alexametrics
22.8 C
Madura
Saturday, May 21, 2022

Pembangunan Jembatan Butuh Rp 500 Juta

PAMEKASAN – Masyarakat Kelurahan Patemon, Kecamatan Kota, harus bersabar dalam menjalani aktivitas. Jembatan ambruk yang biasa dilewati untuk berbagai aktivitas tidak akan segera dibangun. Pembangunan jembatan yang ambruk diterjang banjir itu menunggu realisasi APBD 2018.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Pamekasan Totok Hartono mengatakan, instansinya dan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) memiliki peran memperbaiki jembatan. BPBD sifatnya semipermanen. Anggarannya bisa diambilkan dari dana tanggap darurat.

Namun, karena jembatan itu butuh perbaikan konstruksi, harus permanen. Pembanguan itu berada di bawah dinas PUPR. Diperkirakan membutuhkan Rp 500 juta. Dana itu akan dianggarkan melalui APBD 2018. ”Karena (jembatan) itu perbaikan konstruksi, maka bersifat permanen,” katanya Senin (11/12).

Baca Juga :  Jembatan Antardesa Butuh Perbaikan

Ketua Komisi III DPRD Pamekasan Hosnan Ahmadi mengatakan, perbaikan jembatan itu harus segera dilakukan. Meski hanya pembuatan jembatan alternatif dipersilakan, asal aktivitas masyarakat kembali normal. Anggaran tanggap darurat ada. Tetapi, menjelang akhir tahun diprediksi sulit terealisasi.

Karena itu, pemerintah harus segera mencari solusi agar jembatan itu bisa dimanfaatkan. Dewan akan membantu maksimal mengenai pendanaan. ”Jangan sampai aktivitas masyarakat tidak normal sampai berlarut,” katanya.

APBD 2018 sudah ditetapkan. Tetapi, jika pembangunan jembatan itu darurat, dewan siap membantu. Legislatif memastikan, dana yang dibutuhkan akan terpenuhi.

Politikus PAN itu menyampaikan, komisi III akan turun ke lapangan untuk melihat kondisi jembatan. Kemudian, akan dilanjutkan berkoordinasi dengan instansi terkait. ”Dana darurat sewaktu-waktu bisa dicarikan. Sebab, bencana juga tidak bisak diprediksi kapan terjadi,” kata anggota Banggar DPRD Pamekasan itu.

Baca Juga :  Setahun Lebih, Jembatan Rusak di Pamekasan Tidak Diperbaiki
- Advertisement -

PAMEKASAN – Masyarakat Kelurahan Patemon, Kecamatan Kota, harus bersabar dalam menjalani aktivitas. Jembatan ambruk yang biasa dilewati untuk berbagai aktivitas tidak akan segera dibangun. Pembangunan jembatan yang ambruk diterjang banjir itu menunggu realisasi APBD 2018.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Pamekasan Totok Hartono mengatakan, instansinya dan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) memiliki peran memperbaiki jembatan. BPBD sifatnya semipermanen. Anggarannya bisa diambilkan dari dana tanggap darurat.

Namun, karena jembatan itu butuh perbaikan konstruksi, harus permanen. Pembanguan itu berada di bawah dinas PUPR. Diperkirakan membutuhkan Rp 500 juta. Dana itu akan dianggarkan melalui APBD 2018. ”Karena (jembatan) itu perbaikan konstruksi, maka bersifat permanen,” katanya Senin (11/12).

Baca Juga :  Jembatan Pasar 17 Agustus Semakin Rusak

Ketua Komisi III DPRD Pamekasan Hosnan Ahmadi mengatakan, perbaikan jembatan itu harus segera dilakukan. Meski hanya pembuatan jembatan alternatif dipersilakan, asal aktivitas masyarakat kembali normal. Anggaran tanggap darurat ada. Tetapi, menjelang akhir tahun diprediksi sulit terealisasi.

Karena itu, pemerintah harus segera mencari solusi agar jembatan itu bisa dimanfaatkan. Dewan akan membantu maksimal mengenai pendanaan. ”Jangan sampai aktivitas masyarakat tidak normal sampai berlarut,” katanya.

APBD 2018 sudah ditetapkan. Tetapi, jika pembangunan jembatan itu darurat, dewan siap membantu. Legislatif memastikan, dana yang dibutuhkan akan terpenuhi.

Politikus PAN itu menyampaikan, komisi III akan turun ke lapangan untuk melihat kondisi jembatan. Kemudian, akan dilanjutkan berkoordinasi dengan instansi terkait. ”Dana darurat sewaktu-waktu bisa dicarikan. Sebab, bencana juga tidak bisak diprediksi kapan terjadi,” kata anggota Banggar DPRD Pamekasan itu.

Baca Juga :  Pj Bupati Dorong Tuntaskan Penyelidikan 14 ASN
- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/