alexametrics
22.2 C
Madura
Wednesday, May 18, 2022

Sikap Anggota Dewan terkait Turunnya Jumlah Rencana Pembelian Tembakau

PAMEKASAN – Tembakau merupakan salah satu hasil pertanian andalan di Pamekasan. Tahun ini petani tembakau bisa jadi harap-harap cemas. Pasalnya, perusahaan rokok bakal menyerap tembakau di bawah angka tahun lalu.

Harga tembakau yang bagus menjadi harapan besar petani. Ekonomi petani biasanya membaik pada musim panen daun emas tersebut. Tetapi musim 2018 ini, petani harap-harap cemas. Perusahaan rokok bakal menyerap tembakau dengan jumlah lebih sedikit daripada tahun lalu (selengkapnya lihat grafis).

Hal itu bisa memicu hasil produksi tembakau petani melimpah, tapi permintaan sedikit. Pada gilirannya, kondisi tersebut akan berpengaruh terhadap harga jual tembakau. Perusahaan rokok bakal pilih-pilih dalam menyerap tembakau.

”Harus ada solusi agar petani tetap untung,” kata anggota Komisi II DPRD Pamekasan Harun Suyitno kemarin (10/4). Salah satu upaya yang bisa dilakukan pemerintah adalah menekan perusahaan rokok agar menyerap tembakau dalam jumlah banyak.

Baca Juga :  Rencana Pemanfaatan Pasar Margalela Meleset

Kemudian yang terpenting, menurut dia, jangan sampai ada permainan harga dari para tengkulak yang berkecimpung dalam jual beli tembakau. Pengawasan terhadap peredaran tembakau dari luar Madura juga harus lebih maksimal.

Satpol PP Pamekasan yang bertugas mengawasi setiap titik rawan harus benar-benar profesional. Jika ada tembakau mencurigakan, harus dikawal. Harapannya, perusahaan rokok di Kota Gerbang Salam fokus menyerap tembakau lokal.

Dengan demikian, petani tetap dapat meraup keutungan. ”Jangan sampai petani menjadi korban,” ujar Harun yang merupakan politikus PKS itu.

Dia menyampaikan, sebelum memasuki masa tanam dan masa panen tembakau, rapat koordinasi terus dilakukan. Tujuannya, memastikan target serapan dan harga tembakau yang dipatok pabrikan benar-benar pro petani.

Baca Juga :  DPRD Pamekasan Doakan Kebebasan Masjid Al Aqsa

Komisi II akan mengawal tata niaga tembakau. Sejumlah rekomendasi bakal dikeluarkan untuk melindungi petani. ”Pemerintah harus dipastikan prorakyat dalam urusan industri tembakau,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Bambang Edy Suprapto mengatakan, tata niaga tembakau dipersiapkan secara matang. Koordinasi dengan perusahaan dan DPRD dilakukan demi terwujudnya tata niaga tembakau yang lebih baik.

- Advertisement -

PAMEKASAN – Tembakau merupakan salah satu hasil pertanian andalan di Pamekasan. Tahun ini petani tembakau bisa jadi harap-harap cemas. Pasalnya, perusahaan rokok bakal menyerap tembakau di bawah angka tahun lalu.

Harga tembakau yang bagus menjadi harapan besar petani. Ekonomi petani biasanya membaik pada musim panen daun emas tersebut. Tetapi musim 2018 ini, petani harap-harap cemas. Perusahaan rokok bakal menyerap tembakau dengan jumlah lebih sedikit daripada tahun lalu (selengkapnya lihat grafis).

Hal itu bisa memicu hasil produksi tembakau petani melimpah, tapi permintaan sedikit. Pada gilirannya, kondisi tersebut akan berpengaruh terhadap harga jual tembakau. Perusahaan rokok bakal pilih-pilih dalam menyerap tembakau.


”Harus ada solusi agar petani tetap untung,” kata anggota Komisi II DPRD Pamekasan Harun Suyitno kemarin (10/4). Salah satu upaya yang bisa dilakukan pemerintah adalah menekan perusahaan rokok agar menyerap tembakau dalam jumlah banyak.

Baca Juga :  Hindari Banjir, KPU Sewa Gudang Tembakau

Kemudian yang terpenting, menurut dia, jangan sampai ada permainan harga dari para tengkulak yang berkecimpung dalam jual beli tembakau. Pengawasan terhadap peredaran tembakau dari luar Madura juga harus lebih maksimal.

Satpol PP Pamekasan yang bertugas mengawasi setiap titik rawan harus benar-benar profesional. Jika ada tembakau mencurigakan, harus dikawal. Harapannya, perusahaan rokok di Kota Gerbang Salam fokus menyerap tembakau lokal.

Dengan demikian, petani tetap dapat meraup keutungan. ”Jangan sampai petani menjadi korban,” ujar Harun yang merupakan politikus PKS itu.

Dia menyampaikan, sebelum memasuki masa tanam dan masa panen tembakau, rapat koordinasi terus dilakukan. Tujuannya, memastikan target serapan dan harga tembakau yang dipatok pabrikan benar-benar pro petani.

Baca Juga :  Ratusan Industri Rokok Tak Berizin

Komisi II akan mengawal tata niaga tembakau. Sejumlah rekomendasi bakal dikeluarkan untuk melindungi petani. ”Pemerintah harus dipastikan prorakyat dalam urusan industri tembakau,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Bambang Edy Suprapto mengatakan, tata niaga tembakau dipersiapkan secara matang. Koordinasi dengan perusahaan dan DPRD dilakukan demi terwujudnya tata niaga tembakau yang lebih baik.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/