alexametrics
25.3 C
Madura
Monday, June 27, 2022

MUI Desak Tutup Lokalisasi di Pantura

PAMEKASAN – Keberadaan lokalisasi di wilayah pantura yang beroperasi selama puluhan tahun sampai sekarang terus menjadi sorotan. Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pemerintah turun ke lokasi dan menutup tempat tersebut.

Ketua MUI Sumenep KH Safraji mengungkapkan, pemerintah harus tegas menyikapi prostitusi. Menurut dia, penangkapan mucikari tidak menimbulkan efek jera. ”Saya ingin pemerintah bersama semua elemen aparat penegak hukum menutup tempat lokalisasi di wilayah pantura dan menindak pemiliknya dengan hukuman berat,” katanya.

Pihaknya mengapresiasi aparat penegak disiplin Kota Sumenep yang merazia lokasi yang ditengarai jadi tempat mesum. Ke depan, razia diharapkan tidak hanya terfokus di wilayah perkotaan. ”Saya sudah berkoordinasi dengan pemerintah mengenai tempat prostitusi dan rumah kos yang diduga jadi tempat mesum supaya segera dirazia,” ujarnya.

Baca Juga :  Wabup Pamekasan Ajak┬áSalurkan Donasi untuk Palestina

Dia berjanji akan mengajak semua pemangku kebijakan di Sumenep melakukan razia. Diduga, rumah yang disulap jadi tempat maksiat semakin banyak. ”Penyelesaian persoalan ini harus dilakukan bersama. Karena itu, saya berharap masyarakat intens berkoordinasi dengan pemerintah mengenai permasalahan tersebut,” ajaknya.

KH Ali Rachbini, ketua MUI Pamekasan, akan memaksa pemerintah menutup tempat praktik prostitusi di wilayah pantura. Pihaknya bakal melayangkan surat resmi dalam menyikapi persoalan tersebut.

”Kami mengecam adanya tempat prostitusi di Pamekasan. Pemerintah harus serius menangani lokalisasi. Begitu juga dengan aparat penegak hukum, harus tegas dan jangan pilih-pilih,” ujarnya.

Dia menegaskan, Pamekasan yang dikenal sebagai Kota Gerbang Salam mestinya paling getol mencegah dan memberantas perbuatan demikian. Namun, sejauh ini pemerintah dinilai masih kurang maksimal.

Baca Juga :  Belasan Ribu E-KTP Invalid Dibakar

”Kepada masyarakat, jangan sampai mendukung keberadaan tempat yang akan dijadikan lokalisasi. Mari bersama hindari dan cegah perbuatan maksiat,” pesannya.

 Kapolres Pamekasan AKBP Nowo Hadi Nugroho menerangkan, pihaknya akan menyikapi serius tempat prostitusi yang beroperasi di wilayah pantura. Pihaknya bakal berkoordinasi dengan dinas terkait yang membidangi permasalahan tersebut.

”Polsek sudah kami perintahkan untuk melakukan upaya peneguran. Jika tak dihiraukan, akan kami tindak tegas,” katanya.

Kepala Satpol PP Sumenep Fajar Rahman berjanji akan menindaklanjuti lokasi yang diduga jadi tempat prostitusi. Menurut dia, pihaknya akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum sebagai tindak lanjut. ”Akan kami selidiki dulu dan berkoordinasi dengan aparat kepolisian. Pasti kami lakukan razia dan tindak tegas,” tukas dia. 

PAMEKASAN – Keberadaan lokalisasi di wilayah pantura yang beroperasi selama puluhan tahun sampai sekarang terus menjadi sorotan. Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak pemerintah turun ke lokasi dan menutup tempat tersebut.

Ketua MUI Sumenep KH Safraji mengungkapkan, pemerintah harus tegas menyikapi prostitusi. Menurut dia, penangkapan mucikari tidak menimbulkan efek jera. ”Saya ingin pemerintah bersama semua elemen aparat penegak hukum menutup tempat lokalisasi di wilayah pantura dan menindak pemiliknya dengan hukuman berat,” katanya.

Pihaknya mengapresiasi aparat penegak disiplin Kota Sumenep yang merazia lokasi yang ditengarai jadi tempat mesum. Ke depan, razia diharapkan tidak hanya terfokus di wilayah perkotaan. ”Saya sudah berkoordinasi dengan pemerintah mengenai tempat prostitusi dan rumah kos yang diduga jadi tempat mesum supaya segera dirazia,” ujarnya.

Baca Juga :  Besok, Bawaslu Tertibkan APK di Sampang dan Tambelangan

Dia berjanji akan mengajak semua pemangku kebijakan di Sumenep melakukan razia. Diduga, rumah yang disulap jadi tempat maksiat semakin banyak. ”Penyelesaian persoalan ini harus dilakukan bersama. Karena itu, saya berharap masyarakat intens berkoordinasi dengan pemerintah mengenai permasalahan tersebut,” ajaknya.

KH Ali Rachbini, ketua MUI Pamekasan, akan memaksa pemerintah menutup tempat praktik prostitusi di wilayah pantura. Pihaknya bakal melayangkan surat resmi dalam menyikapi persoalan tersebut.

”Kami mengecam adanya tempat prostitusi di Pamekasan. Pemerintah harus serius menangani lokalisasi. Begitu juga dengan aparat penegak hukum, harus tegas dan jangan pilih-pilih,” ujarnya.

Dia menegaskan, Pamekasan yang dikenal sebagai Kota Gerbang Salam mestinya paling getol mencegah dan memberantas perbuatan demikian. Namun, sejauh ini pemerintah dinilai masih kurang maksimal.

Baca Juga :  Sesion II Penggalangan Dana untuk Palestina di Sumenep

”Kepada masyarakat, jangan sampai mendukung keberadaan tempat yang akan dijadikan lokalisasi. Mari bersama hindari dan cegah perbuatan maksiat,” pesannya.

 Kapolres Pamekasan AKBP Nowo Hadi Nugroho menerangkan, pihaknya akan menyikapi serius tempat prostitusi yang beroperasi di wilayah pantura. Pihaknya bakal berkoordinasi dengan dinas terkait yang membidangi permasalahan tersebut.

”Polsek sudah kami perintahkan untuk melakukan upaya peneguran. Jika tak dihiraukan, akan kami tindak tegas,” katanya.

Kepala Satpol PP Sumenep Fajar Rahman berjanji akan menindaklanjuti lokasi yang diduga jadi tempat prostitusi. Menurut dia, pihaknya akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum sebagai tindak lanjut. ”Akan kami selidiki dulu dan berkoordinasi dengan aparat kepolisian. Pasti kami lakukan razia dan tindak tegas,” tukas dia. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/