alexametrics
29 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

Tertibkan Pedagang Berjualan di Trotoar

PAMEKASAN – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pamekasan sering mendapat sorotan karena dinilai lemah dalam melakukan penindakan dan penertiban. Setelah berkali-kali kritik wakil rakyat, satpol PP kembali melakukan penertiban.

Penertiban dilakukan di kompleks pertokoan yang berada di sepanjang Jalan Kabupaten Kamis (12/4). Pasalnya, setiap hari kompleks pertokoan tersebut kerap dijadikan pasar dadakan.

Kasi Pengawasan Operasi dan Pengendalian Penertiban Satpol PP Pamekasan Misyanto mengatakan, para pedagang yang menjual sembako dan palawija selalu berjualan di trotoar. Perlu ada penindakan agar mereka tidak mengganggu hak pejalan kaki.

Menurut Misyanto, pemerintah daerah sebenarnya sudah memberikan solusi kepada pedagang. Mereka diminta berjualan di pasar-pasar tradisional yang telah disediakan pemerintah.

Baca Juga :  BPWS Bina PKL Suramadu

”Tetapi mereka memilih berjualan di sini (trotoar). Alasannya, dagangannya lebih laku ketimbang berjualan di pasar,” ucap Misyanto.

Pihaknya akan meminta kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan agar menyediakan tempat-tempat strategis kepada pedagang. Atau, memberikan perhatian agar para pedagang mau mematuhi aturan.

”Aturannya jelas, trotoar dibangun untuk pejalan kaki. Jadi, pedagang tidak boleh berjualan di trotoar,” jelasnya.

Misyanto berjanji akan melakukan penindakan dan memantau aktivitas pedagang yang masih nekat berjualan di trotoar. Agar para pedagang tidak kembali berjualan di trotoar. Tetapi, OPD terkait yang menangani pedagang juga memberikan solusi bagi para pedagang agar dagangan mereka tetap laku meski tak lagi berjualan di trotoar.

Baca Juga :  Taman Gladak Anyar Jadi Tempat Pesta Miras, FPI Temukan Dua Botol

”Ketika melanggar aturan, pasti kami tertibkan. Ini untuk menjawab kritikan yang pernah ditujukan kepada kami,” katanya.

Masliyah, 47, pedagang sembako dan palawija menyampaikan, pihaknya tidak memiliki pelanggan tetap ketika berjualan di pasar. Selain itu, akses menuju Pasar Kolpajung dan pasar tradisional lainnya cukup jauh.

”Saya bukannya ingin melanggar. Saya berjualan di sini agar tetap bisa mencukupi kebutuhan,” tuturnya.

- Advertisement -

PAMEKASAN – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pamekasan sering mendapat sorotan karena dinilai lemah dalam melakukan penindakan dan penertiban. Setelah berkali-kali kritik wakil rakyat, satpol PP kembali melakukan penertiban.

Penertiban dilakukan di kompleks pertokoan yang berada di sepanjang Jalan Kabupaten Kamis (12/4). Pasalnya, setiap hari kompleks pertokoan tersebut kerap dijadikan pasar dadakan.

Kasi Pengawasan Operasi dan Pengendalian Penertiban Satpol PP Pamekasan Misyanto mengatakan, para pedagang yang menjual sembako dan palawija selalu berjualan di trotoar. Perlu ada penindakan agar mereka tidak mengganggu hak pejalan kaki.


Menurut Misyanto, pemerintah daerah sebenarnya sudah memberikan solusi kepada pedagang. Mereka diminta berjualan di pasar-pasar tradisional yang telah disediakan pemerintah.

Baca Juga :  Pemkab Akan Beri PKL 1.823 Bantuan Sembako

”Tetapi mereka memilih berjualan di sini (trotoar). Alasannya, dagangannya lebih laku ketimbang berjualan di pasar,” ucap Misyanto.

Pihaknya akan meminta kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan agar menyediakan tempat-tempat strategis kepada pedagang. Atau, memberikan perhatian agar para pedagang mau mematuhi aturan.

”Aturannya jelas, trotoar dibangun untuk pejalan kaki. Jadi, pedagang tidak boleh berjualan di trotoar,” jelasnya.

Misyanto berjanji akan melakukan penindakan dan memantau aktivitas pedagang yang masih nekat berjualan di trotoar. Agar para pedagang tidak kembali berjualan di trotoar. Tetapi, OPD terkait yang menangani pedagang juga memberikan solusi bagi para pedagang agar dagangan mereka tetap laku meski tak lagi berjualan di trotoar.

Baca Juga :  Produksi Perhutani Didominasi Kayu Jati

”Ketika melanggar aturan, pasti kami tertibkan. Ini untuk menjawab kritikan yang pernah ditujukan kepada kami,” katanya.

Masliyah, 47, pedagang sembako dan palawija menyampaikan, pihaknya tidak memiliki pelanggan tetap ketika berjualan di pasar. Selain itu, akses menuju Pasar Kolpajung dan pasar tradisional lainnya cukup jauh.

”Saya bukannya ingin melanggar. Saya berjualan di sini agar tetap bisa mencukupi kebutuhan,” tuturnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/