alexametrics
21.3 C
Madura
Sunday, June 26, 2022

Istri Menteri Borong Batik

PAMEKASAN – Pedagang batik di Pasar 17 Agustus Pamekasan terlihat ceria kemarin (14/2). Pasalnya, sejumlah istri menteri datang untuk membeli dagangan mereka. Mereka semangat menawarkan batik kepada istri-istri menteri.

Di pasar tersebut, mereka berpencar ke beberapa pedagang untuk mencari motif batik sesuai keinginan. Sejumlah pedagang menawarkan berbagai motif berbeda. Mulai dari harga terendah hingga paling mahal.

Pedagang juga menjelaskan soal kualitas masing-masing kain batik. Setelah yakin dan cocok, mereka pun memborong batik-batik khas Pamekasan itu. Mereka kagum dengan batik khas Pamekasan. ”Kualitas batik tulis di Pamekasan bagus dan sudah terkenal karena memiliki khas tersendiri. Karena itu, mumpung di Pamekasan, kami sempatkan untuk membeli batik,” kata Ny Rugaiya Usman Wiranto, istri Menko Polhukam Wiranto.

Baca Juga :  Bupati Apresiasi Siswa-Siswi Berprestasi

Puluhan batik yang dia borong untuk dibawa ke Jakarta. Batik tersebut untuk dipakai sendiri dan untuk suvenir ke teman-temannya. ”Sekali lagi kami mengagumi batik Pamekasan dan teruslah kualitasnya dipertahankan,” terangnya.

Ny Bintang Puspayoga, istri Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga juga mengaku membeli puluhan batik dengan motif dan corak berbeda. Selama ini dia memang mendengar, jika batik tulis Pamekasan memiliki kualitas baik. ”Batik-batik ini untuk dipakai saya dan saudara-saudara saya,” terangnya.

Kedatangan Rugaiya dan Bintang juga bersama Ny Koesni Moeldoko, istri Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Ny Kartika Basuki, istri Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Baca Juga :  Serempet Truk, Jurnalis Kampus Meninggal

Abd. Rafik senang karena kebagian rezeki dengan kedatangan istri-istri menteri tersebut. Batik yang dijualnya cocok dan dibeli. ”Alhamdulillah, batik jualan saya terjual sekitar 15 lembar,” katanya.

Kepala Disperindag Pamekasan Bambang Edy Suprapto mengaku selama ini telah mempromosikan batik ke luar kota. Kualitas batik Pamekasan sudah cukup dikenal oleh masyarakat luas. ”Setiap ada tamu kita memang bawa ke sini. Ini bagian dari promosi kita untuk membantu pedagang batik,” terangnya. 

PAMEKASAN – Pedagang batik di Pasar 17 Agustus Pamekasan terlihat ceria kemarin (14/2). Pasalnya, sejumlah istri menteri datang untuk membeli dagangan mereka. Mereka semangat menawarkan batik kepada istri-istri menteri.

Di pasar tersebut, mereka berpencar ke beberapa pedagang untuk mencari motif batik sesuai keinginan. Sejumlah pedagang menawarkan berbagai motif berbeda. Mulai dari harga terendah hingga paling mahal.

Pedagang juga menjelaskan soal kualitas masing-masing kain batik. Setelah yakin dan cocok, mereka pun memborong batik-batik khas Pamekasan itu. Mereka kagum dengan batik khas Pamekasan. ”Kualitas batik tulis di Pamekasan bagus dan sudah terkenal karena memiliki khas tersendiri. Karena itu, mumpung di Pamekasan, kami sempatkan untuk membeli batik,” kata Ny Rugaiya Usman Wiranto, istri Menko Polhukam Wiranto.

Baca Juga :  5 Unit Sepeda Motor dan 2 Mobil Hangus Dilalap Sijago Merah

Puluhan batik yang dia borong untuk dibawa ke Jakarta. Batik tersebut untuk dipakai sendiri dan untuk suvenir ke teman-temannya. ”Sekali lagi kami mengagumi batik Pamekasan dan teruslah kualitasnya dipertahankan,” terangnya.

Ny Bintang Puspayoga, istri Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga juga mengaku membeli puluhan batik dengan motif dan corak berbeda. Selama ini dia memang mendengar, jika batik tulis Pamekasan memiliki kualitas baik. ”Batik-batik ini untuk dipakai saya dan saudara-saudara saya,” terangnya.

Kedatangan Rugaiya dan Bintang juga bersama Ny Koesni Moeldoko, istri Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Ny Kartika Basuki, istri Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Baca Juga :  Respons Cepat Pemerintah terhadap Musibah Longsor

Abd. Rafik senang karena kebagian rezeki dengan kedatangan istri-istri menteri tersebut. Batik yang dijualnya cocok dan dibeli. ”Alhamdulillah, batik jualan saya terjual sekitar 15 lembar,” katanya.

Kepala Disperindag Pamekasan Bambang Edy Suprapto mengaku selama ini telah mempromosikan batik ke luar kota. Kualitas batik Pamekasan sudah cukup dikenal oleh masyarakat luas. ”Setiap ada tamu kita memang bawa ke sini. Ini bagian dari promosi kita untuk membantu pedagang batik,” terangnya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/