alexametrics
20.8 C
Madura
Monday, June 27, 2022

Lebih Cepat dari Jadwal, Imunisasi Makan Korban

PAMEKASAN – Pelaksanaan program outbreak response immunization (ORI) di Kecamatan Kadur, Pamekasan, membuat warga tak tenang. Puluhan siswa harus dilarikan ke tempat pelayanan kesehatan.

Kepala SMA Al-Falah Moh. Jazuli menjelaskan, sejatinya, pelaksanaan imunisasi tersebut dilaksanakan Senin (12/2). Namun, kegiatan itu tiba-tiba dimajukan pada Sabtu (10/2). Pelaksanaan imunisasi yang lebih awal dari rencana itu tanpa pemberitahuan terhadap lembaga yang dia pimpin.

”Kami mendapatkan surat edaran dari Puskesmas Kadur bahwa inumisasi digelar hari Senin. Ternyata secara dadakan dilaksanakan Sabtu. Sekolah tidak memiliki persiapan untuk menyosialisasikan kepada siswa,” terangnya.

Dia mengaku kecewa kepada pemerintah. Sebab, kegiatan itu terkesan tergesa-gesa. Akibatnya, siswi tidak melakukan persiapan fisik maupun mental. Bahkan di antara mereka banyak yang belum sarapan saat diimunisasi.

Baca Juga :  80 Siswa Pusing, Kejang-Kejang, dan Mual-Mual

Karena itu, ketahanan tubuh mereka lemah. ”Yang mengalami mual-mual dan sebagian adalah siswi. Untuk siswanya, alhamdulilah tidak ada masalah. Seharusnya, penyelenggara menanyakan dulu kepada siswa sebelum disuntik,” terangnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Ismail Bey menjelaskan, peristiwa itu merupakan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Dari sepuluh pos yang digelar ORI, hanya dua titik yang bermasalah. ”Petugas sudah melakukan secara maksimal. Kasus KIPI ini terjadi bergantung pada daya tahan tubuh dan psikis yang bersangkutan. Kemungkinan, mereka tidak sarapan dan tegang,” ujarnya.

Ismail Bey berharap masyarakat tidak trauma. Peristiwa itu hanya kasuistis. Kejadian serupa tidak dialami semua peserta ORI. ”Pelaksanaan ORI itu sudah sesuai dengan jadwal,” klaimnya. 

Baca Juga :  Usai Imunisasi, 80 Siswa Kejang-Kejang

PAMEKASAN – Pelaksanaan program outbreak response immunization (ORI) di Kecamatan Kadur, Pamekasan, membuat warga tak tenang. Puluhan siswa harus dilarikan ke tempat pelayanan kesehatan.

Kepala SMA Al-Falah Moh. Jazuli menjelaskan, sejatinya, pelaksanaan imunisasi tersebut dilaksanakan Senin (12/2). Namun, kegiatan itu tiba-tiba dimajukan pada Sabtu (10/2). Pelaksanaan imunisasi yang lebih awal dari rencana itu tanpa pemberitahuan terhadap lembaga yang dia pimpin.

”Kami mendapatkan surat edaran dari Puskesmas Kadur bahwa inumisasi digelar hari Senin. Ternyata secara dadakan dilaksanakan Sabtu. Sekolah tidak memiliki persiapan untuk menyosialisasikan kepada siswa,” terangnya.


Dia mengaku kecewa kepada pemerintah. Sebab, kegiatan itu terkesan tergesa-gesa. Akibatnya, siswi tidak melakukan persiapan fisik maupun mental. Bahkan di antara mereka banyak yang belum sarapan saat diimunisasi.

Baca Juga :  Susu Steril Tujuh Kurma Sukseskan MTQ XXIX Jatim

Karena itu, ketahanan tubuh mereka lemah. ”Yang mengalami mual-mual dan sebagian adalah siswi. Untuk siswanya, alhamdulilah tidak ada masalah. Seharusnya, penyelenggara menanyakan dulu kepada siswa sebelum disuntik,” terangnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Ismail Bey menjelaskan, peristiwa itu merupakan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Dari sepuluh pos yang digelar ORI, hanya dua titik yang bermasalah. ”Petugas sudah melakukan secara maksimal. Kasus KIPI ini terjadi bergantung pada daya tahan tubuh dan psikis yang bersangkutan. Kemungkinan, mereka tidak sarapan dan tegang,” ujarnya.

Ismail Bey berharap masyarakat tidak trauma. Peristiwa itu hanya kasuistis. Kejadian serupa tidak dialami semua peserta ORI. ”Pelaksanaan ORI itu sudah sesuai dengan jadwal,” klaimnya. 

Baca Juga :  KPU Pamekasan Pastikan Pengiriman Logistik Pemilu Selesai 14 April

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/