alexametrics
20.3 C
Madura
Friday, May 27, 2022

Jurnal Al-Ihkam IAIN Madura Terindeks Scopus

PAMEKASAN – Jurnal Al-Ihkam milik IAIN Madura terindeks Scopus per tanggal 10 Agustus 2021. Scopus adalah layanan indeksasi dan data base jurnal terbesar bertaraf internasional yang ada saat ini.

Jurnal Al-Ihkam merupakan jurnal yang memuat karya ilmiah seputar hukum dan pranata sosial. Jurnal ini berada di bawah asuhan Fakultas Syariah. Terbit pertama pada 2006. Seiring perjalanan, akreditasi jurnal Al-Ihkam kian baik.

Pada 2015, jurnal ini terakreditasi Science and Technology Index (Sinta) 3. Kemudian pada 2019, terakreditasi menjadi Sinta 2. Puncaknya pada 2021 terakreditasi menjadi Scopus. Indeksasi jurnal Scopus ini merupakan impian setiap perguruan tinggi di Indonesia.

Rektor IAIN Madura Mohammad Kosim menuturkan, dengan akreditasi Scopus itu, IAIN Madura kian diakui di kancah internasional. Sebab, indeksasi Scopus ini adalah pengakuan formal bahwa Jurnal Al-Ihkam sudah diakui oleh lembaga penilai jurnal internasional.

Kosim menerangkan, terakreditasinya Jurnal Al-Ihkam dari Sinta 2 ke Sinta 1 atau Scopus akan membuat seleksi artikel untuk masuk ke Al-Ihkam semakin ketat. Sebab, karya yang terbit di jurnal terindeks Scopus bisa menjadi salah satu persyaratan menjadi guru besar.

Baca Juga :  Direktur RSUD Syamrabu Bakal Dimutasi

Pria asal Sampang itu menjelaskan, indeks Scopus atas Jurnal Al-Ihkam ini juga menaikkan grade IAIN Madura. Sebab, hanya 10 jurnal milik 58 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia yang terindeks Scopus. Di antaranya, jurnal milik UIN Sunan Ampel Surabaya dan UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta.

Kemudian, jurnal milik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Ar-Raniry Aceh, IAIN Kudus, IAIN Salatiga, dan Jurnal Al-Ihkam milik IAIN Madura. ”Ini menambah grade kita di kancah nasional dan juga menambah keberhasilan, selain kita sudah dua kali dapat sertifikasi ISO,” terangnya.

Kosim bersyukur, pencapaian demi pencapaian diraih oleh IAIN Madura. Menurut dia, indeks ini merupakan pencapaian luar biasa dari pengelola Al-Ihkam. ”Karena itu, saya mengucapkan terima kasih kepada segenap tim editor, khususnya editor in chief, atas ikhtiar tanpa lelah sehingga berhasil terindeks Scopus,” katanya.

Baca Juga :  Dapat Pengahargaan BPKP Atas Capaian Kapabiltas APIP Level 3

Kosim juga mengucapkan terima kasih kepada direktur PTKI Kementerian Agama atas pembinaan terus-menerus kepada para pengelola jurnal. Direktur PTKI Kemenag juga memberi dukungan moral dan finansial demi mewujudkan jurnal bermutu.

Dia berharap pencapaian ini memberikan semangat baru bagi pengelola jurnal IAIN Madura dan pengelola jurnal di PTKI untuk terus berikhtiar menjadi jurnal terindeks Scopus. ”Keempat, tentu saja Jurnal Al-Ihkam siap mendukung program Diktis untuk melahirkan profesor-profesor baru,” tegasnya.

IAIN Madura memiliki puluhan jurnal. Satu jurnal terindeks Scopus atau Sinta 1 yakni Al-Ihkam. Kemudian, dua jurnal terindeks Sinta 2. Empat jurnal terindeks Sinta 3. Lalu tiga jurnal terindeks Sinta 4. Selebihnya, 13 jurnal dalam proses akreditasi tahun ini. (ky/luq)

PAMEKASAN – Jurnal Al-Ihkam milik IAIN Madura terindeks Scopus per tanggal 10 Agustus 2021. Scopus adalah layanan indeksasi dan data base jurnal terbesar bertaraf internasional yang ada saat ini.

Jurnal Al-Ihkam merupakan jurnal yang memuat karya ilmiah seputar hukum dan pranata sosial. Jurnal ini berada di bawah asuhan Fakultas Syariah. Terbit pertama pada 2006. Seiring perjalanan, akreditasi jurnal Al-Ihkam kian baik.

Pada 2015, jurnal ini terakreditasi Science and Technology Index (Sinta) 3. Kemudian pada 2019, terakreditasi menjadi Sinta 2. Puncaknya pada 2021 terakreditasi menjadi Scopus. Indeksasi jurnal Scopus ini merupakan impian setiap perguruan tinggi di Indonesia.


Rektor IAIN Madura Mohammad Kosim menuturkan, dengan akreditasi Scopus itu, IAIN Madura kian diakui di kancah internasional. Sebab, indeksasi Scopus ini adalah pengakuan formal bahwa Jurnal Al-Ihkam sudah diakui oleh lembaga penilai jurnal internasional.

Kosim menerangkan, terakreditasinya Jurnal Al-Ihkam dari Sinta 2 ke Sinta 1 atau Scopus akan membuat seleksi artikel untuk masuk ke Al-Ihkam semakin ketat. Sebab, karya yang terbit di jurnal terindeks Scopus bisa menjadi salah satu persyaratan menjadi guru besar.

Baca Juga :  Kecebur ke Sumur Sedalam 40 Meter

Pria asal Sampang itu menjelaskan, indeks Scopus atas Jurnal Al-Ihkam ini juga menaikkan grade IAIN Madura. Sebab, hanya 10 jurnal milik 58 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia yang terindeks Scopus. Di antaranya, jurnal milik UIN Sunan Ampel Surabaya dan UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta.

Kemudian, jurnal milik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Ar-Raniry Aceh, IAIN Kudus, IAIN Salatiga, dan Jurnal Al-Ihkam milik IAIN Madura. ”Ini menambah grade kita di kancah nasional dan juga menambah keberhasilan, selain kita sudah dua kali dapat sertifikasi ISO,” terangnya.

Kosim bersyukur, pencapaian demi pencapaian diraih oleh IAIN Madura. Menurut dia, indeks ini merupakan pencapaian luar biasa dari pengelola Al-Ihkam. ”Karena itu, saya mengucapkan terima kasih kepada segenap tim editor, khususnya editor in chief, atas ikhtiar tanpa lelah sehingga berhasil terindeks Scopus,” katanya.

Baca Juga :  SMPN 3 Proppo Gelar Pentas Seni GSMS

Kosim juga mengucapkan terima kasih kepada direktur PTKI Kementerian Agama atas pembinaan terus-menerus kepada para pengelola jurnal. Direktur PTKI Kemenag juga memberi dukungan moral dan finansial demi mewujudkan jurnal bermutu.

Dia berharap pencapaian ini memberikan semangat baru bagi pengelola jurnal IAIN Madura dan pengelola jurnal di PTKI untuk terus berikhtiar menjadi jurnal terindeks Scopus. ”Keempat, tentu saja Jurnal Al-Ihkam siap mendukung program Diktis untuk melahirkan profesor-profesor baru,” tegasnya.

IAIN Madura memiliki puluhan jurnal. Satu jurnal terindeks Scopus atau Sinta 1 yakni Al-Ihkam. Kemudian, dua jurnal terindeks Sinta 2. Empat jurnal terindeks Sinta 3. Lalu tiga jurnal terindeks Sinta 4. Selebihnya, 13 jurnal dalam proses akreditasi tahun ini. (ky/luq)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/