alexametrics
20.6 C
Madura
Thursday, July 7, 2022

Penyaluran Rastra Direncanakan melalui E-Warung

PAMEKASAN – Realisasi bantuan beras untuk keluarga sejahtera (rastra) dinilai rawan penyimpangan. Tahun ini saja, tiga kepala desa (Kades) ditahan lantaran diduga terlibat penyimpangan rastra.

Dalam rangka menekan penyimpangan, realisasi rastra harus menerapkan sistem e-warung yang diprogramkan Kementerian Sosial (Kemensos). Dengan program tersebut, penerima manfaat bisa mencairkan sendiri di toko yang bekerja sama dengan pemerintah.

Anggota Komisi I DPRD Pamekasan Andi Suparto mengatakan, realisasi rastra menggunakan mekanisme e-warung akan lebih efektif. Kemungkinan adanya penyimpangan bisa ditekan.

Karena itu, penerapan e-warung itu perlu dipercepat. Kebutuhan sarana dan prasarana harus dilengkapi agar bantuan beras itu benar-benar diterima oleh orang yang berhak. ”Bagus e-warung ini,” katanya Jumat (13/10).

Baca Juga :  PPNI Dicintai Anggota, Disayangi Pemerintah, dan Disegani Profesi Laii

Andi menyampaikan, salah satu yang harus dipersiapkan pemerintah adalah pembenahan data. Sebab, masih ditemukan warga yang secara ekonomi mampu, tetapi mendapat bantuan beras.

Sementara orang yang benar-benar kurang mampu, tidak ter-cover dalam daftar penerima manfaat (DPM) rastra. Akibatnya, bantuan tersebut tidak tepat sasaran. ”Cita-cita pemerintah membantu orang miskin tidak kesampaian,” kritiknya.

Wajib hukumnya pemerintah mendata ulang penerima bantuan beras tersebut. Kemudian, jumlah toko yang bekerja sama dengan pemerintah harus bisa mengakomodasi seluruh penerima bantuan.

Minimal, satu desa ada satu toko. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu pergi ke kecamatan untuk mencairkan bantuan tersebut. ”Akan segera kami koordinasikan persiapan e-warung ini,” janjinya.

Baca Juga :  Realisasi Program BPNT Tunggu Juknis

Andi berharap, bantuan rastra dibenahi. Sebab sejauh ini bantuan tersebut belum sepenuhnya sesuai dengan cita-cita pemerintah. ”Tanggung jawab pemerintah untuk memastikan bantuan itu tepat sasaran,” katanya.

Kabag Perekonomian Setkab Pamekasan Basri Yulianto mengatakan, untuk sementara, realisasi rastra masih manual. Yakni, pemerintah membagikan beras kepada penerima manfaat. ”Belum menggunakan e-warung,” katanya.

Basri tidak bisa memastikan waktu penerapan pencairan rastra menggunakan e-warung. Sebab secara teknis, persiapan program tersebut ada diorganisasi perangkat daerah (OPD) lain. 

PAMEKASAN – Realisasi bantuan beras untuk keluarga sejahtera (rastra) dinilai rawan penyimpangan. Tahun ini saja, tiga kepala desa (Kades) ditahan lantaran diduga terlibat penyimpangan rastra.

Dalam rangka menekan penyimpangan, realisasi rastra harus menerapkan sistem e-warung yang diprogramkan Kementerian Sosial (Kemensos). Dengan program tersebut, penerima manfaat bisa mencairkan sendiri di toko yang bekerja sama dengan pemerintah.

Anggota Komisi I DPRD Pamekasan Andi Suparto mengatakan, realisasi rastra menggunakan mekanisme e-warung akan lebih efektif. Kemungkinan adanya penyimpangan bisa ditekan.


Karena itu, penerapan e-warung itu perlu dipercepat. Kebutuhan sarana dan prasarana harus dilengkapi agar bantuan beras itu benar-benar diterima oleh orang yang berhak. ”Bagus e-warung ini,” katanya Jumat (13/10).

Baca Juga :  Realisasi Raskin secara Utuh sejak 2009

Andi menyampaikan, salah satu yang harus dipersiapkan pemerintah adalah pembenahan data. Sebab, masih ditemukan warga yang secara ekonomi mampu, tetapi mendapat bantuan beras.

Sementara orang yang benar-benar kurang mampu, tidak ter-cover dalam daftar penerima manfaat (DPM) rastra. Akibatnya, bantuan tersebut tidak tepat sasaran. ”Cita-cita pemerintah membantu orang miskin tidak kesampaian,” kritiknya.

Wajib hukumnya pemerintah mendata ulang penerima bantuan beras tersebut. Kemudian, jumlah toko yang bekerja sama dengan pemerintah harus bisa mengakomodasi seluruh penerima bantuan.

Minimal, satu desa ada satu toko. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu pergi ke kecamatan untuk mencairkan bantuan tersebut. ”Akan segera kami koordinasikan persiapan e-warung ini,” janjinya.

Baca Juga :  Mas Tamam: Banyuwangi Belajar Batik ke Pamekasan

Andi berharap, bantuan rastra dibenahi. Sebab sejauh ini bantuan tersebut belum sepenuhnya sesuai dengan cita-cita pemerintah. ”Tanggung jawab pemerintah untuk memastikan bantuan itu tepat sasaran,” katanya.

Kabag Perekonomian Setkab Pamekasan Basri Yulianto mengatakan, untuk sementara, realisasi rastra masih manual. Yakni, pemerintah membagikan beras kepada penerima manfaat. ”Belum menggunakan e-warung,” katanya.

Basri tidak bisa memastikan waktu penerapan pencairan rastra menggunakan e-warung. Sebab secara teknis, persiapan program tersebut ada diorganisasi perangkat daerah (OPD) lain. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/