alexametrics
21 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

SDN Gelar KBM Tatap Muka

PAMEKASAN – Pemerintah pusat telah mengeluarkan buku panduan pelaksanaan pembelajaran di tengah pandemi Covid-19. Buku panduan itu merujuk pada surat keputusan bersama (SKB) 4 menteri.

Dalam buku panduan itu, pelaksanaan tahun ajaran baru di bangku pendidikan hanya boleh dilaksanakan di daerah zona hijau. Meski begitu, terdapat lembaga pendidikan yang tetap melaksanakan kegiatan tatap muka walaupun belum masuk zona hijau. Salah satunya, SDN Tentenan Barat, Kecamatan Larangan.

Pantauan Jawa Pos Radar Madura, ada puluhan siswa berseragam di halaman SDN Tentenan Barat kemarin (14/7). Bahkan, di salah satu ruangan, kegiatan belajar dan mengajar (KBM) berlangsung.

Kepala SDN Tentenan Barat Lagiono menyatakan, kebijakan itu hanya dilakukan kepada siswa baru pada masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Khusus kelas 1 masuk selama 3 hari ini. ”Saya bertanggung jawab seumpama apa yang saya lakukan ini disalahkan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Bupati Imbau Perkantoran Putar Murottal Qur’an

Lagiono mengklaim pembelajaran secara tatap muka khususnya terhadap siswa baru tidak hanya dilaksanakan lembaganya. Hal itu terpaksa dilakukan agar guru dan siswa bisa saling kenal. Bahkan, kata dia, hal tersebut sudah sepengetahuan Disdik Pamekasan. ”Sudah (atas sepengetahuan disdik), tetapi bukan secara tersurat,” tuturnya.

Siswa kelas II–VI juga diminta datang ke sekolah. Tujuannya, dilakukan pendataan terhadap siswa yang memiliki HP Android. Sebab, pembelajaran akan dilaksanakan dalam jaringan (daring). Sedangkan bagi yang tidak memiliki, pembelajaran bakal dilakukan secara luring. ”Luring itu berkelompok dengan maksimal 5 siswa,” imbuhnya.

Kendati siswa diminta datang ke sekolahnya, Lagiono mengklaim tetap mematuhi protokol pencegahan Covid-19. Namun, menurut pantauan koran ini, tidak ada seorang pun siswa yang mengenakan masker. Bahkan, tempat duduk untuk siswa kelas I seperti biasa.

Baca Juga :  Ikhtiar Napi Lapas Kelas II-A Pamekasan Memerangi Persebaran Covid-19

Di tempat terpisah, Sekretaris Disdik Pamekasan Yudia Samudra Nasir menerangkan, pembelajaran tahun baru tetap mengacu pada buku panduan Kemendikbud. Tatap muka hanya boleh dilaksanakan sekolah yang masuk zona hijau.

Namun, disdik memberikan kelonggaran pada lembaga untuk tatap muka 1 hari dalam rangka MPLS, Senin (13/7). Selebihnya, MPLS harus dilaksanakan secara daring. ”Dalam 1 hari itu hanya untuk perkenalan dan meminta nomor HP siswa,” tambahnya.

Pembelajaran tatap muka di SDN Tentenan Barat segera disikapi. Sebab, pelaksanaan KBM yang dilakukan menyalahi ketentuan pembelajaran sebagaimana di buku panduan. ”Kepala sekolahnya akan kami panggil untuk dimintai klarifikasi,” tegasnya. (jup)

PAMEKASAN – Pemerintah pusat telah mengeluarkan buku panduan pelaksanaan pembelajaran di tengah pandemi Covid-19. Buku panduan itu merujuk pada surat keputusan bersama (SKB) 4 menteri.

Dalam buku panduan itu, pelaksanaan tahun ajaran baru di bangku pendidikan hanya boleh dilaksanakan di daerah zona hijau. Meski begitu, terdapat lembaga pendidikan yang tetap melaksanakan kegiatan tatap muka walaupun belum masuk zona hijau. Salah satunya, SDN Tentenan Barat, Kecamatan Larangan.

Pantauan Jawa Pos Radar Madura, ada puluhan siswa berseragam di halaman SDN Tentenan Barat kemarin (14/7). Bahkan, di salah satu ruangan, kegiatan belajar dan mengajar (KBM) berlangsung.


Kepala SDN Tentenan Barat Lagiono menyatakan, kebijakan itu hanya dilakukan kepada siswa baru pada masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Khusus kelas 1 masuk selama 3 hari ini. ”Saya bertanggung jawab seumpama apa yang saya lakukan ini disalahkan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan,” ungkapnya.

Baca Juga :  HUT Kemerdekaan RI, BRI Salurkan Beasiswa kepada Anak Tenaga Medis

Lagiono mengklaim pembelajaran secara tatap muka khususnya terhadap siswa baru tidak hanya dilaksanakan lembaganya. Hal itu terpaksa dilakukan agar guru dan siswa bisa saling kenal. Bahkan, kata dia, hal tersebut sudah sepengetahuan Disdik Pamekasan. ”Sudah (atas sepengetahuan disdik), tetapi bukan secara tersurat,” tuturnya.

Siswa kelas II–VI juga diminta datang ke sekolah. Tujuannya, dilakukan pendataan terhadap siswa yang memiliki HP Android. Sebab, pembelajaran akan dilaksanakan dalam jaringan (daring). Sedangkan bagi yang tidak memiliki, pembelajaran bakal dilakukan secara luring. ”Luring itu berkelompok dengan maksimal 5 siswa,” imbuhnya.

Kendati siswa diminta datang ke sekolahnya, Lagiono mengklaim tetap mematuhi protokol pencegahan Covid-19. Namun, menurut pantauan koran ini, tidak ada seorang pun siswa yang mengenakan masker. Bahkan, tempat duduk untuk siswa kelas I seperti biasa.

Baca Juga :  Wakil Rakyat Desak Percepat Pembangunan

Di tempat terpisah, Sekretaris Disdik Pamekasan Yudia Samudra Nasir menerangkan, pembelajaran tahun baru tetap mengacu pada buku panduan Kemendikbud. Tatap muka hanya boleh dilaksanakan sekolah yang masuk zona hijau.

Namun, disdik memberikan kelonggaran pada lembaga untuk tatap muka 1 hari dalam rangka MPLS, Senin (13/7). Selebihnya, MPLS harus dilaksanakan secara daring. ”Dalam 1 hari itu hanya untuk perkenalan dan meminta nomor HP siswa,” tambahnya.

Pembelajaran tatap muka di SDN Tentenan Barat segera disikapi. Sebab, pelaksanaan KBM yang dilakukan menyalahi ketentuan pembelajaran sebagaimana di buku panduan. ”Kepala sekolahnya akan kami panggil untuk dimintai klarifikasi,” tegasnya. (jup)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/