alexametrics
22.3 C
Madura
Sunday, May 22, 2022

Lintasan Sirkuit SGRP Tak Kunjung Dilelang

PAMEKASAN – Manfaat dana miliaran rupiah untuk pembangunan sirkuit di area Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP) belum terasa. Sebab, lintasan balap itu belum selesai. Pembangunan lanjutan belum selesai. Bahkan, belum dilelang.

Sirkuit yang dibangun di area SGRP itu menghabiskan anggaran cukup tinggi. Pada 2015, pemerintah menggelontorkan Rp 1,4 miliar. Lalu, tahun anggaran 2016 digerojok Rp 4,8 miliar. Tahun ini diperkirakan mengeluarkan dana Rp 5 miliar.

Kabag Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (LPBJ) Setkab Pamekasan Akhmad Basri Yulianto mengatakan, pembangunan sirkuit bakal dilanjutkan tahun ini. Pemerintah menyiapkan anggaran. Tapi, belum dilelang. Sebab, persyaratan administrasi dari dinas pemuda dan olahraga (dispora) baru masuk.

Dengan demikian, pengumuman lelang baru diproses. Basri berjanji dalam waktu dekat lelang akan diumumkan melalui laman resmi Layanan Pengadaan secara Elektronik (LPSE) Setkab Pamekasan. ”Sehari atau dua hari lagi, pasti kami umumkan,” katanya Senin (9/4).

Baca Juga :  Pembangunan SD Disoal

Basri memastikan, proses lelang tidak membutuhkan waktu lama. Setelah ditentukan pemenang, rekanan bisa langsung mengerjakan pembangunan lanjutan itu. Dia yakin, pembangunan secara umum di Pamekasan lebih baik dibanding tahun lalu.

Sebab, lelang mayoritas dikerjakan lebih awal. ”Saya yakin pembangunan lebih maksimal,” kata mantan Kabag Perekonomian dan SDA Setkab Pamekasan itu.

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Pamekasan Moh. Ali mengatakan, pembangunan sirkuit itu mendesak. Sebab, pembangunannya dimulai sejak 2015. Tetapi, sampai sekarang belum bisa dimanfaatkan. Seharusnya paling lama kegiatan pembangunan fisik itu hanya dua tahun anggaran.

Dengan demikian, dana yang digelontorkan tidak sia-sia. ”Kalau jarak antara pembangunan tahap pertama dan ketiga terlalu jauh, bisa berpengaruh terhadap kualitas,” katanya.

Baca Juga :  Proyek Jalan Angon-Angon Pakai Tandem Roller 6 Ton

Ali menyampaikan, eksekutif harus lebih proaktif melaksanakan tahapan lelang. Jika lelang telat, sangat berpengaruh terhadap kualitas pekerjaan. Apalagi, cuaca mulai tidak bersahabat. Beberapa waktu lalu hujan turun.

Politikus Partai Demokrat itu menyampaikan, sejumlah proyek yang seharusnya disegerakan justru belum dilelang. Di antaranya, sejumlah proyek jalan di wilayah bagian utara. Sangat banyak rencana pekerjaan tetapi belum masuk tahap penawaran.

Kemudian, pengadaan lampu penerangan jalan umum (LPJU) di sebagian wilayah utara juga belum dilelang. ”Proyek-proyek yang seharusnya disegerakan, justru belum dilelang,” tandasnya.

 

- Advertisement -

PAMEKASAN – Manfaat dana miliaran rupiah untuk pembangunan sirkuit di area Stadion Gelora Ratu Pamelingan (SGRP) belum terasa. Sebab, lintasan balap itu belum selesai. Pembangunan lanjutan belum selesai. Bahkan, belum dilelang.

Sirkuit yang dibangun di area SGRP itu menghabiskan anggaran cukup tinggi. Pada 2015, pemerintah menggelontorkan Rp 1,4 miliar. Lalu, tahun anggaran 2016 digerojok Rp 4,8 miliar. Tahun ini diperkirakan mengeluarkan dana Rp 5 miliar.

Kabag Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (LPBJ) Setkab Pamekasan Akhmad Basri Yulianto mengatakan, pembangunan sirkuit bakal dilanjutkan tahun ini. Pemerintah menyiapkan anggaran. Tapi, belum dilelang. Sebab, persyaratan administrasi dari dinas pemuda dan olahraga (dispora) baru masuk.


Dengan demikian, pengumuman lelang baru diproses. Basri berjanji dalam waktu dekat lelang akan diumumkan melalui laman resmi Layanan Pengadaan secara Elektronik (LPSE) Setkab Pamekasan. ”Sehari atau dua hari lagi, pasti kami umumkan,” katanya Senin (9/4).

Baca Juga :  Musabaqoh Hifdzil Quran SMP-SMA Tahfidz Duba Sukses

Basri memastikan, proses lelang tidak membutuhkan waktu lama. Setelah ditentukan pemenang, rekanan bisa langsung mengerjakan pembangunan lanjutan itu. Dia yakin, pembangunan secara umum di Pamekasan lebih baik dibanding tahun lalu.

Sebab, lelang mayoritas dikerjakan lebih awal. ”Saya yakin pembangunan lebih maksimal,” kata mantan Kabag Perekonomian dan SDA Setkab Pamekasan itu.

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Pamekasan Moh. Ali mengatakan, pembangunan sirkuit itu mendesak. Sebab, pembangunannya dimulai sejak 2015. Tetapi, sampai sekarang belum bisa dimanfaatkan. Seharusnya paling lama kegiatan pembangunan fisik itu hanya dua tahun anggaran.

Dengan demikian, dana yang digelontorkan tidak sia-sia. ”Kalau jarak antara pembangunan tahap pertama dan ketiga terlalu jauh, bisa berpengaruh terhadap kualitas,” katanya.

Baca Juga :  Bahasa Arab Bentuk Karakter Bangsa

Ali menyampaikan, eksekutif harus lebih proaktif melaksanakan tahapan lelang. Jika lelang telat, sangat berpengaruh terhadap kualitas pekerjaan. Apalagi, cuaca mulai tidak bersahabat. Beberapa waktu lalu hujan turun.

Politikus Partai Demokrat itu menyampaikan, sejumlah proyek yang seharusnya disegerakan justru belum dilelang. Di antaranya, sejumlah proyek jalan di wilayah bagian utara. Sangat banyak rencana pekerjaan tetapi belum masuk tahap penawaran.

Kemudian, pengadaan lampu penerangan jalan umum (LPJU) di sebagian wilayah utara juga belum dilelang. ”Proyek-proyek yang seharusnya disegerakan, justru belum dilelang,” tandasnya.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/