi Pajak Bertutur kepada siswa SD, SMP, dan SMA di Kota Gerbang Salam, Jumat (11/8). Kegiatan ini mendapatkan penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) atas rekor Edukasi Pajak Bertutur secara serentak kepada 127.459 siswa di 2.182 sekolah mulai SD, SMP, SMA, dan perguruan tinggi se-nusantara.

Kepala KPP Pratama Pamekasan Teddy Heriyanto, B.E.M., M.Si. menjelaskan, kegiatan ini untuk memberikan penyadaran atau kepedulian bagi para siswa agar lebih memahami peran penting pajak dalam pembangunan kehidupan sehari-hari. Pajak menyumbang sekitar 75 persen dari total penerimaan negara.

Penerimaan ini digunakan untuk membiayai pembangunan dan 20 persen digunakan untuk anggaran pendidikan seperti rehabilitasi ruang kelas, tunjangan profesi guru, tunjangan khusus guru, sertifikasi dosen, Kartu Indonesia Pintar, Bantuan Bidikmisi serta bantuan operasional sekolah.

Baca Juga :  Persepam Pulangkan Stoper Asli Pamekasan

Menyongsong Indonesia Emas 2045, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menginisiasi untuk mengintegrasikan materi kesadaran pajak dengan kurikulum pendidikan. DJP berharap anak-anak yang sudah diperkenalkan dengan pajak dan manfaatnya sejak dini menjadi wajib pajak yang tertib. 

”Wajib pajak merupakan pahlawan karena dari merekalah negeri ini dapat terus maju melakukan perbaikan dan pembangunan,” kata Teddy Heriyanto.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/