alexametrics
21 C
Madura
Wednesday, July 6, 2022

Pemkab Pamekasan Komitmen Tingkatkan Mutu SDM

Pemkab Pamekasan menyediakan beasiswa bagi ribuan santri. Program ini untuk menunjang pertumbuhan indeks pembangunan manusia (IPM) di masa mendatang.

ONGKY ARISTA UA., Pamekasan, RadarMadura.id

PROGRAM tersebut akan diberikan kepada 1.700 lulusan SD/MI sederajat di Pamekasan. Dengan catatan, mereka yang hendak melanjutkan ke jenjang SMP/MTs atau sederajat di pondok pesantren di Pamekasan.

”Beasiswa ini, pertama untuk mencapai mutu sumber daya manusia dan kedua adalah karakter. Mutu dan karakter ini ingin kita capai sekaligus. Karakternya dicapai karena santri itu berada di pesantren dan mutunya karena santri ini juga bersekolah di dalamnya,” ungkap Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Setkab Pamekasan Akhmad Zaini kemarin (11/3).

Zaini menyampaikan, Pemkab Pamekasan berkomitmen untuk menjadi pengayom sekaligus pendorong tumbuh kembang generasi emas. Beasiswa santri tahun ini memang diperuntukkan bagi siswa lulusan SD/MI sederajat yang hendak lanjut ke SMP/MTs sederajat ke pesantren. Namun, lulusan SMP dan SMA sederajat sama sekali tidak diabaikan.

Baca Juga :  Hingga Oktober, Serapan Anggaran Belum Capai 50 Persen

Hanya, untuk tahun ini yang di-cover pemkab adalah lulusan SD/MI sederajat. Setiap siswa lulusan SD di Pamekasan secara terbuka bisa mendaftarkan diri untuk mendapatkan satu beasiswa dari 1.700 kuota yang disediakan. Siswa yang mendaftar, minimal masuk dalam satu dari tiga kategori yang ditentukan pemkab.

Kategori pertama adalah bagi mereka yang tidak mampu atau terganjal kemampuan ekonomi. Kedua, bagi mereka yang berprestasi. Kemudian ketiga, adalah bagi mereka yang hafal Alquran minimal tiga juz.

Bagi santri penerima beasiswa, semua biaya selama menjadi santri dari kelas satu hingga lulus SMP/MTs sederajat ditanggung penuh Pemkab Pamekasan. ”Mereka digratiskan semua, mulai dari pondoknya, sekolahnya, dan biaya hidupnya,” terangnya.

Zaini menjelaskan, beasiswa ini sebagai wujud ikhtiar Pemkab Pamekasan agar mereka yang tidak mampu juga bisa bersekolah. ”Jangan sampai ada anak Pamekasan yang tidak sekolah gara-gara tidak punya uang,” lanjutnya.

Baca Juga :  Nelayan Tak Tahu Kartu Kusuka

Pembukaan pendaftaran dimulai dari April hingga Juli. Beasiswa santri tersebut hanya untuk siswa asli Pamekasan dan akan melanjutkan ke pondok pesantren yang juga ada di Pamekasan. Ada sekitar 30 sampai 42 pesantren di Pamekasan yang ditunjuk atau menjadi mitra pemkab dalam realisasi program beasiswa santri ini.

Pemberian beasiswa kepada santri ini tidak dilepas begitu saja. Pemkab akan menunjuk pendamping dan pembimbing di pesantren-pesantren tersebut untuk memantau perkembangan santri yang mendapat beasiswa.

”Di pesantren itu nanti kita tugasi satu orang, kita gaji setiap bulan untuk mendampingi santri penerima beasiswa itu. Pendamping ini yang bermukim di pesantren. Kemudian ada pembimbing, yang setiap minggu sekali datang ke pesantren itu untuk memberikan materi,” jelasnya.

Tujuan pendampingan dan pembimbingan ini untuk terus mengawal efektifnya beasiswa yang diberikan kepada santri. Sementara anggaran yang disediakan secara khusus untuk beasiswa santri tahun ini sebesar Rp 4 miliar.

Pemkab Pamekasan menyediakan beasiswa bagi ribuan santri. Program ini untuk menunjang pertumbuhan indeks pembangunan manusia (IPM) di masa mendatang.

ONGKY ARISTA UA., Pamekasan, RadarMadura.id

PROGRAM tersebut akan diberikan kepada 1.700 lulusan SD/MI sederajat di Pamekasan. Dengan catatan, mereka yang hendak melanjutkan ke jenjang SMP/MTs atau sederajat di pondok pesantren di Pamekasan.


”Beasiswa ini, pertama untuk mencapai mutu sumber daya manusia dan kedua adalah karakter. Mutu dan karakter ini ingin kita capai sekaligus. Karakternya dicapai karena santri itu berada di pesantren dan mutunya karena santri ini juga bersekolah di dalamnya,” ungkap Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Setkab Pamekasan Akhmad Zaini kemarin (11/3).

Zaini menyampaikan, Pemkab Pamekasan berkomitmen untuk menjadi pengayom sekaligus pendorong tumbuh kembang generasi emas. Beasiswa santri tahun ini memang diperuntukkan bagi siswa lulusan SD/MI sederajat yang hendak lanjut ke SMP/MTs sederajat ke pesantren. Namun, lulusan SMP dan SMA sederajat sama sekali tidak diabaikan.

Baca Juga :  Tarif PDAM Bakal Dinaikkan

Hanya, untuk tahun ini yang di-cover pemkab adalah lulusan SD/MI sederajat. Setiap siswa lulusan SD di Pamekasan secara terbuka bisa mendaftarkan diri untuk mendapatkan satu beasiswa dari 1.700 kuota yang disediakan. Siswa yang mendaftar, minimal masuk dalam satu dari tiga kategori yang ditentukan pemkab.

Kategori pertama adalah bagi mereka yang tidak mampu atau terganjal kemampuan ekonomi. Kedua, bagi mereka yang berprestasi. Kemudian ketiga, adalah bagi mereka yang hafal Alquran minimal tiga juz.

Bagi santri penerima beasiswa, semua biaya selama menjadi santri dari kelas satu hingga lulus SMP/MTs sederajat ditanggung penuh Pemkab Pamekasan. ”Mereka digratiskan semua, mulai dari pondoknya, sekolahnya, dan biaya hidupnya,” terangnya.

Zaini menjelaskan, beasiswa ini sebagai wujud ikhtiar Pemkab Pamekasan agar mereka yang tidak mampu juga bisa bersekolah. ”Jangan sampai ada anak Pamekasan yang tidak sekolah gara-gara tidak punya uang,” lanjutnya.

Baca Juga :  Cegah Mesum, Aturan Kos-kosan Perlu Diperketat

Pembukaan pendaftaran dimulai dari April hingga Juli. Beasiswa santri tersebut hanya untuk siswa asli Pamekasan dan akan melanjutkan ke pondok pesantren yang juga ada di Pamekasan. Ada sekitar 30 sampai 42 pesantren di Pamekasan yang ditunjuk atau menjadi mitra pemkab dalam realisasi program beasiswa santri ini.

Pemberian beasiswa kepada santri ini tidak dilepas begitu saja. Pemkab akan menunjuk pendamping dan pembimbing di pesantren-pesantren tersebut untuk memantau perkembangan santri yang mendapat beasiswa.

”Di pesantren itu nanti kita tugasi satu orang, kita gaji setiap bulan untuk mendampingi santri penerima beasiswa itu. Pendamping ini yang bermukim di pesantren. Kemudian ada pembimbing, yang setiap minggu sekali datang ke pesantren itu untuk memberikan materi,” jelasnya.

Tujuan pendampingan dan pembimbingan ini untuk terus mengawal efektifnya beasiswa yang diberikan kepada santri. Sementara anggaran yang disediakan secara khusus untuk beasiswa santri tahun ini sebesar Rp 4 miliar.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/