alexametrics
21.1 C
Madura
Saturday, August 13, 2022

Proyek Taman Kota tanpa Papan Nama

PAMEKASAN – Proyek renovasi taman kota di pertigaan Asem Manis, Kota Pamekasan, menuai sorotan. Sebab, proyek berada di bawah naungan dinas lingkungan hidup (DLH) ini tidak dilengkapi dengan papan nama.

Tokoh Muda Pamekasan Badri Khumaini mempertanyakan mengapa proyek yang sudah digelar itu tidak dipampangkan papan informasi. Padahal masyarakat berhak tahu spesifikasi ataupun anggaran paket proyek yang sedang digelar. Termasuk kapan pembangunan itu akan tuntas.

”Idealnya, setiap proyek itu dilengkapi dengan papan nama yang berisi tentang informasi proyek tersebut,” tegas Badri kemarin (13/11).

Pantauan Jawa Pos Radar Madura, proyek taman kota itu saat ini belum tuntas. Di tempat tersebut memang tidak tersedia papan informasi. Hanya, papan bertuliskan anjuran agar berhati-hati karena ada proyek yang dipasang di berbagai sudut taman.

Baca Juga :  Proyek Drainase Harus Selesai Tepat Waktu

Dikonfirmasi terpisah, Kepala DLH Pamekasan Amin Jabir mengaku sudah menyarankan kepada rekanan untuk memasang papan nama. ”Ini mungkin kelalaian dari teman-teman. Sebenarnya biasanya teman-teman kami sarankan buat dari banner,” klaimnya.

Tidak ada papan nama ini nantinya akan dijadikan bahan evaluasi bagi instansinya. Sebab dia juga sepakat bahwa papan nama itu penting dicantumkan. ”Mudah-mudahan jadi evaluasi kami,” ujarnya.

Ditanya berapa total anggaran yang digelontorkan untuk proyek renovasi taman di Asem Manis itu? Jabir mengaku tidak hafal. Tetapi, menurut dia, anggaran itu hanya sekitar Rp 170 juta. Karena tidak sampai Rp 200 juta, proyek tersebut tidak perlu dilelang terbuka alias penunjukan langsung.

Baca Juga :  Penambangan Sebabkan Lahan Kritis

Proyek ini, lanjut Jabir, digelar agar taman kota terlihat lebih estetik. Sesuai prencanaan, taman itu akan diberi bunga-bunga dan pohon. Air mancur yang semula ada di tengah-tengah taman akan dibuang karena biayanya cukup tinggi.

”Aksesorinya kami perbaharui. Di dalam hanya terisi semacam pohon dan bunga hias. Kemudian, nanti ada identitas taman yang terlihat warna warni,” jelasnya.

”Revitalisasi penerangan dalam rangka keamanan dan kenyamanan lalu lintas. Mudah-mudahan bisa terealisasi,” pungkasnya. 

PAMEKASAN – Proyek renovasi taman kota di pertigaan Asem Manis, Kota Pamekasan, menuai sorotan. Sebab, proyek berada di bawah naungan dinas lingkungan hidup (DLH) ini tidak dilengkapi dengan papan nama.

Tokoh Muda Pamekasan Badri Khumaini mempertanyakan mengapa proyek yang sudah digelar itu tidak dipampangkan papan informasi. Padahal masyarakat berhak tahu spesifikasi ataupun anggaran paket proyek yang sedang digelar. Termasuk kapan pembangunan itu akan tuntas.

”Idealnya, setiap proyek itu dilengkapi dengan papan nama yang berisi tentang informasi proyek tersebut,” tegas Badri kemarin (13/11).


Pantauan Jawa Pos Radar Madura, proyek taman kota itu saat ini belum tuntas. Di tempat tersebut memang tidak tersedia papan informasi. Hanya, papan bertuliskan anjuran agar berhati-hati karena ada proyek yang dipasang di berbagai sudut taman.

Baca Juga :  Kepala Kemenag Pamekasan Menyatakan Siap Diperiksa KPK

Dikonfirmasi terpisah, Kepala DLH Pamekasan Amin Jabir mengaku sudah menyarankan kepada rekanan untuk memasang papan nama. ”Ini mungkin kelalaian dari teman-teman. Sebenarnya biasanya teman-teman kami sarankan buat dari banner,” klaimnya.

Tidak ada papan nama ini nantinya akan dijadikan bahan evaluasi bagi instansinya. Sebab dia juga sepakat bahwa papan nama itu penting dicantumkan. ”Mudah-mudahan jadi evaluasi kami,” ujarnya.

Ditanya berapa total anggaran yang digelontorkan untuk proyek renovasi taman di Asem Manis itu? Jabir mengaku tidak hafal. Tetapi, menurut dia, anggaran itu hanya sekitar Rp 170 juta. Karena tidak sampai Rp 200 juta, proyek tersebut tidak perlu dilelang terbuka alias penunjukan langsung.

Baca Juga :  Penanggulangan Kemiskinan Lamban
- Advertisement -

Proyek ini, lanjut Jabir, digelar agar taman kota terlihat lebih estetik. Sesuai prencanaan, taman itu akan diberi bunga-bunga dan pohon. Air mancur yang semula ada di tengah-tengah taman akan dibuang karena biayanya cukup tinggi.

”Aksesorinya kami perbaharui. Di dalam hanya terisi semacam pohon dan bunga hias. Kemudian, nanti ada identitas taman yang terlihat warna warni,” jelasnya.

”Revitalisasi penerangan dalam rangka keamanan dan kenyamanan lalu lintas. Mudah-mudahan bisa terealisasi,” pungkasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/