alexametrics
23.4 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Keluhkan Pungutan Event HUT RI

PAMEKASAN – Rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun Ke-72 RI di Kecamatan Pasean, Pamekasan, dipersoalkan. Yakni, pada kegiatan lomba bola voli yang hingga saat ini masih berlangsung. Kegiatan itu diduga diwarnai pungutan pendaftaran, parkir, dan karcis masuk penonton.

Aktivis Sosial dan Lingkungan Wilayah Pantura Zaimul Arifin mengungkapkan, berdasarkan informasi dari masyarakat, panitia memanfaatkan momentum agustusan untuk menarik pungutan. Salah satunya, pada kegiatan turnamen bola voli yang digelar di lapangan Desa Dempo Barat.

Arifin mengungkapkan, panitia menarik pungutan parkir kendaraan, karcis masuk, dan  pendaftaran peserta. Menurut dia, jika memang itu merupakan rangkaian kegiatan HUT RI, tidak pantas untuk menarik pungutan. ”Perayaan HUT sudah ada anggarannya. Tapi kenapa itu masih ada pungutan?” terangnya.

Panitia lomba yang digelar sejak Rabu (9/8) itu menarik uang parkir penonton Rp 3 ribu, karcis masuk Rp 3 ribu untuk babak penyisihan dan Rp 6 ribu untuk babak 16 besar. Sementara itu, peserta yang ingin mengikuti turnamen tersebut ditarik biaya pendaftaran Rp 75 ribu. ”Saya curiga ada kongkalikong di internal panitia pelaksana HUT ini,” terangnya.

Baca Juga :  Setelah 49 Tahun, Pamekasan Kembali Jadi Tuan Rumah MTQ Jatim

Dia meminta panitia kegiatan yang diikuti puluhan klub yang tergabung dalam Ikatan Bola Volley Pasean (Ivopas) itu transparan dan kooperatif. Termasuk mengenai status kegiatan tersebut digelar. Hal ini juga berkaitan dengan AD/ART Ivopas yang menyebutkan bahwa turnamen hanya diselenggarakan tiga kali setahun.

”Ini harus jadi perhatian semua pihak karena ini melibatkan Forpimka Pasean. Kami sendiri tentu akan terus menelusuri,” terangnya.

Sementara itu, Alkismanto selaku ketua panitia mengatakan, kegiatan lomba voli yang diikuti 64 peserta itu murni turnamen, bukan kegiatan dalam rangka perayaan HUT RI. Karena itu, pihaknya berani mengambil kebijakan untuk menarik uang kepada peserta dan pengunjung. Dana yang terkumpul digunakan untuk biaya operasional.

”Ini murni turnamen bukan kegiatan HUT,” katanya. ”Kalau ini kegiatan HUT, saya tidak berani menarik biaya,” terangnya.

Baca Juga :  Tak Setajam Dulu, Taring Saber Pungli Tumpul

Ketua Ivopas Sahrawi mengaku kegiatan tersebut merupakan rangkaian perayaan hari kemerdekaan. Penyelenggaraan kegiatan itu sudah disepakati panitia di tingkat Forpimka Pasean dan dilaporkan ke PBVSI kabupaten. ”Semua itu sudah berdasarkan kesepakatan. Jadi saya kira itu tidak ada masalah,” ujarnya.

Camat Pasean Amirul Yusuf juga membenarkan bahwa lomba itu merupakan rangkaian kegiatan agustusan. Akan tetapi, pihaknya enggan menanggapi pungutan parkir, karcis masuk, dan biaya pendaftaran. ”Itu memang kegiatan HUT. Kalau masalah penarikan uang saya tak bisa berkomentar,” katanya. 

- Advertisement -

PAMEKASAN – Rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun Ke-72 RI di Kecamatan Pasean, Pamekasan, dipersoalkan. Yakni, pada kegiatan lomba bola voli yang hingga saat ini masih berlangsung. Kegiatan itu diduga diwarnai pungutan pendaftaran, parkir, dan karcis masuk penonton.

Aktivis Sosial dan Lingkungan Wilayah Pantura Zaimul Arifin mengungkapkan, berdasarkan informasi dari masyarakat, panitia memanfaatkan momentum agustusan untuk menarik pungutan. Salah satunya, pada kegiatan turnamen bola voli yang digelar di lapangan Desa Dempo Barat.

Arifin mengungkapkan, panitia menarik pungutan parkir kendaraan, karcis masuk, dan  pendaftaran peserta. Menurut dia, jika memang itu merupakan rangkaian kegiatan HUT RI, tidak pantas untuk menarik pungutan. ”Perayaan HUT sudah ada anggarannya. Tapi kenapa itu masih ada pungutan?” terangnya.


Panitia lomba yang digelar sejak Rabu (9/8) itu menarik uang parkir penonton Rp 3 ribu, karcis masuk Rp 3 ribu untuk babak penyisihan dan Rp 6 ribu untuk babak 16 besar. Sementara itu, peserta yang ingin mengikuti turnamen tersebut ditarik biaya pendaftaran Rp 75 ribu. ”Saya curiga ada kongkalikong di internal panitia pelaksana HUT ini,” terangnya.

Baca Juga :  Hari Bakti Adhyaksa, Kejari Garap Kasus Tanah

Dia meminta panitia kegiatan yang diikuti puluhan klub yang tergabung dalam Ikatan Bola Volley Pasean (Ivopas) itu transparan dan kooperatif. Termasuk mengenai status kegiatan tersebut digelar. Hal ini juga berkaitan dengan AD/ART Ivopas yang menyebutkan bahwa turnamen hanya diselenggarakan tiga kali setahun.

”Ini harus jadi perhatian semua pihak karena ini melibatkan Forpimka Pasean. Kami sendiri tentu akan terus menelusuri,” terangnya.

Sementara itu, Alkismanto selaku ketua panitia mengatakan, kegiatan lomba voli yang diikuti 64 peserta itu murni turnamen, bukan kegiatan dalam rangka perayaan HUT RI. Karena itu, pihaknya berani mengambil kebijakan untuk menarik uang kepada peserta dan pengunjung. Dana yang terkumpul digunakan untuk biaya operasional.

”Ini murni turnamen bukan kegiatan HUT,” katanya. ”Kalau ini kegiatan HUT, saya tidak berani menarik biaya,” terangnya.

Baca Juga :  4 Tahun, 4 ASN Dipecat Tidak Hormat

Ketua Ivopas Sahrawi mengaku kegiatan tersebut merupakan rangkaian perayaan hari kemerdekaan. Penyelenggaraan kegiatan itu sudah disepakati panitia di tingkat Forpimka Pasean dan dilaporkan ke PBVSI kabupaten. ”Semua itu sudah berdasarkan kesepakatan. Jadi saya kira itu tidak ada masalah,” ujarnya.

Camat Pasean Amirul Yusuf juga membenarkan bahwa lomba itu merupakan rangkaian kegiatan agustusan. Akan tetapi, pihaknya enggan menanggapi pungutan parkir, karcis masuk, dan biaya pendaftaran. ”Itu memang kegiatan HUT. Kalau masalah penarikan uang saya tak bisa berkomentar,” katanya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/