alexametrics
28.2 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Pembukaan Tempat Karaoke Ganggu Kondusivitas

PAMEKASAN – Rencana pembukaan kembali tempat karaoke oleh pengusaha mendapat respons dari sejumlah ulama. Jika rencana itu benar-benar direalisasikan, dikhawatirkan akan mengganggu kondusivitas di Kota Gerbang Salam.

Panglima LPI Madura Abd. Aziz Muhammad Syahid mengatakan, pemerintah harus tegas terhadap pengusaha karaoke. Rencana pembukaan tempat usaha yang sempat ditutup itu bisa menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

Menurut dia, pada prinsipnya, masyarakat tidak rela jika di Pamekasan terdapat tempat usaha hiburan yang diduga menjadi tempat maksiat. Jika dibuka kembali, khawatir masyarakat akan bergerak.

Ra Aziz menyampaikan, bagi LPI, tidak ada toleransi bagi kemungkaran dan kemaksiatan. Ulama, kiai, dan masyarakat akan menolak keras tempat-tempat yang di dalamnya berbau maksiat itu.

Baca Juga :  Pertanyakan Kasus Pemalsuan Tanda Tangan

Pemerintah sebagai wasit dari setiap kebijakan harus hati-hati dalam mengambil keputusan. Kelengkapan perizinan dan kondisi tempat usaha yang sesuai dengan regulasi wajib dipatuhi.

Jika pemerintah tidak tegas, dikhawatirkan akan terjadi gesekan yang dapat mengganggu kondusivitas dan keamanan di tengah masyarakat. ”Intinya bagi kami, tidak ada toleransi terhadap kemungkaran dan kemaksiatan,” katanya Rabu (14/2).

Wabup Khalil Asy’ari mengatakan, penutupan tempat karaoke itu bersifat sementara lantaran diduga tidak sesuai regulasi. Jika tempat karaoke sesuai dengan perda dan perbup, tidak ada persoalan jika dibuka kembali.

”Bukan berarti ditutup tidak boleh dibuka. Tetapi dibuka asalkan menyesuaikan dengan perda dan perbup,” katanya.

Khalil menyampaikan, pemerintah membentuk tim pengawas tempat usaha karaoke. Tim tersebut mengakomodasi seluruh elemen masyarakat, termasuk dari ulama dan unsur LPI. Sebelum dibuka, tim akan turun melihat langsung.

Baca Juga :  Forkopimda Musnahkan 2.577 Botol Miras

Dari hasil pengamatan tim, jika layak dibuka kembali, bisa dibuka. Tetapi, jika ada yang perlu diperbaiki, pengusaha harus memperbaiki terlebih dahulu. ”Tim nantinya akan turun,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Paguyuban Pengusaha Tempat Hiburan Karaoke Pamekasan Agus Sujarwadi mengatakan, tempat usaha karaoke yang sempat ditutup akan dibuka kembali. Rencananya, pembukaan itu dilakukan Sabtu (17/2).

Pengusaha akan membuka kembali tempat karaoke itu karena bentuk tempatnya sesuai dengan regulasi yang ada. Dengan demikian, dinilai sah jika usaha hiburan itu kembali beroperasi.

 

 

 

PAMEKASAN – Rencana pembukaan kembali tempat karaoke oleh pengusaha mendapat respons dari sejumlah ulama. Jika rencana itu benar-benar direalisasikan, dikhawatirkan akan mengganggu kondusivitas di Kota Gerbang Salam.

Panglima LPI Madura Abd. Aziz Muhammad Syahid mengatakan, pemerintah harus tegas terhadap pengusaha karaoke. Rencana pembukaan tempat usaha yang sempat ditutup itu bisa menimbulkan polemik di tengah masyarakat.

Menurut dia, pada prinsipnya, masyarakat tidak rela jika di Pamekasan terdapat tempat usaha hiburan yang diduga menjadi tempat maksiat. Jika dibuka kembali, khawatir masyarakat akan bergerak.


Ra Aziz menyampaikan, bagi LPI, tidak ada toleransi bagi kemungkaran dan kemaksiatan. Ulama, kiai, dan masyarakat akan menolak keras tempat-tempat yang di dalamnya berbau maksiat itu.

Baca Juga :  Disdik Sukses Gelar Olimpiade Keagamaan

Pemerintah sebagai wasit dari setiap kebijakan harus hati-hati dalam mengambil keputusan. Kelengkapan perizinan dan kondisi tempat usaha yang sesuai dengan regulasi wajib dipatuhi.

Jika pemerintah tidak tegas, dikhawatirkan akan terjadi gesekan yang dapat mengganggu kondusivitas dan keamanan di tengah masyarakat. ”Intinya bagi kami, tidak ada toleransi terhadap kemungkaran dan kemaksiatan,” katanya Rabu (14/2).

Wabup Khalil Asy’ari mengatakan, penutupan tempat karaoke itu bersifat sementara lantaran diduga tidak sesuai regulasi. Jika tempat karaoke sesuai dengan perda dan perbup, tidak ada persoalan jika dibuka kembali.

”Bukan berarti ditutup tidak boleh dibuka. Tetapi dibuka asalkan menyesuaikan dengan perda dan perbup,” katanya.

Khalil menyampaikan, pemerintah membentuk tim pengawas tempat usaha karaoke. Tim tersebut mengakomodasi seluruh elemen masyarakat, termasuk dari ulama dan unsur LPI. Sebelum dibuka, tim akan turun melihat langsung.

Baca Juga :  Ketua PAN Tegas Tolak Pembukaan Tempat Karaoke

Dari hasil pengamatan tim, jika layak dibuka kembali, bisa dibuka. Tetapi, jika ada yang perlu diperbaiki, pengusaha harus memperbaiki terlebih dahulu. ”Tim nantinya akan turun,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Paguyuban Pengusaha Tempat Hiburan Karaoke Pamekasan Agus Sujarwadi mengatakan, tempat usaha karaoke yang sempat ditutup akan dibuka kembali. Rencananya, pembukaan itu dilakukan Sabtu (17/2).

Pengusaha akan membuka kembali tempat karaoke itu karena bentuk tempatnya sesuai dengan regulasi yang ada. Dengan demikian, dinilai sah jika usaha hiburan itu kembali beroperasi.

 

 

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/