alexametrics
22.7 C
Madura
Thursday, August 18, 2022

Pembelian Tembakau Tiga Pabrikan di Bawah Target

PAMEKASAN –  Pembelian tembakau tuntas. Secara keseluruhan serapan daun emas itu melampaui target. Tetapi, hasil tersebut belum memuaskan. Sebab, ada tiga pabrikan yang serapannya di bawah target.

Yakni, PT Djarum, PT Bentoel Prima, dan PT Wismilak. Tiga pabrikan ini menargetkan membeli 11.000.000 kilogram tembakau tahun ini. Namun, serapannya hanya 6.944.490.

Wakil Ketua DPRD Pamekasan Harun Suyitno mengatakan, target serapan pabrikan itu seharusnya tercapai. Sebab, pabrikan tidak hanya membeli tembakau di Bumi Gerbang Salam. Tapi, juga di kabupaten lain di Madura.

Pemerintah harus meminta klarifikasi pada pabrikan mengenai hal itu. Pabrikan harus menjelaskan mengapa serapan tidak sampai target. ”Seharusnya serapan itu melampaui target, karena bukan hanya beli tembakau Pamekasan,” kata Harun kemarin (8/11).

Baca Juga :  Berharap Pemerintah Stabilkan Harga Daun Emas

Jika serapan di tingkat pabrikan rendah, petani menjadi korban. Sebab, tembakau yang sudah dirajang tetap akan dijual meski harga murah. Biasanya, jika pabrikan tutup, tembakau itu dijual pada gudang pribadi.

Harga yang dipatok antara pabrikan dengan gudang pribadi tentu jauh berbeda. Petani tidak memperoleh untung banyak jika hanya mengandalkan pembelian dari gudang pribadi. ”Kasihan petani. Jangankan untung, tidak rugi saja sudah untung,” ujarnya.

Dewan akan berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan mengenai pembelian tembakau selama 2019. Evaluasi besar-besaran akan dilakukan. Harapannya, ada perbaikan untuk pembelian musim mendatang.

Kabid Perlindungan Konsumen dan Kemetrologian Disperindag Pamekasan Imam Hidayat menerangkan, pembelian tembakau berakhir sejak 17 Oktober lalu. Tetapi, masih ada gudang pribadi yang membeli.

Baca Juga :  Penataan PKL Belum Tuntas

Diakui, ada sejumlah pabrikan yang serapannya di bawah target. Salah satunya PT Bentoel. Menurut Imam, perusahaan tersebut sempat ada persoalan internal yang berdampak pada pembelian. ”Kalau yang lain belum dapat informasi, nanti kami koordinasikan,” tandasnya.

PAMEKASAN –  Pembelian tembakau tuntas. Secara keseluruhan serapan daun emas itu melampaui target. Tetapi, hasil tersebut belum memuaskan. Sebab, ada tiga pabrikan yang serapannya di bawah target.

Yakni, PT Djarum, PT Bentoel Prima, dan PT Wismilak. Tiga pabrikan ini menargetkan membeli 11.000.000 kilogram tembakau tahun ini. Namun, serapannya hanya 6.944.490.

Wakil Ketua DPRD Pamekasan Harun Suyitno mengatakan, target serapan pabrikan itu seharusnya tercapai. Sebab, pabrikan tidak hanya membeli tembakau di Bumi Gerbang Salam. Tapi, juga di kabupaten lain di Madura.


Pemerintah harus meminta klarifikasi pada pabrikan mengenai hal itu. Pabrikan harus menjelaskan mengapa serapan tidak sampai target. ”Seharusnya serapan itu melampaui target, karena bukan hanya beli tembakau Pamekasan,” kata Harun kemarin (8/11).

Baca Juga :  Tuding Pabrikan Kibuli Pemerintah

Jika serapan di tingkat pabrikan rendah, petani menjadi korban. Sebab, tembakau yang sudah dirajang tetap akan dijual meski harga murah. Biasanya, jika pabrikan tutup, tembakau itu dijual pada gudang pribadi.

Harga yang dipatok antara pabrikan dengan gudang pribadi tentu jauh berbeda. Petani tidak memperoleh untung banyak jika hanya mengandalkan pembelian dari gudang pribadi. ”Kasihan petani. Jangankan untung, tidak rugi saja sudah untung,” ujarnya.

Dewan akan berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan mengenai pembelian tembakau selama 2019. Evaluasi besar-besaran akan dilakukan. Harapannya, ada perbaikan untuk pembelian musim mendatang.

- Advertisement -

Kabid Perlindungan Konsumen dan Kemetrologian Disperindag Pamekasan Imam Hidayat menerangkan, pembelian tembakau berakhir sejak 17 Oktober lalu. Tetapi, masih ada gudang pribadi yang membeli.

Baca Juga :  Pabrikan Tidak Transparan

Diakui, ada sejumlah pabrikan yang serapannya di bawah target. Salah satunya PT Bentoel. Menurut Imam, perusahaan tersebut sempat ada persoalan internal yang berdampak pada pembelian. ”Kalau yang lain belum dapat informasi, nanti kami koordinasikan,” tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/