alexametrics
25.8 C
Madura
Thursday, August 11, 2022

Dana Santunan Tembus Rp 22 M

PAMEKASAN – Uang santunan kecelakaan yang dikeluarkan Jasa Raharja tembus Rp 22 miliar lebih. Itu terhitung sejak Januari–Oktober 2019. Dana tersebut untuk ratusan korban kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Madura.

Kepala Kantor Jasa Raharja Pamekasan Khawarid Pasaribu mengutarakan, jumlah korban meninggal dunia yang disantuni karena kecelakaan mencapai 333 orang. Sementara yang luka-luka 883 orang. Angka ini berdasarkan data kecelakaan se-Madura.

”Kebanyakan tingkat fatalitas kecelakaan di darat. Seperti tabrakan kendaraan, tabrak lari atau pejalan kaki,” terangnya kemarin (11/11).

Sementara nominal santunan untuk korban laka yang mengalami luka-luka maskimal mendapatkan Rp 20 juta. Uang tersebut untuk ganti biaya pengobatan. Ketika korban masuk rumah sakit, Jasa Raharja sudah menjamin biaya pengobatannya. ”Korban tidak perlu mengeluarkan biaya di semua rumah sakit,” tegasnya.

Baca Juga :  Meninggal, Dapat Santunan Rp 50 Juta

Jika korban meninggal dunia, mendapatkan santunan sekitar Rp 50 juta yang diberikan kepada ahli waris. Jika korban tidak punya ahli waris, Jasa Raharja hanya memberikan biaya penguburan.

”Ketika kecelakaan tunggal, Jasa Raharja tidak menjamin. Pada prinsipnya lewat dari enam bulan tidak diproses,” terangnya.

Kendati demikian, tidak semua masyarakat yang mengalami laka mendapatkan jaminan atau santunan dari Jasa Raharja. Jika surat tanda nomor kendaraan (STNK) yang bersangkutan mati, dipastikan Jasa Raharja tidak bisa mengeluarkan dana santunan.

”Kalau STNK-nya belum jatuh tempo, Jasa Raharja bisa memberikan kepastian jaminan jika terjadi kecelakaan. Jika tidak, Jasa Raharja tidak memberikan santunan,” tukasnya. 

PAMEKASAN – Uang santunan kecelakaan yang dikeluarkan Jasa Raharja tembus Rp 22 miliar lebih. Itu terhitung sejak Januari–Oktober 2019. Dana tersebut untuk ratusan korban kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Madura.

Kepala Kantor Jasa Raharja Pamekasan Khawarid Pasaribu mengutarakan, jumlah korban meninggal dunia yang disantuni karena kecelakaan mencapai 333 orang. Sementara yang luka-luka 883 orang. Angka ini berdasarkan data kecelakaan se-Madura.

”Kebanyakan tingkat fatalitas kecelakaan di darat. Seperti tabrakan kendaraan, tabrak lari atau pejalan kaki,” terangnya kemarin (11/11).


Sementara nominal santunan untuk korban laka yang mengalami luka-luka maskimal mendapatkan Rp 20 juta. Uang tersebut untuk ganti biaya pengobatan. Ketika korban masuk rumah sakit, Jasa Raharja sudah menjamin biaya pengobatannya. ”Korban tidak perlu mengeluarkan biaya di semua rumah sakit,” tegasnya.

Baca Juga :  Polres Pamekasan Berdalih Tunggu Arahan Ditlantas Polda Jawa Timur

Jika korban meninggal dunia, mendapatkan santunan sekitar Rp 50 juta yang diberikan kepada ahli waris. Jika korban tidak punya ahli waris, Jasa Raharja hanya memberikan biaya penguburan.

”Ketika kecelakaan tunggal, Jasa Raharja tidak menjamin. Pada prinsipnya lewat dari enam bulan tidak diproses,” terangnya.

Kendati demikian, tidak semua masyarakat yang mengalami laka mendapatkan jaminan atau santunan dari Jasa Raharja. Jika surat tanda nomor kendaraan (STNK) yang bersangkutan mati, dipastikan Jasa Raharja tidak bisa mengeluarkan dana santunan.

”Kalau STNK-nya belum jatuh tempo, Jasa Raharja bisa memberikan kepastian jaminan jika terjadi kecelakaan. Jika tidak, Jasa Raharja tidak memberikan santunan,” tukasnya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/