alexametrics
25.4 C
Madura
Monday, May 16, 2022

Nemor Kara, Ribuan Warga Panjatkan Doa

PAMEKASAN – Ribuan warga berkumpul di Lapangan Sepakbola Garuda, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, kemarin (11/10). Mereka menggelar salat Istisqa dengan tujuan meminta hujan karena kemarau panjang (nemor kara).

Saiful Bahri, 32, peserta salat Istisqa mengatakan, kegiatan tersebut dimulai sekitar pukul 05.30. Sejumlah tokoh masyarakat dan pimpinan pondok pesantren juga hadir. ”Kami memohon agar diturunkan hujan,” kata mantan asisten pribadi (aspri) mantan Wabup Pamekasan Khalil Asy’ari itu.

Ribuan warga itu dari berbagai desa di Kecamatan Palengaan. Bahkan, sejumlah kepala desa juga ikut dalam kegiatan tersebut. Selain meminta hujan, kegiatan yang dilanjutkan dengan istighotsah itu juga meminta agar Pamekasan dijauhkan dari bencana. Kemudian, masyarakat dijauhkan dari benda haram seperti narkoba.

Baca Juga :  Karena Takut, Nelayan Biarkan Mayat Mengambang

Pengasuh Ponpes Miftahul Ulum Panyepen RKH Moh. Muddatstsir Badruddin mengatakan, masyarakat harus memperbanyak istigfar, sedekah, dan menghentikan kemaksiatan. Masyarakat juga dianjurkan puasa sunah. Salat Istisqa diharapkan tidak hanya digelar di Palengaan. ”Melaksanakan salat Istisqa di wilayah masing-masing,” katanya melalui keterangan tertulis.

Kemarau panjang di Pamekasan berdampak pada krisis kebutuhan air bersih. Ratusan dusun mengalami kekeringan. Pemerintah sempat mengeluarkan SK darurat kekeringan hingga September. Beberapa waktu lalu, SK tersebut diperpanjang hingga Oktober.

Jika sampai waktu yang ditentukan hujan tak kunjung turun, bisa jadi akan ada perpanjangan SK kembali. ”Kalau turun hujan, mata air terisi, distribusi air bersih bisa dihentikan,” kata Supervisor Pusdalops BPBD Pamekasan Budi Cahyono.

Baca Juga :  DPRD Cermati Prioritas Program Pendidikan

Anggota DPRD Pamekasan Moh. Ali mengatakan, pemerintah menetapkan 80 desa krisis air. Distribusi harus lancar sampai hujan turun. Khususnya untuk daerah yang sulit terjangkau, seperti wilayah utara. ”(Tim) harus tanggap, air sangat dibutuhkan masyarakat,” tandas politikus Partai Demokrat itu.

PAMEKASAN – Ribuan warga berkumpul di Lapangan Sepakbola Garuda, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, kemarin (11/10). Mereka menggelar salat Istisqa dengan tujuan meminta hujan karena kemarau panjang (nemor kara).

Saiful Bahri, 32, peserta salat Istisqa mengatakan, kegiatan tersebut dimulai sekitar pukul 05.30. Sejumlah tokoh masyarakat dan pimpinan pondok pesantren juga hadir. ”Kami memohon agar diturunkan hujan,” kata mantan asisten pribadi (aspri) mantan Wabup Pamekasan Khalil Asy’ari itu.

Ribuan warga itu dari berbagai desa di Kecamatan Palengaan. Bahkan, sejumlah kepala desa juga ikut dalam kegiatan tersebut. Selain meminta hujan, kegiatan yang dilanjutkan dengan istighotsah itu juga meminta agar Pamekasan dijauhkan dari bencana. Kemudian, masyarakat dijauhkan dari benda haram seperti narkoba.

Baca Juga :  Kades Dempo Timur Sukses Realisasikan DD-ADD

Pengasuh Ponpes Miftahul Ulum Panyepen RKH Moh. Muddatstsir Badruddin mengatakan, masyarakat harus memperbanyak istigfar, sedekah, dan menghentikan kemaksiatan. Masyarakat juga dianjurkan puasa sunah. Salat Istisqa diharapkan tidak hanya digelar di Palengaan. ”Melaksanakan salat Istisqa di wilayah masing-masing,” katanya melalui keterangan tertulis.

Kemarau panjang di Pamekasan berdampak pada krisis kebutuhan air bersih. Ratusan dusun mengalami kekeringan. Pemerintah sempat mengeluarkan SK darurat kekeringan hingga September. Beberapa waktu lalu, SK tersebut diperpanjang hingga Oktober.

Jika sampai waktu yang ditentukan hujan tak kunjung turun, bisa jadi akan ada perpanjangan SK kembali. ”Kalau turun hujan, mata air terisi, distribusi air bersih bisa dihentikan,” kata Supervisor Pusdalops BPBD Pamekasan Budi Cahyono.

Baca Juga :  Ribuan Warga Doakan Almarhum H Fathorrahman¬†

Anggota DPRD Pamekasan Moh. Ali mengatakan, pemerintah menetapkan 80 desa krisis air. Distribusi harus lancar sampai hujan turun. Khususnya untuk daerah yang sulit terjangkau, seperti wilayah utara. ”(Tim) harus tanggap, air sangat dibutuhkan masyarakat,” tandas politikus Partai Demokrat itu.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/