alexametrics
20.7 C
Madura
Thursday, May 26, 2022

Lagi, Dua Petugas Haji Positif Sembilan Kasus dari Dua Kabupaten

PAMEKASAN – Jumlah pasien Covid-19 bergerak cepat. Total warga Madura yang terpapar virus tersebut menjadi sembilan orang. Ada penambahan dua orang sekaligus dari Pamekasan kemarin (14/4).

Dua orang itu berprofesi sebagai tim pembimbing haji Indonesia (TPHI) dan tim kesehatan Haji Indonesia (TKHI). TPHI itu berasal dari Kecamatan Proppo, sedangkan TKHI dari Galis. Kedua pasien pria tersebut satu rombongan dengan pasien positif sebelumnya. Mereka terpapar korona saat mengikuti pelatihan di Surabaya.

Beberapa waktu lalu sampel spesimen dua pasien itu dikirim ke Balitbangkes Jakarta. Kemarin sore (14/4) hasilnya keluar positif. Hasil swab tersebut diumumkan secara resmi oleh Gugus Tugas Covid 19 Pemprov Jatim melalui laman infocovid19.jatimprov.go.id.

Dua pasien tersebut melakukan isolasi mandiri setelah narasumber pelatihan layanan haji itu dinyatakan positif Covid-19. Hingga tadi malam, tim Pemkab Pamekasan berkomunikasi dengan yang bersangkutan untuk diisolasi di rumah sakit.

Anggota Satgas Penanggulangan Bencana Nonalam dan Pencegahan Covid-19 Pamekasan Sigit Priyono menyatakan, tim berkoordinasi dengan Satgas Pemprov Jatim. Jika informasi yang dibutuhkan diperoleh akan dilanjutkan tracing (pelacakan) sesuai protokol kesehatan.

Kegiatan serupa juga dilakukan pada pasien yang dinyatakan terinfeksi korona beberapa waktu lalu. ”Akan dilakukan tracing sesuai protap,” jelas Wakil Ketua I Satgas Penanggulangan Bencana Nonalam dan Pencegahan Covid-19 Pamekasan Achmad Marsuki.

Dengan demikian, pasien positif korona di Pamekasan menjadi lima orang. Satu pasien meninggal dunia masih berusia sebelas tahun. Sementara empat lainnya sama-sama petugas haji.

Baca Juga :  DPC PKB Bantu Warga Terdampak Covid-19

Dua pasien baru itu sekaligus menambah daftar peserta pelatihan petugas haji yang terpapar korona. Sebelumnya, ada tiga peserta pelatihan di Surabaya pada 9–18 Maret 2020 itu. Dua dari Pamekasan dan seorang tenaga medis dari Bangkalan.

Pasien pertama kalangan mereka merupakan petugas kesehatan Puskesmas Pakong, Pamekasan. Dia dinyatakan positif pada Minggu (5/4). Pasien kedua seorang dokter dari Bangkalan dinyatakan positif pada Jumat (10/4). Ketiga, petugas Puskesmas Tanjung, Sampang. Pria asal Kecamatan Proppo, Pamekasan, itu dinyatakan positif pada Minggu (12/4).

Sementara itu, Gugus Tugas Covid-19 Bangkalan merilis riwayat perjalanan warga Kecamatan Socah yang positif Covid-19. Pasien berumur 20 tahun itu pernah tinggal di salah satu perumahan di Kecamatan Kota Bangkalan.

Pria itu bekerja di Surabaya. Setiap hari pulang pergi Bangkalan–Surabaya. Pada 22 Maret 2020, dia pulang ke Kecamatan Socah karena sakit. Kemudian, dia menjalani rawat inap di Puskesmas Socah selama dua hari sejak 22–24 Maret.

Karena belum sembuh, pasien pulang kembali ke Bangkalan dan berobat ke dokter umum dengan hasil diagnosis tuberkulosis serta mendapat surat rujukan ke RSUD Syamrabu. Dokter yang mengobati pasien tersebut sudah melakukan rapid test secara mandiri dengan hasil negatif.

Pada 29 Maret 2020, pasien datang ke UGD RSUD. Setelah menjalani pemeriksaan sekitar 3 jam, pasien minta pulang sebelum masuk kamar rawat inap. Pada 3 April 2020, pasien diantar ke salah satu rumah sakit di Surabaya oleh keluarga. Sebab, keluarga menganggap pasien mengalami depresi.

Baca Juga :  Support, O-Branch Pamekasan Akan Direlokasi ke BNI Lamongan

Tiga hari kemudian, petugas surveilans mendapatkan informasi bahwa pasien itu positif berdasar hasil rapid test. Pada 7 April 2020, petugas surveilans Puskesmas Bangkalan menelusuri ke rumah pasien. Petugas meminta seluruh keluarga melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

Pada 12 April 2020, hasil Laboratorium Litbangkes Jakarta keluar. Pasien tersebut dinyatakan positif Covid-19. Keesokan harinya, tim Dinkes Bangkalan dan Puskesmas Socah melakukan tracing kepada 12 orang keluarga pasien untuk dilakukan rapid test. Saat ini pasien menjalani isolasi dan perawatan di Surabaya.

Humas Gugus Tugas Covid-19 Bangkalan Agus Zein mengungkapkan, pasien positif Covid-19 asal Bangkalan menjadi empat orang. Pemkab melalui gugus tugas Covid-19 mengimbau masyarakat tetap berada di rumah dan tidak melakukan perjalanan ke mana pun. Apabila ada keperluan sangat mendesak di luar rumah pakailah masker. Jika keperluan sudah selesai, segera kembali ke rumah. Selain itu, jangan lupa cuci tangan pakai sabun hingga bersih.

Agus mengajak seluruh masyarakat bersatu padu memberantas Covid-19. ”Melalui kerja sama dan gotong royong disertai doa seluruh masyarakat, akan mampu memberantas wabah Covid-19,” harapnya dalam rilis.

PAMEKASAN – Jumlah pasien Covid-19 bergerak cepat. Total warga Madura yang terpapar virus tersebut menjadi sembilan orang. Ada penambahan dua orang sekaligus dari Pamekasan kemarin (14/4).

Dua orang itu berprofesi sebagai tim pembimbing haji Indonesia (TPHI) dan tim kesehatan Haji Indonesia (TKHI). TPHI itu berasal dari Kecamatan Proppo, sedangkan TKHI dari Galis. Kedua pasien pria tersebut satu rombongan dengan pasien positif sebelumnya. Mereka terpapar korona saat mengikuti pelatihan di Surabaya.

Beberapa waktu lalu sampel spesimen dua pasien itu dikirim ke Balitbangkes Jakarta. Kemarin sore (14/4) hasilnya keluar positif. Hasil swab tersebut diumumkan secara resmi oleh Gugus Tugas Covid 19 Pemprov Jatim melalui laman infocovid19.jatimprov.go.id.


Dua pasien tersebut melakukan isolasi mandiri setelah narasumber pelatihan layanan haji itu dinyatakan positif Covid-19. Hingga tadi malam, tim Pemkab Pamekasan berkomunikasi dengan yang bersangkutan untuk diisolasi di rumah sakit.

Anggota Satgas Penanggulangan Bencana Nonalam dan Pencegahan Covid-19 Pamekasan Sigit Priyono menyatakan, tim berkoordinasi dengan Satgas Pemprov Jatim. Jika informasi yang dibutuhkan diperoleh akan dilanjutkan tracing (pelacakan) sesuai protokol kesehatan.

Kegiatan serupa juga dilakukan pada pasien yang dinyatakan terinfeksi korona beberapa waktu lalu. ”Akan dilakukan tracing sesuai protap,” jelas Wakil Ketua I Satgas Penanggulangan Bencana Nonalam dan Pencegahan Covid-19 Pamekasan Achmad Marsuki.

Dengan demikian, pasien positif korona di Pamekasan menjadi lima orang. Satu pasien meninggal dunia masih berusia sebelas tahun. Sementara empat lainnya sama-sama petugas haji.

Baca Juga :  DPC PKB Bantu Warga Terdampak Covid-19

Dua pasien baru itu sekaligus menambah daftar peserta pelatihan petugas haji yang terpapar korona. Sebelumnya, ada tiga peserta pelatihan di Surabaya pada 9–18 Maret 2020 itu. Dua dari Pamekasan dan seorang tenaga medis dari Bangkalan.

Pasien pertama kalangan mereka merupakan petugas kesehatan Puskesmas Pakong, Pamekasan. Dia dinyatakan positif pada Minggu (5/4). Pasien kedua seorang dokter dari Bangkalan dinyatakan positif pada Jumat (10/4). Ketiga, petugas Puskesmas Tanjung, Sampang. Pria asal Kecamatan Proppo, Pamekasan, itu dinyatakan positif pada Minggu (12/4).

Sementara itu, Gugus Tugas Covid-19 Bangkalan merilis riwayat perjalanan warga Kecamatan Socah yang positif Covid-19. Pasien berumur 20 tahun itu pernah tinggal di salah satu perumahan di Kecamatan Kota Bangkalan.

Pria itu bekerja di Surabaya. Setiap hari pulang pergi Bangkalan–Surabaya. Pada 22 Maret 2020, dia pulang ke Kecamatan Socah karena sakit. Kemudian, dia menjalani rawat inap di Puskesmas Socah selama dua hari sejak 22–24 Maret.

Karena belum sembuh, pasien pulang kembali ke Bangkalan dan berobat ke dokter umum dengan hasil diagnosis tuberkulosis serta mendapat surat rujukan ke RSUD Syamrabu. Dokter yang mengobati pasien tersebut sudah melakukan rapid test secara mandiri dengan hasil negatif.

Pada 29 Maret 2020, pasien datang ke UGD RSUD. Setelah menjalani pemeriksaan sekitar 3 jam, pasien minta pulang sebelum masuk kamar rawat inap. Pada 3 April 2020, pasien diantar ke salah satu rumah sakit di Surabaya oleh keluarga. Sebab, keluarga menganggap pasien mengalami depresi.

Baca Juga :  Pastikan Ditangani Sesuai Kaidah Agama

Tiga hari kemudian, petugas surveilans mendapatkan informasi bahwa pasien itu positif berdasar hasil rapid test. Pada 7 April 2020, petugas surveilans Puskesmas Bangkalan menelusuri ke rumah pasien. Petugas meminta seluruh keluarga melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

Pada 12 April 2020, hasil Laboratorium Litbangkes Jakarta keluar. Pasien tersebut dinyatakan positif Covid-19. Keesokan harinya, tim Dinkes Bangkalan dan Puskesmas Socah melakukan tracing kepada 12 orang keluarga pasien untuk dilakukan rapid test. Saat ini pasien menjalani isolasi dan perawatan di Surabaya.

Humas Gugus Tugas Covid-19 Bangkalan Agus Zein mengungkapkan, pasien positif Covid-19 asal Bangkalan menjadi empat orang. Pemkab melalui gugus tugas Covid-19 mengimbau masyarakat tetap berada di rumah dan tidak melakukan perjalanan ke mana pun. Apabila ada keperluan sangat mendesak di luar rumah pakailah masker. Jika keperluan sudah selesai, segera kembali ke rumah. Selain itu, jangan lupa cuci tangan pakai sabun hingga bersih.

Agus mengajak seluruh masyarakat bersatu padu memberantas Covid-19. ”Melalui kerja sama dan gotong royong disertai doa seluruh masyarakat, akan mampu memberantas wabah Covid-19,” harapnya dalam rilis.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/