alexametrics
19.4 C
Madura
Thursday, August 18, 2022

Kades Minta BPOM-Dinkes Selediki Penyebab Keracunan

PAMEKASAN – Kepala Desa Ponjanan Timur, Kecamatan Batumarmar,  Fahriyanto angkat bicara mengenai kasus keracunan masal. Dia meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan memastikan penyebab musibah tersebut.

”Saya berharap BPOM dan Dinkes Pamekasan meneliti makanan yang mereka konsumsi atau karena faktor apa peristiwa itu. Apakah karena faktor makanan atau bungkus nasinya,” ujarnya Senin (14/5).

Fahriyanto menjelaskan, masyarakat bertanya-tanya apa yang menyebabkan korban keracunan. Sebab, sampai saat ini belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait. ”Dengan adanya penjelasan dari pihak terkait, tentunya masyarakat bisa mengerti.  Kemudian, mereka tidak berpikir negatif,” terangnya.

Dia menjelaskan, tidak ada yang aneh pada makanan tersebut. Sebab,  isinya hanya telur, daging, bihun, dan sambal kacang. ”Saya berharap bisa diteliti agar tidak terjadi hal serupa,” terangnya.

Baca Juga :  Kelangkaan Solar Subsidi, Nelayan Hanya Boleh Beli 10 Liter

Selain itu, Fahriyanto menuturkan, para korban juga mengeluhkan fasilitas di RSUD Waru. Salah satunya berkenaan dengan ketersediaan air. ”Jumlah pasien dan keluarga pasien membeludak. Mereka kesulitan ketika akan mandi atau mengambil wudu,” ujarnya.

Direktur RSUD Waru Hendarto menjelaskan, pasien keracunan terus bertambah. Hingga Minggu malam (13/5) jumlahnya 10 orang. ”Ada penambahan, tapi tidak begitu banyak,” tuturnya.

Sebagian pasien yang dirawat sudah pulang. Untuk memberikan pelayanan maksimal kepada pasien, pihaknya menambah petugas. ”Pelayanan di UGD (unit gawat darurat) dibuka 24 jam,” tegasnya.

Mengenai kekurangan air, pihaknya sudah berkoordinasi dengan PDAM Pamekasan. Menurut dia, PDAM sudah siap memenuhi kebutuhan air di RSUD.

Baca Juga :  Pemkab Pamekasan Gratiskan Vaksin Lansia

Kepala Dinkes Pamekasan Ismail Bey  belum bisa dikonfirmasi. Beberapa kali nomor handphon-nya dihunbungi tidak aktif. Sebelumnya, dia menegaskan belum bisa memastikan penyebab keracunan tersebut. Apakah dari makanan atau dari bungkus makanan. ”Hanya, dugaan sementara faktor makanan,” jelasnya.

PAMEKASAN – Kepala Desa Ponjanan Timur, Kecamatan Batumarmar,  Fahriyanto angkat bicara mengenai kasus keracunan masal. Dia meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan memastikan penyebab musibah tersebut.

”Saya berharap BPOM dan Dinkes Pamekasan meneliti makanan yang mereka konsumsi atau karena faktor apa peristiwa itu. Apakah karena faktor makanan atau bungkus nasinya,” ujarnya Senin (14/5).

Fahriyanto menjelaskan, masyarakat bertanya-tanya apa yang menyebabkan korban keracunan. Sebab, sampai saat ini belum ada penjelasan resmi dari pihak terkait. ”Dengan adanya penjelasan dari pihak terkait, tentunya masyarakat bisa mengerti.  Kemudian, mereka tidak berpikir negatif,” terangnya.


Dia menjelaskan, tidak ada yang aneh pada makanan tersebut. Sebab,  isinya hanya telur, daging, bihun, dan sambal kacang. ”Saya berharap bisa diteliti agar tidak terjadi hal serupa,” terangnya.

Baca Juga :  Pemkab Pamekasan Gratiskan Vaksin Lansia

Selain itu, Fahriyanto menuturkan, para korban juga mengeluhkan fasilitas di RSUD Waru. Salah satunya berkenaan dengan ketersediaan air. ”Jumlah pasien dan keluarga pasien membeludak. Mereka kesulitan ketika akan mandi atau mengambil wudu,” ujarnya.

Direktur RSUD Waru Hendarto menjelaskan, pasien keracunan terus bertambah. Hingga Minggu malam (13/5) jumlahnya 10 orang. ”Ada penambahan, tapi tidak begitu banyak,” tuturnya.

Sebagian pasien yang dirawat sudah pulang. Untuk memberikan pelayanan maksimal kepada pasien, pihaknya menambah petugas. ”Pelayanan di UGD (unit gawat darurat) dibuka 24 jam,” tegasnya.

- Advertisement -

Mengenai kekurangan air, pihaknya sudah berkoordinasi dengan PDAM Pamekasan. Menurut dia, PDAM sudah siap memenuhi kebutuhan air di RSUD.

Baca Juga :  Dinkes Pamekasan Luncurkan¬†ODF

Kepala Dinkes Pamekasan Ismail Bey  belum bisa dikonfirmasi. Beberapa kali nomor handphon-nya dihunbungi tidak aktif. Sebelumnya, dia menegaskan belum bisa memastikan penyebab keracunan tersebut. Apakah dari makanan atau dari bungkus makanan. ”Hanya, dugaan sementara faktor makanan,” jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/