alexametrics
20.3 C
Madura
Tuesday, July 5, 2022

Cuaca Ekstrem Hantui Warga Pesisir Pantai

PAMEKASAN – Cuaca ekstrem menghantui warga di pesisir Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan. Pasalnya, dua hari lalu terdapat angin kencang. Bahkan, hal itu membuat nelayan di daerah tersebut takut untuk melaut.

Sutan Takdir Ali Sahbana, warga setempat mengatakan, angin kencang tersebut mengagetkan warga. Warga khawatir angin tersebut kembali datang. Sebab, cuaca beberapa hari teraahir memang kurang bersahabat.

Ketika terjadi angin kencang, tidak ada nelayan yang beraktivitas. Mereka menunggu hingga cuaca pulih kembali. ”Aktivitas nelayan waktu itu lumpuh. Tidak ada yang melaut karena khawatir terjadi angin yang lebih besar,” katanya kemarin (14/1).

Sutan menyampaikan, pasca terjadi angin kencang, cuaca di daerah pesisir pantai mulai stabil. Warga mulai beraktivitas seperti biasa. Nelayan yang sebelumnya tidak melaut, kini mulai menangkap ikan.

Baca Juga :  Toko Modern Wajib Jual Produk UMKM

”Alhamdulillah, sekarang cuaca mulai normal. Kekhawatiran warga tentang adanya angin susulan tidak terjadi. Nelayan di sekitar pesisir pantai juga sudah mulai melaut,” ujarnya kepada RadarMadura.id.

Supervisor Pusdalops Penanggulangan Bencangan BPBD Pamekasan Budi Cahyono mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap timbulnya bencana. Diprediksi dalam tiga hari ke depan, gelombang mengalami peningkatan akibat adanya tekanan rendah di utara Australia.

Adanya konvergensi (pertemuan angin) di Laut Jawa diperkirakan akan menimbulkan hujan lebat di beberapa wilayah Perairan Jawa Timur. ”Mohon untuk menjadi kewaspadaan meskipun tidak seekstrem cuaca sebelumnya,” pungkasnya. (bil)

PAMEKASAN – Cuaca ekstrem menghantui warga di pesisir Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan. Pasalnya, dua hari lalu terdapat angin kencang. Bahkan, hal itu membuat nelayan di daerah tersebut takut untuk melaut.

Sutan Takdir Ali Sahbana, warga setempat mengatakan, angin kencang tersebut mengagetkan warga. Warga khawatir angin tersebut kembali datang. Sebab, cuaca beberapa hari teraahir memang kurang bersahabat.

Ketika terjadi angin kencang, tidak ada nelayan yang beraktivitas. Mereka menunggu hingga cuaca pulih kembali. ”Aktivitas nelayan waktu itu lumpuh. Tidak ada yang melaut karena khawatir terjadi angin yang lebih besar,” katanya kemarin (14/1).


Sutan menyampaikan, pasca terjadi angin kencang, cuaca di daerah pesisir pantai mulai stabil. Warga mulai beraktivitas seperti biasa. Nelayan yang sebelumnya tidak melaut, kini mulai menangkap ikan.

Baca Juga :  Pembukaan Pekan Ngaji 4 Spektakuler

”Alhamdulillah, sekarang cuaca mulai normal. Kekhawatiran warga tentang adanya angin susulan tidak terjadi. Nelayan di sekitar pesisir pantai juga sudah mulai melaut,” ujarnya kepada RadarMadura.id.

Supervisor Pusdalops Penanggulangan Bencangan BPBD Pamekasan Budi Cahyono mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap timbulnya bencana. Diprediksi dalam tiga hari ke depan, gelombang mengalami peningkatan akibat adanya tekanan rendah di utara Australia.

Adanya konvergensi (pertemuan angin) di Laut Jawa diperkirakan akan menimbulkan hujan lebat di beberapa wilayah Perairan Jawa Timur. ”Mohon untuk menjadi kewaspadaan meskipun tidak seekstrem cuaca sebelumnya,” pungkasnya. (bil)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/