alexametrics
28.5 C
Madura
Saturday, August 13, 2022

Awal Ramadan Diprediksi Tidak Ada Perbedaan

PAMEKASAN – Awal Ramadan tahun ini diprediksi tidak ada perbedaan, yakni Kamis (17/5). ”Insyaallah awal Ramadan di Indonesia antara kebijakan pemerintah dan ormas bersamaan,” kata Ilyasak, Kasi Penyelenggara Syariah (Pensyar) Kemenag Pamekasan.

Dia menjelaskan, posisi hilal pada saat ijtima’ sudah di bawah ufuk. Dengan demikian, Syakban diisitikmalkan atau disempurnakan menjadi 30 hari. ”Semua hisab sepakat posisi hilal masih di bawah ufuk dan ijtima’ menjelang Magrib,” jelasnya.

Kendati demikian, pihaknya masih akan melakukan rukyatul hilal, Selasa (15/5). Rukyat akan dilakukan di berbagai titik di Pamekasan. ”Rukyat ini untuk memastikan saja,” tegasnya.

Ilyasak berharap, Ramadan dilaksanakan dengan kebersamaan. Umat Islam diimbau memperbanyak ibadah dan kegiatan positif. ”Kebersamaan akan membawa pada sesuatu yang lebih indah,” ucapnya.

Baca Juga :  Sejak Awal Ramadan, Ngaku Kecipratan Berkah

Daeng Adi Taufik, ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pamekasan menjelaskan, Muhammadiyah telah menerbitkan surat edaran penetapan awal Ramadan. ”Dalam surat edaran itu dijelaskan, 1 Ramadan 1439 Hijriah jatuh pada Kamis Pahing, 17 Mei 2018,” jelas pria yang berdinas di RSUD dr H Slamet Martodirdjo, Pamekasan, itu.

Sementara itu, berdasarkan surat dari Kemenag Kantor Wilayah Provinsi Jawa Timur, semua kemenag di Jatim diminta melakukan rukyatul hilal, Selasa (15/5). Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Bangkalan KH Makki Nasir menyampaikan, pihaknya akan melakukan rukyatul hilal bersama tim hisab.

”Kami akan melakukan rukyat bersama kemenag, pengurus NU, pengadilan agama, dan lembaga pendidikan atau pesantren yang mendalami ilmu falak,” jelasnya kemarin (12/5).

Baca Juga :  Terjaring Razia Lalu Lintas, Anak 8 Tahun Menangis

Kepala Kemenag Bangkalan Mudjalli menerangkan, tahun ini kemungkinan awal Ramadan antara NU dan Muhammadiyah bersamaan. Sedangkan penetapan awal Syawal akan dilakukan rukyatul hilal, Kamis (14/6).

Ketua PDM Bangkalan Ir. H. Tamar Djaja menyampaikan, Muhammadiyah sudah menentukan awal Ramadan pada Kamis (17/5). Idulfitri ditetapkan Jumat, 15 Juni 2018. ”Awal Ramadan tahun ini, kemungkinan NU dan Muhammadiyah sama,” kata Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBP3A) Bangkalan itu.

PAMEKASAN – Awal Ramadan tahun ini diprediksi tidak ada perbedaan, yakni Kamis (17/5). ”Insyaallah awal Ramadan di Indonesia antara kebijakan pemerintah dan ormas bersamaan,” kata Ilyasak, Kasi Penyelenggara Syariah (Pensyar) Kemenag Pamekasan.

Dia menjelaskan, posisi hilal pada saat ijtima’ sudah di bawah ufuk. Dengan demikian, Syakban diisitikmalkan atau disempurnakan menjadi 30 hari. ”Semua hisab sepakat posisi hilal masih di bawah ufuk dan ijtima’ menjelang Magrib,” jelasnya.

Kendati demikian, pihaknya masih akan melakukan rukyatul hilal, Selasa (15/5). Rukyat akan dilakukan di berbagai titik di Pamekasan. ”Rukyat ini untuk memastikan saja,” tegasnya.


Ilyasak berharap, Ramadan dilaksanakan dengan kebersamaan. Umat Islam diimbau memperbanyak ibadah dan kegiatan positif. ”Kebersamaan akan membawa pada sesuatu yang lebih indah,” ucapnya.

Baca Juga :  PT Taspen Gelar Pasar Murah Ramadan

Daeng Adi Taufik, ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pamekasan menjelaskan, Muhammadiyah telah menerbitkan surat edaran penetapan awal Ramadan. ”Dalam surat edaran itu dijelaskan, 1 Ramadan 1439 Hijriah jatuh pada Kamis Pahing, 17 Mei 2018,” jelas pria yang berdinas di RSUD dr H Slamet Martodirdjo, Pamekasan, itu.

Sementara itu, berdasarkan surat dari Kemenag Kantor Wilayah Provinsi Jawa Timur, semua kemenag di Jatim diminta melakukan rukyatul hilal, Selasa (15/5). Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Bangkalan KH Makki Nasir menyampaikan, pihaknya akan melakukan rukyatul hilal bersama tim hisab.

”Kami akan melakukan rukyat bersama kemenag, pengurus NU, pengadilan agama, dan lembaga pendidikan atau pesantren yang mendalami ilmu falak,” jelasnya kemarin (12/5).

Baca Juga :  Curah Hujan Tinggi, Petani Tomat di Pamekasan Terancam Gagal Panen
- Advertisement -

Kepala Kemenag Bangkalan Mudjalli menerangkan, tahun ini kemungkinan awal Ramadan antara NU dan Muhammadiyah bersamaan. Sedangkan penetapan awal Syawal akan dilakukan rukyatul hilal, Kamis (14/6).

Ketua PDM Bangkalan Ir. H. Tamar Djaja menyampaikan, Muhammadiyah sudah menentukan awal Ramadan pada Kamis (17/5). Idulfitri ditetapkan Jumat, 15 Juni 2018. ”Awal Ramadan tahun ini, kemungkinan NU dan Muhammadiyah sama,” kata Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBP3A) Bangkalan itu.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/