alexametrics
20.7 C
Madura
Thursday, May 26, 2022

Bawa Isu Lingkungan, Kurangi Sampah Plastik

Saiful Hadi, Alumnus yang Jadi Rektor IAIN Madura

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura menggelar serah terima jabatan rektor kemarin (9/5). Jabatan itu diserahkan Dr Mohammad Kosim yang dua periode memimpin kepada Dr Saiful Hadi selaku rektor baru. Serah terima jabatan disaksikan civitas academica IAIN Madura.

Saiful Hadi bukan orang baru di lingkungan IAIN Madura. Pria yang saat ini menjadi orang nomor satu di lingkungan IAIN Madura itu pernah menjadi mahasiswa saat status perguruan tinggi masih STAIN Pamekasan. Dia merupakan lulusan Fakultas Tarbiyah 1990.

Saiful menjadi bagian dari IAIN Madura sejak 2003. Saat itu dia diberi amanah menjadi kepala perpustakaan. Tugas utama yang berhasil dilakukan yakni mengelola buku-buku perpustakaan dengan baik. Sebab, saat itu banyak buku yang berada di luar perpustakaan.

”Banyak buku yang ada di luar. Jadi, kami berupaya memasukkan lagi ke perpustakaan,” tuturnya.

BAHAGIA: Civitas Academica IAIN Madura menggelar halalbihalal setelah serah terima jabatan rektor kemarin. (ANIS BILLAH/RadarMadura.id)

Saiful paling lama mengabdi sebagai volunteer Pusat Pengabdian dan Pelatihan kepada Masyarakat (P3M) STAIN Pamekasan. Mulai 2004–2006 dan berlanjut hingga 2014.

Setelah itu, dia dipercaya memimpin Kaprodi MPI selama empat tahun sejak 2014–2018. Sebelum menjabat rektor, Saiful menjabat ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Madura.

Baca Juga :  Spirit HUT Ke-54 IAIN Madura, Bakal Buka Dua Prodi Eksak

Saiful sudah mengantongi beberapa tugas penting yang akan dilakukan selama menjadi rektor. Menurut dia, ada indikator kinerja utama yang menjadi amanah di Kemenag. Secara bertahap, pihaknya akan menjalankan indikator tersebut secara sistemik.

Tahun ini pihaknya bakal mendukung program Kemenag RI terkait moderasi beragama. Dia menilai, tugas Kemenag tidak hanya diskusi moderasi beragama, tapi bagaimana melakukan pengabdian, baik kepada masyakarat kampus atau di luar kampus.

”Kita paparkan pada pansel bagaimana melakukan digital community moderat of religion. Ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan,” ungkap Saiful.

IAIN Madura sebagai bagian dari perguruan tinggi di bawah binaan Kemenag diamanati melakukan lompatan. Yakni, tentang kampus digital. Beberapa elemen sudah disiapkan, tinggal meningkatan secara bertahap. ”Kami punya elemen siber pembelajaran, ke depan akan ditingkatkan bertahap,” paparnya.

Saiful akan membawa isu lingkungan selama memimpin IAIN Madura. Yakni, melakukan kampaye mengurangi sampah plastik. Hal itu merupakan warisan dari rektor sebelumnya, Mohammad Kosim.

Baca Juga :  Ratusan Pendaftar Berebut Kontrak Rumah Sakit

Semangat itu dimulai dalam kegiatan serah terima jabatan rektor. Panitia tidak menyediakan air mineral gelas atau botol selama acara berlangsung. Undangan yang ingin minum bisa mengisi menggunakan gelas atau botol minuman yang dibawa sendiri.

”Kami mulai dari pojok-pojok kecil untuk mengurangi sampah plastik. Memang masih sedikit yang bawa botol minuman,” paparnya.

Semangat keberpihakan pada isu lingkungan juga bakal diterapkan untuk menjaga keasrian area IAIN Madura. Saiful akan berupaya agar lingkungan IAIN Madura tidak gersang. Yakni, dengan cara menjaga tanaman yang tumbuh di lingkungan kampus.

”Ke depan penting untuk melakukan keberpihakan secara substantif, syar’i, dan strategis,” tegasnya.

Rektor IAIN Madura periode 2018–2022 Mohammad Kosim menyampaikan terima kasih kepada semua karyawan yang mendukung program selama dia bertugas. Capaian keberhasilan yang dirasakan sekarang merupakan buah dari kerja sama semua pihak mulai elemen paling bawah.

Kosim juga berharap agar karyawan dan civitas IAIN Madura tetap kompak mendukung kemajuan kampus tercinta. ”Saya yakin di bawah rektor yang baru, IAIN akan semakin maju,” ucapnya. (bil/luq)

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura menggelar serah terima jabatan rektor kemarin (9/5). Jabatan itu diserahkan Dr Mohammad Kosim yang dua periode memimpin kepada Dr Saiful Hadi selaku rektor baru. Serah terima jabatan disaksikan civitas academica IAIN Madura.

Saiful Hadi bukan orang baru di lingkungan IAIN Madura. Pria yang saat ini menjadi orang nomor satu di lingkungan IAIN Madura itu pernah menjadi mahasiswa saat status perguruan tinggi masih STAIN Pamekasan. Dia merupakan lulusan Fakultas Tarbiyah 1990.

Saiful menjadi bagian dari IAIN Madura sejak 2003. Saat itu dia diberi amanah menjadi kepala perpustakaan. Tugas utama yang berhasil dilakukan yakni mengelola buku-buku perpustakaan dengan baik. Sebab, saat itu banyak buku yang berada di luar perpustakaan.


”Banyak buku yang ada di luar. Jadi, kami berupaya memasukkan lagi ke perpustakaan,” tuturnya.

BAHAGIA: Civitas Academica IAIN Madura menggelar halalbihalal setelah serah terima jabatan rektor kemarin. (ANIS BILLAH/RadarMadura.id)

Saiful paling lama mengabdi sebagai volunteer Pusat Pengabdian dan Pelatihan kepada Masyarakat (P3M) STAIN Pamekasan. Mulai 2004–2006 dan berlanjut hingga 2014.

Setelah itu, dia dipercaya memimpin Kaprodi MPI selama empat tahun sejak 2014–2018. Sebelum menjabat rektor, Saiful menjabat ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) IAIN Madura.

Baca Juga :  Ratusan Pendaftar Berebut Kontrak Rumah Sakit

Saiful sudah mengantongi beberapa tugas penting yang akan dilakukan selama menjadi rektor. Menurut dia, ada indikator kinerja utama yang menjadi amanah di Kemenag. Secara bertahap, pihaknya akan menjalankan indikator tersebut secara sistemik.

Tahun ini pihaknya bakal mendukung program Kemenag RI terkait moderasi beragama. Dia menilai, tugas Kemenag tidak hanya diskusi moderasi beragama, tapi bagaimana melakukan pengabdian, baik kepada masyakarat kampus atau di luar kampus.

”Kita paparkan pada pansel bagaimana melakukan digital community moderat of religion. Ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan,” ungkap Saiful.

IAIN Madura sebagai bagian dari perguruan tinggi di bawah binaan Kemenag diamanati melakukan lompatan. Yakni, tentang kampus digital. Beberapa elemen sudah disiapkan, tinggal meningkatan secara bertahap. ”Kami punya elemen siber pembelajaran, ke depan akan ditingkatkan bertahap,” paparnya.

Saiful akan membawa isu lingkungan selama memimpin IAIN Madura. Yakni, melakukan kampaye mengurangi sampah plastik. Hal itu merupakan warisan dari rektor sebelumnya, Mohammad Kosim.

Baca Juga :  Menjadi Perguruan Tinggi Kompetitif Tingkat Nasional

Semangat itu dimulai dalam kegiatan serah terima jabatan rektor. Panitia tidak menyediakan air mineral gelas atau botol selama acara berlangsung. Undangan yang ingin minum bisa mengisi menggunakan gelas atau botol minuman yang dibawa sendiri.

”Kami mulai dari pojok-pojok kecil untuk mengurangi sampah plastik. Memang masih sedikit yang bawa botol minuman,” paparnya.

Semangat keberpihakan pada isu lingkungan juga bakal diterapkan untuk menjaga keasrian area IAIN Madura. Saiful akan berupaya agar lingkungan IAIN Madura tidak gersang. Yakni, dengan cara menjaga tanaman yang tumbuh di lingkungan kampus.

”Ke depan penting untuk melakukan keberpihakan secara substantif, syar’i, dan strategis,” tegasnya.

Rektor IAIN Madura periode 2018–2022 Mohammad Kosim menyampaikan terima kasih kepada semua karyawan yang mendukung program selama dia bertugas. Capaian keberhasilan yang dirasakan sekarang merupakan buah dari kerja sama semua pihak mulai elemen paling bawah.

Kosim juga berharap agar karyawan dan civitas IAIN Madura tetap kompak mendukung kemajuan kampus tercinta. ”Saya yakin di bawah rektor yang baru, IAIN akan semakin maju,” ucapnya. (bil/luq)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/