alexametrics
21.1 C
Madura
Sunday, July 3, 2022

Air Genangi Patemon dan Jungcangcang, Warga Siaga

PAMEKASAN – Kelurahan Patemon dan Jungcangcang, Kecamatan Kota Pamekasan, kembali tergenang banjir Minggu malam (10/1). Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) Pamekasan mencatat, luapan air sungai pada pukul 22.00 setinggu lutut orang dewasa.

Kemudian pada pukul 22.43, volume air kian naik dan merendam sejumlah rumah warga di Kelurahan Jungcangcang dan Kelurahan Patemon. “Kondisi air kian naik,” terang Humas dan Kemitraan FRPB Pamekasan Wahyudi.

Pria yang akrab disapa Yudi itu mengatakan, hujan yang mengguyur kawasan perkotaan tidak begitu deras. “Tadi sekitar pukul 15.00, hanya sebentar. Namun, hujan yang turun di wilayah hulu sungai yakni di Kecamatan Palengaan cukup deras,” imbuhnya.

Baca Juga :  Khofifah Raih Dukungan RKH M. Syamsul Arifin Pamekasan

Sementara itu, Lurah Patemon Akhmad Jonnaidi mengatakan, ketinggian genangan air variatif. Ada yang selutut, sepaha dan sedada.  “Warga sudah siap-siap mengevakuasi barang-barangnya. Volume air terus naik,” ucapnya.

Ahmad Jonnaidi menuturkan, air masuk melalui saluran yang ada di tebing sungai Kali Jombang. Air kemudian mengalir ke pemukiman warga. “Warga sekarang siaga dan tidak tidur,” pungkasnya. (ky)

PAMEKASAN – Kelurahan Patemon dan Jungcangcang, Kecamatan Kota Pamekasan, kembali tergenang banjir Minggu malam (10/1). Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) Pamekasan mencatat, luapan air sungai pada pukul 22.00 setinggu lutut orang dewasa.

Kemudian pada pukul 22.43, volume air kian naik dan merendam sejumlah rumah warga di Kelurahan Jungcangcang dan Kelurahan Patemon. “Kondisi air kian naik,” terang Humas dan Kemitraan FRPB Pamekasan Wahyudi.

Pria yang akrab disapa Yudi itu mengatakan, hujan yang mengguyur kawasan perkotaan tidak begitu deras. “Tadi sekitar pukul 15.00, hanya sebentar. Namun, hujan yang turun di wilayah hulu sungai yakni di Kecamatan Palengaan cukup deras,” imbuhnya.

Baca Juga :  Berhasil berkat Dukungan Semua Pihak


Sementara itu, Lurah Patemon Akhmad Jonnaidi mengatakan, ketinggian genangan air variatif. Ada yang selutut, sepaha dan sedada.  “Warga sudah siap-siap mengevakuasi barang-barangnya. Volume air terus naik,” ucapnya.

Ahmad Jonnaidi menuturkan, air masuk melalui saluran yang ada di tebing sungai Kali Jombang. Air kemudian mengalir ke pemukiman warga. “Warga sekarang siaga dan tidak tidur,” pungkasnya. (ky)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/