alexametrics
28.6 C
Madura
Friday, May 20, 2022

Sehat, Lima PMI Boleh Pulang

PAMEKASAN – Pemerintah Malaysia menerapkan lockdown akibat persebaran coronavirus disease 2019 (Covid-19) yang semakin merajalela. Pekerja migran Indonesia (PMI) kena getahnya. Para pejuang devisa itu dipulangkan.

Lima PMI dari Sumenep dan Bangkalan dipulangkan pada 25 Maret lalu (lihat grafis). Namun, mereka tidak bisa langsung kembali ke Madura. Mereka harus menjalani karantina di Batam selama 14 hari. Setelah dinyatakan sehat, akhirnya dipulangkan kemarin (9/4).

Berdasarkan surat Konsulat Jenderal RI Johor Bahru, total PMI yang dipulangkan 114 orang. Perinciannya, 79 laki-laki, 33 perempuan, dan 2 orang anak berjenis kelamin laki-laki.

Mereka kembali ke tanah air melalui jalur laut dari Pelabuhan Pasir Gudang, Johor Bahru, menuju Pelabuhan Batam Center, Batam. Kemudian, menjalani karantina selama 14 hari sebelum kembali ke daerah asal masing-masing.

Koordinator Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P4TKI) Pamekasan Hari Sarjana Saputra mengatakan, hanya lima PMI asal Madura yang dipulangkan dari Malaysia. Sesuai protokol kesehatan, warga yang baru tiba dari daerah zona merah harus menjalani karantina selama masa inkubasi.

Setelah dinyatakan sehat, mereka dipulangkan melalui jalur laut dari Batam menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Perjalanan selanjutnya akan ditempuh melalui jalur darat. Para PMI itu difasilitasi angkutan umum berupa bus oleh Kemensos untuk pulang ke rumah masing-masing. ”Sekarang masih dalam perjalanan pulang,” katanya.

Baca Juga :  HUT Kemerdekaan RI, BRI Salurkan Beasiswa kepada Anak Tenaga Medis

Anggota Komisi E DPRD Jatim Mathur Husyairi mengatakan, peran puskesmas harus dioptimalkan. Bahkan, bidan di desa-desa juga harus aktif turun ke masyarakat. Pemeriksaan terhadap para pekerja yang baru tiba di tanah air itu diharapkan berjalan maksimal.

Pihak imigrasi harus berkoordinasi intens dengan pemprov dan pemkab mengenai pemulangan PMI itu. Tujuannya, agar mereka lebih terkontrol dan mempermudah pemerintah dalam melakukan pencegahan persebaran Covid-19.

Sementara itu, rumah singgah karantina dioperasikan Tim Gugus Tugas Covid-19 Bangkalan Rabu (8/4). Kini sudah ada satu orang yang diisolasi di Gedung Balai Diklat tersebut. Orang itu baru pulang dari pelatihan ketenagakerjaan di Bogor dari Februari hingga April.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Bangkalan Agus Zein mengutarakan, tim posko langsung menjemput ke terminal. Warga Kecamatan Bangkalan itu langsung dikarantina selama 14 hari ke depan. Tindakan tersebut atas permintaan sendiri.

Suhu tubuhnya 36 derajat Celsius. Dia juga tidak mengalami keluhan apa-apa. Saat ini dia menempatkan kamar nomor 1 dan mengikuti proses observasi serta isolasi. ”Yang bersangkutan minta isolasi sendiri, mau tidak mau harus mengikuti protap penanganan Covid-19,” ucapnya.

Baca Juga :  Cegah Penularan Covid-19, Pangkas Rambut Perlu Pakai Masker

Agus menegaskan, jika ada pemudik mengalami gejala awal, langsung diarahkan untuk dikarantina. Tujuannya, untuk memutus persebaran virus korona. ”Diprediksi lonjakan pemudik akan semakin meningkat,” terangnya.

Pemkab Sampang menyiapkan tempat karantina untuk PMI. Tujuh belas gedung sekolah disiapkan untuk menampung kedatangan para pekerja. Hingga saat ini tempat karantina belum ada yang terisi.

Jubir Penanggulangan Bencana Non-Alam dan Percepatan Penanganan Covid 19 Sampang Moh. Djuwardi mengatakan, tempat karantina adalah salah satu upaya untuk memutus mata rantai penularan. Hal itu dilakukan dengan menyiapkan tempat karantina di masing-masing kecamatan.

Tim satgas memanfaatkan gedung sekolah untuk menampung PMI. Di masing-masing sekolah disiapkan dua ruangan. Satu ruangan untuk PMI perempuan dan satu lagi untuk laki-laki.

”Tempat karantina ini untuk migran, terutama dari luar negeri atau zona merah. Termasuk juga migran yang datang dengan jumlah besar,” katanya kemarin (9/4).

Beberapa PMI sudah pulang ke kampung halaman. Gelombong terakhir PMI yang pulang 27 orang. Setelah dilakukan tes kesehatan, tim satgas memutuskan PMI asal Malaysia tersebut diisolasi mandiri di rumah masing-masing. ”Dari hasil tes screening mereka tidak ditemukan gejala yang mengkhawatirkan,” ujarnya. (bil)

- Advertisement -

PAMEKASAN – Pemerintah Malaysia menerapkan lockdown akibat persebaran coronavirus disease 2019 (Covid-19) yang semakin merajalela. Pekerja migran Indonesia (PMI) kena getahnya. Para pejuang devisa itu dipulangkan.

Lima PMI dari Sumenep dan Bangkalan dipulangkan pada 25 Maret lalu (lihat grafis). Namun, mereka tidak bisa langsung kembali ke Madura. Mereka harus menjalani karantina di Batam selama 14 hari. Setelah dinyatakan sehat, akhirnya dipulangkan kemarin (9/4).

Berdasarkan surat Konsulat Jenderal RI Johor Bahru, total PMI yang dipulangkan 114 orang. Perinciannya, 79 laki-laki, 33 perempuan, dan 2 orang anak berjenis kelamin laki-laki.


Mereka kembali ke tanah air melalui jalur laut dari Pelabuhan Pasir Gudang, Johor Bahru, menuju Pelabuhan Batam Center, Batam. Kemudian, menjalani karantina selama 14 hari sebelum kembali ke daerah asal masing-masing.

Koordinator Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (P4TKI) Pamekasan Hari Sarjana Saputra mengatakan, hanya lima PMI asal Madura yang dipulangkan dari Malaysia. Sesuai protokol kesehatan, warga yang baru tiba dari daerah zona merah harus menjalani karantina selama masa inkubasi.

Setelah dinyatakan sehat, mereka dipulangkan melalui jalur laut dari Batam menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Perjalanan selanjutnya akan ditempuh melalui jalur darat. Para PMI itu difasilitasi angkutan umum berupa bus oleh Kemensos untuk pulang ke rumah masing-masing. ”Sekarang masih dalam perjalanan pulang,” katanya.

Baca Juga :  Lonjakan Covid-19 Hambat Layanan Adminduk

Anggota Komisi E DPRD Jatim Mathur Husyairi mengatakan, peran puskesmas harus dioptimalkan. Bahkan, bidan di desa-desa juga harus aktif turun ke masyarakat. Pemeriksaan terhadap para pekerja yang baru tiba di tanah air itu diharapkan berjalan maksimal.

Pihak imigrasi harus berkoordinasi intens dengan pemprov dan pemkab mengenai pemulangan PMI itu. Tujuannya, agar mereka lebih terkontrol dan mempermudah pemerintah dalam melakukan pencegahan persebaran Covid-19.

Sementara itu, rumah singgah karantina dioperasikan Tim Gugus Tugas Covid-19 Bangkalan Rabu (8/4). Kini sudah ada satu orang yang diisolasi di Gedung Balai Diklat tersebut. Orang itu baru pulang dari pelatihan ketenagakerjaan di Bogor dari Februari hingga April.

Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Bangkalan Agus Zein mengutarakan, tim posko langsung menjemput ke terminal. Warga Kecamatan Bangkalan itu langsung dikarantina selama 14 hari ke depan. Tindakan tersebut atas permintaan sendiri.

Suhu tubuhnya 36 derajat Celsius. Dia juga tidak mengalami keluhan apa-apa. Saat ini dia menempatkan kamar nomor 1 dan mengikuti proses observasi serta isolasi. ”Yang bersangkutan minta isolasi sendiri, mau tidak mau harus mengikuti protap penanganan Covid-19,” ucapnya.

Baca Juga :  Batik Kontemporer Mampu Bersaing di Lapangan

Agus menegaskan, jika ada pemudik mengalami gejala awal, langsung diarahkan untuk dikarantina. Tujuannya, untuk memutus persebaran virus korona. ”Diprediksi lonjakan pemudik akan semakin meningkat,” terangnya.

Pemkab Sampang menyiapkan tempat karantina untuk PMI. Tujuh belas gedung sekolah disiapkan untuk menampung kedatangan para pekerja. Hingga saat ini tempat karantina belum ada yang terisi.

Jubir Penanggulangan Bencana Non-Alam dan Percepatan Penanganan Covid 19 Sampang Moh. Djuwardi mengatakan, tempat karantina adalah salah satu upaya untuk memutus mata rantai penularan. Hal itu dilakukan dengan menyiapkan tempat karantina di masing-masing kecamatan.

Tim satgas memanfaatkan gedung sekolah untuk menampung PMI. Di masing-masing sekolah disiapkan dua ruangan. Satu ruangan untuk PMI perempuan dan satu lagi untuk laki-laki.

”Tempat karantina ini untuk migran, terutama dari luar negeri atau zona merah. Termasuk juga migran yang datang dengan jumlah besar,” katanya kemarin (9/4).

Beberapa PMI sudah pulang ke kampung halaman. Gelombong terakhir PMI yang pulang 27 orang. Setelah dilakukan tes kesehatan, tim satgas memutuskan PMI asal Malaysia tersebut diisolasi mandiri di rumah masing-masing. ”Dari hasil tes screening mereka tidak ditemukan gejala yang mengkhawatirkan,” ujarnya. (bil)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/