alexametrics
22.1 C
Madura
Wednesday, May 25, 2022

Ratusan Pendaftar Belum Lunasi Biaya Haji

PAMEKASAN – Kerajaan Arab Saudi (KAS) masih menutup kunjungan warga negara asing. Namun, persiapan haji masih terus dilakukan. Bahkan, calon jamaah haji (CJH) yang dijadwalkan berangkat tahun ini telah melakukan pelunasan.

Kasi Haji Kemenag Pamekasan Innani Mukarromah mengatakan, pelayanan pendaftaran haji masih terus berlangsung. Namun, pelayanan yang diberikan tidak seperti biasa. Hanya dibatasi maksimal lima pendaftar setiap hari. ”Kalau pelayanan haji masih dibuka karena sistem biometrik. Seperti difoto dan sebagainya,” ucapnya kemarin (11/4).

Pembatasan pelayanan juga belaku kepada CJH yang dijadwalkan berangkat tahun ini. Porsi haji tahun ini untuk Kota Gerbang Salam dua kelompok terbang (kloter). Masing-masing kloter 450 orang, termasuk CJH lansia. Dengan begitu, dipastikan 900 CJH asal dijadwalkan berangkat tahun ini. ”By name dan by address-nya sudah turun dari pemerintah pusat,” paparnya.

Innani memaparkan, CJH yang akan berangkat tahun ini dimungkinkan lebih dari 900 orang. Pasalnya, 900 CJH yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci belum termasuk pendamping lansia dan penggabung luar daerah. Untuk itu, pihaknya masih akan menunggu kepastian dari pemerintah pusat.

Diakui, KAS tidak menerima kunjungan warga asing sebagai reaksi dari pandemi korona di Tanah Suci. Namun, pihaknya tetap mempersiapkan CJH yang akan diberangkatkan tahun ini sebagaimana instruksi Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI.

Baca Juga :  SMP Islam Nurul Jadid Siap Berprestasi

Tidak semua CJH yang dijadwalkan berangkat tahun ini sudah melakukan pelunasan. Tidak lebih dari separo CJH yang telah melakukan pembayaran haji secara penuh. Sisanya, dalam proses pelunasan. Biaya haji mengikuti embarkasi Surabaya, yakni Rp 37.577.602. ”Yang sudah melakukan pelunasan hanya separo dari dua kloter yang telah ditentukan,” paparnya.

Dia meminta masyarakat segera melakukan pelunasan. Dia juga meminta CJH tetap menjaga kesehatan dan mengikuti anjuran pemerintah di tengah pandemi Covid-19. Tujuannya, agar tidak ada hal buruk yang mengharuskan CJH menunda berangkat.

Dari Sumenep, 649 orang tercatat akan diberangkatkan ke Tanah Suci Makkah pada musim haji 2020. Mereka tercatat pada masa pendaftaran 1 Maret–8 September 2011.

Kasi Haji dan Umrah Kemenag Sumenep A. Rifai Hasyim menyampaikan, sebelum resmi diberangkatkan, para CJH diharuskan melunasi biaya pendaftaran. Nominal biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) yang harus dipenuhi untuk keberangkatan 2020 sebesar Rp 37.577.602.

Dari total 649 CJH yang akan diberangkatkan tahun ini, baru 429 pendaftar yang melunasi Bipih. Rifai berharap 220 CJH bisa melunasi biaya perjalanan itu sebelum tenggang waktu yang ditentukan.

Baca Juga :  Rp 800 Juta Proyek DAK Belum Terbayar

Dia juga memaparkan, para CJH tidak perlu melakukan penyetoran biaya pendaftaran haji secara tunai. Pembayaran bisa dilakukan secara nontunai melalui m-banking atau anjungan tunai mandiri (ATM). Hal itu diberlakukan sebagai upaya pencegahan persebaran coronavirus disease (Covid-19).

”Jadi tidak perlu ke teller bank. Selain pembayarannya bisa lebih mudah, sekaligus mencegah meluasnya persebaran Covid-19,” terangnya.

Rifai menjelaskan, awalnya sesuai jadwal pelunasan 19 Maret hingga 17 April 2020 mendatang. Namun dengan adanya wabah virus korona, pemerintah pusat memperpanjang masa pelunasan hingga 30 April 2020. Dengan demikian, CJH masih memiliki cukup waktu dalam melakukan pelunasan.

”Sesuai data 7 April, sudah ada 429 orang yang lunas pembayarannya. Tinggal 220 CJH dalam proses pelunasan,” kata Rifai.

Dia menambahkan, untuk pemberangkatan ibadah haji asal Kota Keris tahun ini akan dibagi dua kelompok terbang (kloter). Jika tidak ada perubahan, dua keberangkatan tersebut yakni kloter 46 dan 47. ”Semoga pelaksanaan ibadah haji tahun ini bisa berlangsung sesuai harapan. Terutama wabah Covid-19 ini semoga bisa segera berakhir,” tukasnya. (jup)

PAMEKASAN – Kerajaan Arab Saudi (KAS) masih menutup kunjungan warga negara asing. Namun, persiapan haji masih terus dilakukan. Bahkan, calon jamaah haji (CJH) yang dijadwalkan berangkat tahun ini telah melakukan pelunasan.

Kasi Haji Kemenag Pamekasan Innani Mukarromah mengatakan, pelayanan pendaftaran haji masih terus berlangsung. Namun, pelayanan yang diberikan tidak seperti biasa. Hanya dibatasi maksimal lima pendaftar setiap hari. ”Kalau pelayanan haji masih dibuka karena sistem biometrik. Seperti difoto dan sebagainya,” ucapnya kemarin (11/4).

Pembatasan pelayanan juga belaku kepada CJH yang dijadwalkan berangkat tahun ini. Porsi haji tahun ini untuk Kota Gerbang Salam dua kelompok terbang (kloter). Masing-masing kloter 450 orang, termasuk CJH lansia. Dengan begitu, dipastikan 900 CJH asal dijadwalkan berangkat tahun ini. ”By name dan by address-nya sudah turun dari pemerintah pusat,” paparnya.


Innani memaparkan, CJH yang akan berangkat tahun ini dimungkinkan lebih dari 900 orang. Pasalnya, 900 CJH yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci belum termasuk pendamping lansia dan penggabung luar daerah. Untuk itu, pihaknya masih akan menunggu kepastian dari pemerintah pusat.

Diakui, KAS tidak menerima kunjungan warga asing sebagai reaksi dari pandemi korona di Tanah Suci. Namun, pihaknya tetap mempersiapkan CJH yang akan diberangkatkan tahun ini sebagaimana instruksi Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag RI.

Baca Juga :  Sekeluarga Terpapar Covid-19

Tidak semua CJH yang dijadwalkan berangkat tahun ini sudah melakukan pelunasan. Tidak lebih dari separo CJH yang telah melakukan pembayaran haji secara penuh. Sisanya, dalam proses pelunasan. Biaya haji mengikuti embarkasi Surabaya, yakni Rp 37.577.602. ”Yang sudah melakukan pelunasan hanya separo dari dua kloter yang telah ditentukan,” paparnya.

Dia meminta masyarakat segera melakukan pelunasan. Dia juga meminta CJH tetap menjaga kesehatan dan mengikuti anjuran pemerintah di tengah pandemi Covid-19. Tujuannya, agar tidak ada hal buruk yang mengharuskan CJH menunda berangkat.

Dari Sumenep, 649 orang tercatat akan diberangkatkan ke Tanah Suci Makkah pada musim haji 2020. Mereka tercatat pada masa pendaftaran 1 Maret–8 September 2011.

Kasi Haji dan Umrah Kemenag Sumenep A. Rifai Hasyim menyampaikan, sebelum resmi diberangkatkan, para CJH diharuskan melunasi biaya pendaftaran. Nominal biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) yang harus dipenuhi untuk keberangkatan 2020 sebesar Rp 37.577.602.

Dari total 649 CJH yang akan diberangkatkan tahun ini, baru 429 pendaftar yang melunasi Bipih. Rifai berharap 220 CJH bisa melunasi biaya perjalanan itu sebelum tenggang waktu yang ditentukan.

Baca Juga :  Pasien 02 Tunggu Hasil Swab Keempat

Dia juga memaparkan, para CJH tidak perlu melakukan penyetoran biaya pendaftaran haji secara tunai. Pembayaran bisa dilakukan secara nontunai melalui m-banking atau anjungan tunai mandiri (ATM). Hal itu diberlakukan sebagai upaya pencegahan persebaran coronavirus disease (Covid-19).

”Jadi tidak perlu ke teller bank. Selain pembayarannya bisa lebih mudah, sekaligus mencegah meluasnya persebaran Covid-19,” terangnya.

Rifai menjelaskan, awalnya sesuai jadwal pelunasan 19 Maret hingga 17 April 2020 mendatang. Namun dengan adanya wabah virus korona, pemerintah pusat memperpanjang masa pelunasan hingga 30 April 2020. Dengan demikian, CJH masih memiliki cukup waktu dalam melakukan pelunasan.

”Sesuai data 7 April, sudah ada 429 orang yang lunas pembayarannya. Tinggal 220 CJH dalam proses pelunasan,” kata Rifai.

Dia menambahkan, untuk pemberangkatan ibadah haji asal Kota Keris tahun ini akan dibagi dua kelompok terbang (kloter). Jika tidak ada perubahan, dua keberangkatan tersebut yakni kloter 46 dan 47. ”Semoga pelaksanaan ibadah haji tahun ini bisa berlangsung sesuai harapan. Terutama wabah Covid-19 ini semoga bisa segera berakhir,” tukasnya. (jup)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/