alexametrics
28.9 C
Madura
Friday, May 27, 2022

Tahun Depan Garap Pembangunan Embung Samiran

PAMEKASAN – Rencana pengembangan Embung Samiran di Desa Kodik, Kecamatan Proppo, akan segera terealisasi. Jika tidak ada perubahan, kegiatan tersebut digelar tahun depan. Pengembangan tersebut ditangani langsung Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

Direktur PDAM Pamekasan Agoes Bachtiar mengatakan, embung tersebut dibangun sejak 2017. Anggaran yang digelontorkan pemerintah total kisaran Rp 9 miliar. Namun, embung tersebut butuh pengembangan. Dari luasan 1 hektare menjadi 5 hektare. Perluasan tersebut demi optimalisasi pelayanan kepada 14 ribu warga yang menjadi pelanggan.

Agoes menyampaikan, pengembangan tersebut butuh dana Rp 25 miliar. Anggaran itu diajukan kepada pemerintah pusat. Hasilnya, pengajuan itu direspons positif dan tahun depan diyakini bakal terealisasi.

Pemenuhan anggaran tersebut melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas. Sementara yang mengerjakan adalah Pemprov Jatim. ”Pemerintah provinsi nanti yang mengerjakan,” katanya Jumat (10/11).

Baca Juga :  Tahun Depan Fokus Revitalisasi Tujuh Puskesmas

Agoes menyampaikan, setelah pengembangan, pelayanan kepada masyarakat akan lebih maksimal. Kemudian, penambahan pelanggan sangat memungkinkan karena stok bahan baku semakin banyak.

Pria berbadan tinggi itu berharap pengembangan embung tidak meleset. Tahun anggaran 2019 benar-benar direalisasikan sehingga segera bermanfaat bagi masyarakat.

Slamet, 45, pelanggan PDAM di Kecamatan Pademawu mendukung upaya pengembangan embung. Harapannya, meski musim kemarau, stok air tetap melimpah. Dengan demikian, pelayanan tetap optimal. ”Sekarang kalau musim kemarau biasanya ada pembatasan penggunaan air,” katanya. 

PAMEKASAN – Rencana pengembangan Embung Samiran di Desa Kodik, Kecamatan Proppo, akan segera terealisasi. Jika tidak ada perubahan, kegiatan tersebut digelar tahun depan. Pengembangan tersebut ditangani langsung Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

Direktur PDAM Pamekasan Agoes Bachtiar mengatakan, embung tersebut dibangun sejak 2017. Anggaran yang digelontorkan pemerintah total kisaran Rp 9 miliar. Namun, embung tersebut butuh pengembangan. Dari luasan 1 hektare menjadi 5 hektare. Perluasan tersebut demi optimalisasi pelayanan kepada 14 ribu warga yang menjadi pelanggan.

Agoes menyampaikan, pengembangan tersebut butuh dana Rp 25 miliar. Anggaran itu diajukan kepada pemerintah pusat. Hasilnya, pengajuan itu direspons positif dan tahun depan diyakini bakal terealisasi.


Pemenuhan anggaran tersebut melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas. Sementara yang mengerjakan adalah Pemprov Jatim. ”Pemerintah provinsi nanti yang mengerjakan,” katanya Jumat (10/11).

Baca Juga :  Disdikbud Tahun Depan Prioritaskan Program Beasiswa

Agoes menyampaikan, setelah pengembangan, pelayanan kepada masyarakat akan lebih maksimal. Kemudian, penambahan pelanggan sangat memungkinkan karena stok bahan baku semakin banyak.

Pria berbadan tinggi itu berharap pengembangan embung tidak meleset. Tahun anggaran 2019 benar-benar direalisasikan sehingga segera bermanfaat bagi masyarakat.

Slamet, 45, pelanggan PDAM di Kecamatan Pademawu mendukung upaya pengembangan embung. Harapannya, meski musim kemarau, stok air tetap melimpah. Dengan demikian, pelayanan tetap optimal. ”Sekarang kalau musim kemarau biasanya ada pembatasan penggunaan air,” katanya. 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Tahun Depan Anggarkan Rp 11 Miliar

Bupati Sentil OPD Tak Koperatif

Ada Miras di Mobdin Kabag

Artikel Terbaru

/