alexametrics
26.5 C
Madura
Wednesday, June 29, 2022

Tembakau Sumbang Rp 500 Miliar untuk PDRB

PAMEKASAN – Industri tembakau di Kabupaten Pamekasan sangat potensial. Tanaman daun emas itu tidak hanya meningkatkan perekonomian petani. Tetapi, juga membantu pembangunan di Kota Gerbang Salam. Dalam setahun, tembakau menyumbang Rp 500 miliar terhadap produk domestik regional bruto (PDRB).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Bambang Edy Suprapto menyatakan, sumbangan tembakau terhadap PDRB Pamekasan mencapai 7,6 persen. Jika dinominalkan, nilainya Rp 500 miliar.

Menurut dia, dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) untuk Pamekasan cukup tinggi. Pada tahun anggaran (TA) 2018, nilainya mencapai Rp 42 miliar. Dana tersebut dimanfaatkan untuk berbagai jenis pembangunan. Termasuk, pembangunan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas).

Karena itu, pemerintah mendorong pengembangan tembakau. Berbagai macam bantuan berupa barang dan pembinaan diberikan. ”Kami mendorong penuh perkembangan tembakau,” katanya Senin (14/5).

Baca Juga :  Enam Pabrik Tembakau Sudah Tentukan Harga Pembelian

Bambang menerangkan, petani siap menatap musim tanam. Lahan seluas 30.794 hektare siap ditanami tumbuhan dengan nama ilmiah nicotiana tabacum itu. Rata-rata produksi, 6–7 kwintal per hektare.

Pemerintah juga bersiap menatap musim tembakau. Beberapa waktu lalu, seluruh pengusaha rokok dikumpulkan. Mereka diminta menyampaikan rencana penyerapan tembakau lengkap dengan harga yang bakal dipatok.

Menurut Bambang, berdasar hasil kajian pemerintah, break even point (BEP) tahun ini Rp 39.931 ribu. Nominal tersebut lebih tinggi daripada 2016 yang hanya Rp 32.861 ribu dan 2017 Rp 36.978 ribu.

Bambang berharap, kualitas tembakau tahun ini lebih baik. Dengan demikian, harga di pasaran lebih baik. ”Jika harga bagus, petani akan meraup untung besar,” katanya penuh harap.

Baca Juga :  Pelantikan Rektor Unira Berlangsung Khidmat

Anggota Komisi II DPRD Pamekasan Harun Suyitno menuturkan, industri tembakau memang menjanjikan. Secara ekonomi, tembakau sangat borpotensi meningkatkan kesejahteraan petani dan membantu pembangunan daerah.

Pemerintah harus benar-benar menjaga stabilitas harga. Jangan sampai ada oknum bermain. Siapa pun yang bermain dengan harga, pemerintah harus memberikan sanksi tegas. ”Pemerintah harus berpihak kepada petani,” katanya.

Harun berjanji, dewan juga akan mengawasi industri tembakau dengan ketat. Seluruh gudang rokok bakal didatangi sebagai langkah pengawasan. ”Semoga petani mendapat untung besar tahun ini,” harapnya. 

 

 

PAMEKASAN – Industri tembakau di Kabupaten Pamekasan sangat potensial. Tanaman daun emas itu tidak hanya meningkatkan perekonomian petani. Tetapi, juga membantu pembangunan di Kota Gerbang Salam. Dalam setahun, tembakau menyumbang Rp 500 miliar terhadap produk domestik regional bruto (PDRB).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Bambang Edy Suprapto menyatakan, sumbangan tembakau terhadap PDRB Pamekasan mencapai 7,6 persen. Jika dinominalkan, nilainya Rp 500 miliar.

Menurut dia, dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) untuk Pamekasan cukup tinggi. Pada tahun anggaran (TA) 2018, nilainya mencapai Rp 42 miliar. Dana tersebut dimanfaatkan untuk berbagai jenis pembangunan. Termasuk, pembangunan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas).


Karena itu, pemerintah mendorong pengembangan tembakau. Berbagai macam bantuan berupa barang dan pembinaan diberikan. ”Kami mendorong penuh perkembangan tembakau,” katanya Senin (14/5).

Baca Juga :  Jaka Jatim Bela Petani Tembakau, Tuntut Hal Ini Saat Demo Kantor Dewan

Bambang menerangkan, petani siap menatap musim tanam. Lahan seluas 30.794 hektare siap ditanami tumbuhan dengan nama ilmiah nicotiana tabacum itu. Rata-rata produksi, 6–7 kwintal per hektare.

Pemerintah juga bersiap menatap musim tembakau. Beberapa waktu lalu, seluruh pengusaha rokok dikumpulkan. Mereka diminta menyampaikan rencana penyerapan tembakau lengkap dengan harga yang bakal dipatok.

Menurut Bambang, berdasar hasil kajian pemerintah, break even point (BEP) tahun ini Rp 39.931 ribu. Nominal tersebut lebih tinggi daripada 2016 yang hanya Rp 32.861 ribu dan 2017 Rp 36.978 ribu.

Bambang berharap, kualitas tembakau tahun ini lebih baik. Dengan demikian, harga di pasaran lebih baik. ”Jika harga bagus, petani akan meraup untung besar,” katanya penuh harap.

Baca Juga :  Pabrikan Tidak Transparan

Anggota Komisi II DPRD Pamekasan Harun Suyitno menuturkan, industri tembakau memang menjanjikan. Secara ekonomi, tembakau sangat borpotensi meningkatkan kesejahteraan petani dan membantu pembangunan daerah.

Pemerintah harus benar-benar menjaga stabilitas harga. Jangan sampai ada oknum bermain. Siapa pun yang bermain dengan harga, pemerintah harus memberikan sanksi tegas. ”Pemerintah harus berpihak kepada petani,” katanya.

Harun berjanji, dewan juga akan mengawasi industri tembakau dengan ketat. Seluruh gudang rokok bakal didatangi sebagai langkah pengawasan. ”Semoga petani mendapat untung besar tahun ini,” harapnya. 

 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/