alexametrics
25.3 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

BPJS Kesehatan Sebut Status Klaim IBNR Tak Masuk Hitungan Tagihan

PAMEKASAN – BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan akhirnya memberi keterangan lebih rinci mengenai nominal klaim dana jasa pelayanan (jaspel) RSUD dr Muhammad Zyn Sampang. Jika merujuk data yang diungkap ke RadarMadura.id, dana jaspel yang harus dibayar hanya Rp 6,3 miliar bukan Rp 17 miliar.

Eko D Kesdu, Kepala Bidang SDM Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan mengatakan, total tagihan klaim RSUD Mohammad Zyn Sampang yang sudah diverifikasi institusinya hanya Rp 6,3 miliar. “Rinciannya, tagihan induk pada Juni-Juli 2018. Serta tagihan susulan pada bulan Desember 2016 dan Mei 2018,” ujarnya.

Diterangkan, klaim hitungannya per bulan. Tapi, klaim RSUD Sampang untuk Agustus 2018 masih tahap pemberkasan. “Untuk klaim Agustus 2018 saja masih dalam proses, apalagi bulan September-Desember 2018. Jadi, klaimnya belum bisa dihitung, berkasnya belum diterima,” kata Eko D Kesdu.

Baca Juga :  TKMKB Dorong Pelayanan Kesehatan yang Efektif dan Rasional

Klaim yang harus dibayar BPJS Kesehatan, kata Eko D. Kesdu, adalah klaim yang sifatnya Out Standing Claim (OSC). Yaitu klaim yang sudah diterima pihak BPJS Kesehatan. Untuk klaim yang masih ada di RSUD, itu statusnya Incured But Not Reported (IBNR). Artinya, klaim itu ada, tapi belum dilaporkan dan belum diterima BPJS.

“Jadi untuk klaim yang statusnya IBNR, bukan kewajiban kami melakukan verifikasi hingga proses pembiayaan,” ungkap Eko D Kesdu.

Eko D Kesdu menuturkan, perhitungan klaim bersifat IBNR dikhawatirkan menghasilkan nominal berbeda. Jika RSUD menghitungnya semua klaim (termasuk klaim yang statusnya IBNR dan dihitung rata-rata klaim per bulan, Red), maka akan muncul nominal lebih dari Rp 17 miliar.

Baca Juga :  Hari Libur, Bupati Baddrut Tamam Blusukan ke Kampung-Kampung

“Kalau BPJS, menghitung klaim yang statusnya OSC. Sebab, itu yang wajib dibayar. Perlu kami luruskan bahwa RSUD Sampang klaimnya hanya mencapai Rp 6,3 miliar. Sejak Juni-Juli 2018. Ini yang perlu diklarifikasi,” tandasnya. (Herlina Trisukma)

PAMEKASAN – BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan akhirnya memberi keterangan lebih rinci mengenai nominal klaim dana jasa pelayanan (jaspel) RSUD dr Muhammad Zyn Sampang. Jika merujuk data yang diungkap ke RadarMadura.id, dana jaspel yang harus dibayar hanya Rp 6,3 miliar bukan Rp 17 miliar.

Eko D Kesdu, Kepala Bidang SDM Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan mengatakan, total tagihan klaim RSUD Mohammad Zyn Sampang yang sudah diverifikasi institusinya hanya Rp 6,3 miliar. “Rinciannya, tagihan induk pada Juni-Juli 2018. Serta tagihan susulan pada bulan Desember 2016 dan Mei 2018,” ujarnya.

Diterangkan, klaim hitungannya per bulan. Tapi, klaim RSUD Sampang untuk Agustus 2018 masih tahap pemberkasan. “Untuk klaim Agustus 2018 saja masih dalam proses, apalagi bulan September-Desember 2018. Jadi, klaimnya belum bisa dihitung, berkasnya belum diterima,” kata Eko D Kesdu.

Baca Juga :  Hari Ini Taspen Bayar THR Pensiunan


Klaim yang harus dibayar BPJS Kesehatan, kata Eko D. Kesdu, adalah klaim yang sifatnya Out Standing Claim (OSC). Yaitu klaim yang sudah diterima pihak BPJS Kesehatan. Untuk klaim yang masih ada di RSUD, itu statusnya Incured But Not Reported (IBNR). Artinya, klaim itu ada, tapi belum dilaporkan dan belum diterima BPJS.

“Jadi untuk klaim yang statusnya IBNR, bukan kewajiban kami melakukan verifikasi hingga proses pembiayaan,” ungkap Eko D Kesdu.

Eko D Kesdu menuturkan, perhitungan klaim bersifat IBNR dikhawatirkan menghasilkan nominal berbeda. Jika RSUD menghitungnya semua klaim (termasuk klaim yang statusnya IBNR dan dihitung rata-rata klaim per bulan, Red), maka akan muncul nominal lebih dari Rp 17 miliar.

Baca Juga :  TKMKB Dorong Pelayanan Kesehatan yang Efektif dan Rasional

“Kalau BPJS, menghitung klaim yang statusnya OSC. Sebab, itu yang wajib dibayar. Perlu kami luruskan bahwa RSUD Sampang klaimnya hanya mencapai Rp 6,3 miliar. Sejak Juni-Juli 2018. Ini yang perlu diklarifikasi,” tandasnya. (Herlina Trisukma)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/