alexametrics
27.2 C
Madura
Thursday, June 30, 2022

Pemkab Pamekasan sediakan Anggaran Hari Jadi Rp 500 Juta Lebih

PAMEKASAN – Hari Jadi (Harjad) Ke-487 Pamekasan bakal menghabiskan anggaran cukup besar. Tahun ini biaya yang digelontorkan pemkab lebih dari Rp 500 juta. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Achmad Sjaifuddin, Selasa (10/10).

Menurut dia, biaya yang mencapai setengah miliar rupiah itu terbilang wajar. Sebab, rangkaian acara yang akan dilaksanakan cukup panjang. Sebagaimana telah diagendakan, ada 17 kegiatan yang termaktub dalam kalender event Harjad Pamekasan.

Harjad dimulai dengan rokat dhisa yang digelar tiap desa atau kelurahan pada 16 Oktober. Kemudian, lomba paduan suara, pawai budaya, Festival Budaya Madura, dan Pamekasan School Fair. Selain itu, ada Pamekasan Fair, Pamekasan Big Sale Week, dan lomba sape sono’.

Berikutnya, Pamekasan Batik On The Street, Semalam di Madura, Karapan Sapi Piala Presiden, Pamekasan Daul Carnival, dan Pamekasan Drum Band Carnival. Lalu, ada Pekan Budaya Madura, haul Ronggosukowati, upacara hari jadi, dan sidang paripurna Harjad Pamekasan. ”Sidang paripurna dan upacara hari jadi akan digelar 3 November sebagai puncak acara,” jelas Achmad.

Baca Juga :  Sriwijaya Jatuh, HMI Gelar Doa Bersama

Dari beragam rangkaian acara itu, Semalam di Madura paling banyak menelan biaya. Kegiatan yang akan dipusatkan di Monumen Arek Lancor tersebut dianggarkan sekitar Rp 150 juta. Semalam di Madura juga menjadi acara termegah selama harjad berlangsung. ”Yang lainnya, per kegiatan ada yang Rp 40 juta, Rp 50 juta, sekitar itu lah,” tegasnya.

Mantan kepala Dinas PU Pengairan Pamekasan tersebut menyampaikan, tingginya biaya harjad disebabkan beberapa peserta yang harus disubsidi. Salah satunya, peserta musik daul yang diperkirakan juga menyedot anggaran. ”Walaupun tidak ngasih apa-apa, paling tidak konsumsi dan transportasi kami ganti,” paparnya.

Di tempat terpisah, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Al Anwari menilai, harjad tahun ini jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika tahun lalu meriah, kali ini justru sebaliknya. Dia melihat tidak ada gairah sama sekali dari panitia untuk menggelar acara ini. ”Sampai saat ini belum terlihat gairahnya. Padahal, anggarannya cukup besar,” katanya.

Baca Juga :  Pembentukan Pansel Belum Rampung

Anwari berharap, panitia bekerja maksimal. Sebab, event ini hanya digelar sekali dalam setahun. Dia tidak ingin alasan-alasan nonteknis memengaruhi acara Harjad Ke-487 Pamekasan. ”Kami berharap kegiatan ini lebih meriah. Apalagi masyarakat Pamekasan sedang menyambut persiapan Pilkada 2018,” tandasnya.

PAMEKASAN – Hari Jadi (Harjad) Ke-487 Pamekasan bakal menghabiskan anggaran cukup besar. Tahun ini biaya yang digelontorkan pemkab lebih dari Rp 500 juta. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Achmad Sjaifuddin, Selasa (10/10).

Menurut dia, biaya yang mencapai setengah miliar rupiah itu terbilang wajar. Sebab, rangkaian acara yang akan dilaksanakan cukup panjang. Sebagaimana telah diagendakan, ada 17 kegiatan yang termaktub dalam kalender event Harjad Pamekasan.

Harjad dimulai dengan rokat dhisa yang digelar tiap desa atau kelurahan pada 16 Oktober. Kemudian, lomba paduan suara, pawai budaya, Festival Budaya Madura, dan Pamekasan School Fair. Selain itu, ada Pamekasan Fair, Pamekasan Big Sale Week, dan lomba sape sono’.


Berikutnya, Pamekasan Batik On The Street, Semalam di Madura, Karapan Sapi Piala Presiden, Pamekasan Daul Carnival, dan Pamekasan Drum Band Carnival. Lalu, ada Pekan Budaya Madura, haul Ronggosukowati, upacara hari jadi, dan sidang paripurna Harjad Pamekasan. ”Sidang paripurna dan upacara hari jadi akan digelar 3 November sebagai puncak acara,” jelas Achmad.

Baca Juga :  Pembentukan Pansel Belum Rampung

Dari beragam rangkaian acara itu, Semalam di Madura paling banyak menelan biaya. Kegiatan yang akan dipusatkan di Monumen Arek Lancor tersebut dianggarkan sekitar Rp 150 juta. Semalam di Madura juga menjadi acara termegah selama harjad berlangsung. ”Yang lainnya, per kegiatan ada yang Rp 40 juta, Rp 50 juta, sekitar itu lah,” tegasnya.

Mantan kepala Dinas PU Pengairan Pamekasan tersebut menyampaikan, tingginya biaya harjad disebabkan beberapa peserta yang harus disubsidi. Salah satunya, peserta musik daul yang diperkirakan juga menyedot anggaran. ”Walaupun tidak ngasih apa-apa, paling tidak konsumsi dan transportasi kami ganti,” paparnya.

Di tempat terpisah, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Al Anwari menilai, harjad tahun ini jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika tahun lalu meriah, kali ini justru sebaliknya. Dia melihat tidak ada gairah sama sekali dari panitia untuk menggelar acara ini. ”Sampai saat ini belum terlihat gairahnya. Padahal, anggarannya cukup besar,” katanya.

Baca Juga :  Pembentukan AKD Terbengkalai

Anwari berharap, panitia bekerja maksimal. Sebab, event ini hanya digelar sekali dalam setahun. Dia tidak ingin alasan-alasan nonteknis memengaruhi acara Harjad Ke-487 Pamekasan. ”Kami berharap kegiatan ini lebih meriah. Apalagi masyarakat Pamekasan sedang menyambut persiapan Pilkada 2018,” tandasnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/