alexametrics
29.9 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

Warga Blokade Jalan Kabupaten Rusak

PAMEKASAN – Warga Desa Somalang dan Cenlecen meluapkan kekecewaan pada pemerintah dengan memblokade jalan kabupaten kemarin (10/6). Mereka kecewa lantaran kerusakan jalan kabupaten tak kunjung diperbaiki.

Perwakilan warga juga datang dari Desa Banban dan dan Bajang. Mereka memblokade jalan kabupaten di Desa Somalang dan Cenlecen dengan pohon pisang dan bambu di bahu jalan. Tak puas dengan itu, warga juga membakar ban. Akibatnya, jalan tersebut tak bisa dilewati pengendara.

Aksi tersebut sebagai protes karena jalan tersebut tidak kunjung diperbaiki oleh pemerintah. Pihak kecamatan dan Kepala Dinas PUPR Pamekasan Cahya Wibawa juga menemui warga di balai Desa Cenlecen.

Kadarisman, salah seorang warga mengatakan, aksi tersebut sebagai bentuk kekecewaan warga lantaran jalan tersebut tidak kunjung diperbaiki. Aksi digelar agar direspons oleh pemerintah setempat.

Baca Juga :  Enam Rumah Sakit Overload, Warga Terpapar Korona Tembus 165 Orang

”Jalan ini hanya diukur berkali-kali tapi sampai sekarang tidak kunjung diperbaiki,” ucapnya bernada protes.

Selama ini jalan tersebut sudah sering memakan korban. Banyak warga yang melintas mengalami kecelakaan lalu lintas. ”Jika tidak kunjung diperbaiki, kami akan melakukan aksi lebih besar,” ancamnya.

Usai aksi, mereka lalu melakukan audiensi dengan pihak kecamatan dan dinas PUPR yang bertempat di balai Desa Cenlecen. Dalam audiensi tersebut, sejumlah perwakilan masyarakat meminta agar pemkab segera memperbaiki kerusakan jalan.

”Saya meminta kepastian Pak, kira-kira kapan jalan ini akan diperbaiki. Saya berharap tidak lama dari ini sudah harus diperbaiki karena kondisinya rusak parah,” pinta Abd. Waris, perwakilan dari Desa Banban.

Menanggapi itu, Kepala Dinas PUPR Pamekasan Cahya Wibawa menjelaskan, ruas jalan tersebut memang menjadi tanggung jawabnya dan menjadi atensi bupati untuk diperbaiki. ”Sudah dianggarkan. Tapi karena ada covid-19, maka anggaran penanganan jalan dipotong sampai separo,” terangnya.

Baca Juga :  Tiap Hari 700 Warga Rekam E-KTP

Karena itu, perbaikan jalan dilakukan secara bertahap. Sebab, pihaknya juga menangani jalan lain sepanjang 512 km se-Kabupaten Pamekasan. ”Kurang lebih 12 persen kondisinya juga rusak,” ungkapnya.

Berkenaan dengan tuntutan warga, pihaknya berjanji jalan tersebut akan segera diperbaiki dengan tambal sulam. Namun, pada pembahasan perubahan keuangan (PAK) nanti akan kembali dianggarkan untuk perbaikan.

”Insyaallah bulan depan sudah diperbaiki karena jalan itu memang sudah masuk rencana perbaikan” janjinya.

Usai mendengar kepastian dari kepala dinas PUPR, sejumlah warga langsung membubarkan diri. Mereka juga kembali membuka jalan yang sempat diblokade.

- Advertisement -

PAMEKASAN – Warga Desa Somalang dan Cenlecen meluapkan kekecewaan pada pemerintah dengan memblokade jalan kabupaten kemarin (10/6). Mereka kecewa lantaran kerusakan jalan kabupaten tak kunjung diperbaiki.

Perwakilan warga juga datang dari Desa Banban dan dan Bajang. Mereka memblokade jalan kabupaten di Desa Somalang dan Cenlecen dengan pohon pisang dan bambu di bahu jalan. Tak puas dengan itu, warga juga membakar ban. Akibatnya, jalan tersebut tak bisa dilewati pengendara.

Aksi tersebut sebagai protes karena jalan tersebut tidak kunjung diperbaiki oleh pemerintah. Pihak kecamatan dan Kepala Dinas PUPR Pamekasan Cahya Wibawa juga menemui warga di balai Desa Cenlecen.


Kadarisman, salah seorang warga mengatakan, aksi tersebut sebagai bentuk kekecewaan warga lantaran jalan tersebut tidak kunjung diperbaiki. Aksi digelar agar direspons oleh pemerintah setempat.

Baca Juga :  Kapolres Imbau Warga Bijak Bermedsos

”Jalan ini hanya diukur berkali-kali tapi sampai sekarang tidak kunjung diperbaiki,” ucapnya bernada protes.

Selama ini jalan tersebut sudah sering memakan korban. Banyak warga yang melintas mengalami kecelakaan lalu lintas. ”Jika tidak kunjung diperbaiki, kami akan melakukan aksi lebih besar,” ancamnya.

Usai aksi, mereka lalu melakukan audiensi dengan pihak kecamatan dan dinas PUPR yang bertempat di balai Desa Cenlecen. Dalam audiensi tersebut, sejumlah perwakilan masyarakat meminta agar pemkab segera memperbaiki kerusakan jalan.

”Saya meminta kepastian Pak, kira-kira kapan jalan ini akan diperbaiki. Saya berharap tidak lama dari ini sudah harus diperbaiki karena kondisinya rusak parah,” pinta Abd. Waris, perwakilan dari Desa Banban.

Menanggapi itu, Kepala Dinas PUPR Pamekasan Cahya Wibawa menjelaskan, ruas jalan tersebut memang menjadi tanggung jawabnya dan menjadi atensi bupati untuk diperbaiki. ”Sudah dianggarkan. Tapi karena ada covid-19, maka anggaran penanganan jalan dipotong sampai separo,” terangnya.

Baca Juga :  Dinkes Pantau Ratusan Warga terkait Virus Korona

Karena itu, perbaikan jalan dilakukan secara bertahap. Sebab, pihaknya juga menangani jalan lain sepanjang 512 km se-Kabupaten Pamekasan. ”Kurang lebih 12 persen kondisinya juga rusak,” ungkapnya.

Berkenaan dengan tuntutan warga, pihaknya berjanji jalan tersebut akan segera diperbaiki dengan tambal sulam. Namun, pada pembahasan perubahan keuangan (PAK) nanti akan kembali dianggarkan untuk perbaikan.

”Insyaallah bulan depan sudah diperbaiki karena jalan itu memang sudah masuk rencana perbaikan” janjinya.

Usai mendengar kepastian dari kepala dinas PUPR, sejumlah warga langsung membubarkan diri. Mereka juga kembali membuka jalan yang sempat diblokade.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/