alexametrics
23.5 C
Madura
Monday, June 27, 2022

DPRD Jatim Soroti Pengadaan Lahan RSU Moh. Noer

PAMEKASAN – Pemprov Jatim berencana merelokasi RSU Mohammad Noer agar pelayanan semakin maksimal. Tahun ini dianggarkan Rp 49,7 miliar untuk pengadaan lahan baru. Tapi, anggaran itu belum terserap.

Total anggaran untuk pengadaan lahan itu Rp 50 miliar 250 juta. Anggaran fantastis itu digunakan untuk pembebasan lahan dan proses appraisal atau penghitungan taksiran harga tanah. Rp 49,7 miliar digunakan untuk pembebasan lahan seluas 5,2 hektare. Sisanya untuk membayar pihak ketiga yang menghitung taksiran harga tanah.

Lahan yang akan dibebaskan itu berada di Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan. Tetapi, sampai sekarang pengadaan lahan itu belum tuntas lantaran masih tahap appraisal pihak ketiga.

Baca Juga :  Suami Langsung Turun dari Tempat Tidur

Anggota Komisi E DPRD Jatim Mathur Husyairi sangat menyayangkan pengadaan lahan belum tuntas. Diindikasikan, perencanaan pengadaan lahan yang dilakukan pihak rumah sakit tidak siap. ”Ini berarti perencanaannya tak siap,” katanya kemarin (13/11).

Menurut dia, kegiatan pengadaan lahan itu perlu dievaluasi. Dewan mendorong Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta penjelasan kepada direktur RSU Mohammad Noer. ”Sangat disayangkan, ada apa sebenarnya dengan Pak Direktur?” katanya.

Direktur RSU Mohammad Noer Nono Ifantono membenarkan pengadaan lahan itu masih tahap appraisal. Dia yakin kegiatan tersebut selesai sesuai tahun anggaran. Proses pembebasan lahan 5,2 hektare diyakini cepat.

Sebab, lahan tersebut hanya dimiliki tujuh orang. Dengan demikian, proses negosiasi tidak ribet seperti rencana pengadaan lahan beberapa tahun lalu. ”Dulu pemiliknya sampai 50 orang,” katanya.

Baca Juga :  Bakal Dibangun Pelabuhan Perikanan Rp 10 M

Jika pengadaan lahan itu tidak selesai tahun ini, bisa dianggarkan kembali tahun depan. Bagi dia, yang terpenting anggaran pengadaan lahan itu tersedia. ”Nanti direncanakan akan dibangun rumah sakit tipe B,” tandasnya.

PAMEKASAN – Pemprov Jatim berencana merelokasi RSU Mohammad Noer agar pelayanan semakin maksimal. Tahun ini dianggarkan Rp 49,7 miliar untuk pengadaan lahan baru. Tapi, anggaran itu belum terserap.

Total anggaran untuk pengadaan lahan itu Rp 50 miliar 250 juta. Anggaran fantastis itu digunakan untuk pembebasan lahan dan proses appraisal atau penghitungan taksiran harga tanah. Rp 49,7 miliar digunakan untuk pembebasan lahan seluas 5,2 hektare. Sisanya untuk membayar pihak ketiga yang menghitung taksiran harga tanah.

Lahan yang akan dibebaskan itu berada di Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu, Pamekasan. Tetapi, sampai sekarang pengadaan lahan itu belum tuntas lantaran masih tahap appraisal pihak ketiga.

Baca Juga :  Pemprov Jatim Salurkan 750.000 Liter Air Bersih

Anggota Komisi E DPRD Jatim Mathur Husyairi sangat menyayangkan pengadaan lahan belum tuntas. Diindikasikan, perencanaan pengadaan lahan yang dilakukan pihak rumah sakit tidak siap. ”Ini berarti perencanaannya tak siap,” katanya kemarin (13/11).

Menurut dia, kegiatan pengadaan lahan itu perlu dievaluasi. Dewan mendorong Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta penjelasan kepada direktur RSU Mohammad Noer. ”Sangat disayangkan, ada apa sebenarnya dengan Pak Direktur?” katanya.

Direktur RSU Mohammad Noer Nono Ifantono membenarkan pengadaan lahan itu masih tahap appraisal. Dia yakin kegiatan tersebut selesai sesuai tahun anggaran. Proses pembebasan lahan 5,2 hektare diyakini cepat.

Sebab, lahan tersebut hanya dimiliki tujuh orang. Dengan demikian, proses negosiasi tidak ribet seperti rencana pengadaan lahan beberapa tahun lalu. ”Dulu pemiliknya sampai 50 orang,” katanya.

Baca Juga :  SDM Berkualitas Didukung Alat Canggih

Jika pengadaan lahan itu tidak selesai tahun ini, bisa dianggarkan kembali tahun depan. Bagi dia, yang terpenting anggaran pengadaan lahan itu tersedia. ”Nanti direncanakan akan dibangun rumah sakit tipe B,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/